
Saat itu usia Max baru saja satu tahun dengan Hans yang berusia 6 tahun, keduanya asyik bermain di salah satu taman kota. Suasana yang mendukung membuat taman terlihat begitu ramai, dan ini pertama kalinya Sashi membawa Max keluar. Terlihat putranya itu sangat senang bermain di sana, tak lama ia ingin ke toilet karena perutnya merasa mulas.
"Mbok lihat mereka sebentar ya, aku ingin ke toilet dulu."
"Baik Nak." Setelah itu Sashi pergi ke toilet yang tak jauh dari taman. Sedangkan tak lama setelah itu, terlihat kedatangan Alya dengan minuman di tangannya.
"Sepertinya kalian seru sekali." Alya ikut duduk di samping putranya dan Max yang tengah asyik bermain.
"Ibu lihat, adik sudah bisa berjalan." Hans terlihat antusias dengan kelincahan Max yang mencoba mengejarnya dengan langkah kecilnya.
"Iya, ia sudah bisa berjalan sendiri." Alya mengeluarkan barang di tasnya.
"Ini, minum dulu. Ibu bawakan minuman kesukaan mu." Hans terlihat bersorak gembira melihat minuman yang di keluarkan oleh ibunya. Dengan segera ia berlari dan ikuti oleh di kecil Max.
"Hahaha." Terdengar suara tawa keduanya.
"Kau juga mau sayang?" Alya tampak menyodorkan minuman itu kepada Max dan dengan senyuman manisnya ia mengangguk-angguk.
"Lihat, ia sangat menyukainya." Mbok Tin ikut menimpali sambil melihat ke arah Max yang tampak begitu menikmati minuman yang merupakan jus alpukat kesukaannya.
"Ia Mbok, oh ya. Ngomong-ngomong di mana Mbak Sashi?" Alya baru menyadari bahwa ia tidak melihat keberadaan wanita itu.
"Dia sedang ke toilet, mungkin karena bakso beranak kemarin," ujar Mbok Tin membuat Alya menganggukkan mengerti. Saat keduanya asyik bercerita sambil mengawasi si kecil bermain. Hans menepuk pundak Ibunya membuat wanita cantik itu menoleh.
"Iya sayang ada apa?" tanya Alya pada putranya.
__ADS_1
"Ibu, aku mau itu!" Hans menunjuk sebuah layangan yang dijual di taman dan terlihat beberapa anak membeli itu.
"Kau ingin itu?" tanya Alya memastikan.
"Iya, aku mau itu. Aku ingin menerbangkannya, pasti menyenangkan." Hans terus melihat arah penjual itu dengan bernafsu macam layang yang berwarna-warni dan gambar yang menarik untuk anak-anak.
"Baiklah, ibu temani ya." Alya akan berdiri, namun tiba-tiba putranya justru menyentuh kedua bahunya dan menggelengkan kepalanya.
"Kenapa?"
"Ibu tidak usah ikut, lihatlah! Anak-anak yang membeli tidak ada yang ditemani dengan orang tuanya, lagipula jaraknya sangat dekat. Aku kan sudah besar, aku ini seorang Kakak. Aku bisa sendiri." Hans berlagak seperti binaragawan membuat Alya terkekeh. Ada rasa khawatir pada putranya, meskipun itu dekat dan bisa ia awasi. Alya kembali melirik putranya yang tampak menginginkan pergi sendirian.
"Huft ... baiklah, tapi setelah itu langsung kembali ok? Ibu akan mengawasi mu darisini." Ucapan itu terdengar perintah di sana dan membuat Hans langsung mengangguk mengerti.
"Adik, tunggu sebentar ya, kakak akan belikan layangan yang bagus dan kita akan bermain di rumah." Setelah itu ia mencium pipi Ibunya dan pergi segera ke penjual itu. Alya mengawasi putranya sejak ia melangkah menujunya ke sana.
"Ada apa Nak?"
"Itu Mbok, Hans tidak terlihat karena kerumunan itu. Aku akan segera ke sana." Mbok Tin mengangguk sambil melihat Alya segera melangkah menuju putranya, dan Mbok Tin menggendong Max yang terlihat bosan.
"Ada apa sayang ku yang tampan?"
"Tatak." Max menunjuk ke arah kerumunan itu yang membuat Mbok Tin berpikir si kecil tampan itu tidak sabar bertemu dengan Hans.
"Iya, Kakaknya sedang kemari. Tunggu ya, sebentar la ...."
__ADS_1
"Aaaaaa!!!!!" Mbok Tin terkejut dengan teriakan di kerumunan itu membuat Max ikut terkejut dan menangis kencang.
"Ada apa itu?" Saat Mbok Tin berdiri dengan Max, matanya langsung melotot saat kerumunan itu perlahan mulai berhamburan karena sesuatu dengan teriakan di sana.
"Hans!"
Bersambung.....
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️
Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya teman author cerita nya seru lho dan pastinya lucu.
🚨 Area dewasa, bocil jangan coba-coba ngintip bahaya 🤣. Yang suka romantis, baper, komedi yuk mampir di anak ke 3 emak online ini.
🚦Mafia story, (Karya ini sesoan 2 Kehidupan kedua sang putri)
"Lepaskan aku Ken, cari pasangan yang seusiamu, kau masih muda!" Teriak Angelina Aya M.A.
"Tidak semudah itu wahai wanita! Saat kau menyetujui dokumen pernikahan kita, artinya kau hanya milikku, istriku! Meski harus kupatahkan kaki indahmu, aku tak keberatan. Karena aku sangat mencintaimu!"
Angelina Aya M.A melakukan hal yang konyol ketika ia masih mengalami cacat penglihatan yaitu mencari suami bayaran untuk memuluskan aksi membalas dendam pada mantan calon suaminya yang berselingkuh.
siap sangka mencari suami pengganti membawanya dalam jeratan seorang pria muda yang tajir melintir yang begitu mencintai nya hingga tahap obsesi.
__ADS_1
Akankah pernikahan mereka akan bertahan setelah Aya tau jika suaminya lebih muda 7 tahun darinya?
Atau mereka akan berpisah sesuai dengan kesepakatan kertas di atas putih sebelum pernikahan mereka di langsungkan?