Pendamping Hidup Mommy Sashi

Pendamping Hidup Mommy Sashi
Bagaimana Kak?


__ADS_3

Mata tajam itu terus menatap wajah cantik yang berada di hadapannya. Seolah ia tidak lelah melihat kecantikan itu, meskipun terkadang sesekali ia memalingkan wajahnya karena tak ingin ketahuan oleh sosok pria di sebelahnya. "Ayo Nak, makan yang banyak. Kau tahu, Malik sudah membuat kami mempersiapkan nya karena kedatangan mu." Perkataan itu membuat wajah cantik itu tersenyum dan semakin membuat dirinya terkesima.


"Terima kasih Papa." Sahutnya dengan malu, membuat pria itu tertawa.


"Kau harus membiasakannya karena nanti kau akan menjadi menantu di keluarga kami, benarkan Malik?" tanyanya pada putranya.


"Tentu Ayah. Dia akan menjadi menantu di keluarga kita." Setelah itu tidak ada lagi percakapan selain dentingan sendok saja. Tak lama setelahnya mereka berkumpul di ruang tamu dan wanita itu yang merasa diperhatikan langsung menoleh ke arah pria yang berkisar di bawah kekasihnya.


"Ah Sayang, perkenalkan di adalah adik ku namanya Mahesh. Ia baru saja datang dari Paris." Pria tampan itu memperkenalkan keduanya membuat wanita cantik itu mengangguk paham, dan tanpa di duga Mahesh langsung menyodorkan tangannya ke pada wanita cantik itu.


"Salam Kakak Ipar, aku Mahesh." Membuat dirinya mau tak mau membalasnya.


"Sashi." Singkat dan padat, itulah dirinya.


'Lembut sekali.' Ia mengelus tangan itu membuat Sashi tersentak dan langsung menarik tangannya.


"Bagaimana Kakak bisa mengenal nya?" Mahesh memandangi kakaknya yang tengah duduk di sebelah Papanya.


"Kami kenal saat SMA." Malik menatap dan tersenyum kepada Sashi dan hal itu tak luput dari pandangan Mahesh.


"Wah, kalau begitu. Kalian mengenal cukup lama juga."

__ADS_1


"Iya, karena itu kami akan segera meresmikan hubungan kami. Benarkan Sayang?" Malik tak lupa menggenggam tangan kekasihnya yang membuat Mahesh kesal tak karuan.


"Karena Papa kebetulan akan berada di sini cukup lama, jadi bagaimana kalau kita pergi liburan. Dan bawa juga Sashi, ia akan semakin mengenal keluarga kita."


"Bagaimana sayang?" Malik tentu bertanya kepada kekasihnya mengenai apapun.


"Aku tidak bisa menolaknya. Lagipula bukan ide yang buruk, karena kau selalu saja sibuk bekerja." Perkataan Sashi membuat seisi ruangan tertawa, dibalik ucapan itu terselip kekesalan yang didalamnya.


"Itu karena aku bekerja keras untuk membahagiakan mu." Sungguh rasanya Mahesh ingin menarik Malik dari sana dan membawa Sashi kedalam pelukannya.


'Kenapa selalu saja dia?'


"Tentu Papa."


Hari yang ditentukan pun tiba, mereka pergi ke salah satu pulau yang cantik dengan pemandangan dan airnya yang sebening kristal dan pasir yang putih. Sashi dan Malik duduk di dekat kursi yang sudah tersedia di sana untuk menikmati pemandangan yang disajikan.


"Kau suka?" tanya Malik pada Sashi.


"Iya, suka sekali. Aku tidak tau, kekasih ku ini punya pulau seperti ini."


"Ini milik keluarga ku sayang, tapi aku akan membelikan mu juga nanti. Dan kita bisa datang kapanpun."

__ADS_1


"Kau bekerja terlalu keras, nanti kau sakit lagi."


"Bagaimana aku bisa sakit, jika vitaminnya ada di hadapanku." Benci, marah dan kesal itu yang dirasakan Mahesh. Entah mengapa, sejak dulu, hanya Malik yang lebih baik dalam hal apapun. Tadinya pria itu akan tertawa mengejek melihat kekasih Malik yang pastinya biasa saja. Secara penampilan pria itu kalah saing dengannya, Malik hanya unggul di pelajaran saja.


"Aku akan buat kau malu di hadapan Sashi. Kita lihat bagaimana kau akan menghadapinya." Mahesh segera beranjak dari sana dan menuju tempat yang dikelilingi oleh alat dan beberapa orang yang bertugas di sana.


Semua orang yang sedang asyik berkumpul dan mengobrol tiba-tiba dikagetkan dengan pernyataan Mahesh yang membuat semuanya terdiam beberapa saat. "Kakak, bagaimana kalau kamu ikut denganku bermain Flyboard?"


"Mahesh kau .... apa kau lupa?" Pria paruh baya itu berdiri mendengar perkataan Mahesh.


"Tidak, aku tidak lupa, tapi tidak ada salahnya Kak Malik mencobanya. Lagipula itu tidak berbahaya Papa, kak Malik kan hebat. Ia pasti bisa dan tentunya Kak Sashi ingin melihatnya bukan? Seperti saat melihat kumpulan orang yang bermain tadi?"


"Jadi bagaimana Kak Malik?"


Hayo, Malik akan jawab apa ni? Tunggu di episode berikutnya ya.


Nah Flyboarding adalah sebuah olahraga dengan perangkat seperti papan pijakan yang terhubung oleh pipa sepanjang 18 meter ke turbin Jet Ski dan dilengkapi dengan nozzle untuk membuang air laut dengan kekuatan tinggi. Karena kuatnya, papan ini dapat mengangkat tubuh Anda sampai ke udara. Berbekal dari kekuatan air yang disedot menggunakan personal water craft inilah yang kemudian dimanfaatkan para penggunanya untuk melakukan atraksi dan juga manuver.



Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2