Pendamping Hidup Mommy Sashi

Pendamping Hidup Mommy Sashi
Terluka


__ADS_3

Panggilan video itu membuat hati Sashi yang sedang gelisah mulai tenang saat melihat wajah tampan yang ia rindukan itu. "Hai sayang, kau sedang di butik? tanya Malik sambil melihat tempat istrinya saat ini.


"Iya, aku kedatangan pelanggan yang ingin memesan baju pernikahan. Jadi mereka juga meminta desain tambahan di dress-nya."


"Jadi Sayangku akan sibuk sekali nanti."


"Eumhhh, tidak juga ...." Obrolan keduanya terhenti saat kedatangan pegawai Sashi dengan kotak obat membuat Malik langsung duduk karena tadi tidur terlentang.


"Bu, ini kotak obat nya, ayo segera obati dan ...." pegawai itu sedikit kebingungan melihat reaksi wajah Sashi yang sejak tadi tidak ia mengerti.


"Apa ada yang ketinggalan Bu? Atau butuh plester juga?"


"Sayang, apa yang terjadi? Sayang!" Sekarang pegawai itu mengerti dan ia menunduk sambil meminta maaf dan Sashi yang sudah ketahuan langsung membuat isyarat agar pegawainya meninggalkan ruangan.


"Sayang!"


"Iya, aku dengar. Ada apa?"


"Jangan berpura-pura tidak tahu. Apa yang terjadi? Aku terluka? Katakan di mana? Aku mau lihat! Apa dalam? Bagaimana bisa terjadi?"


"Hanya luka kecil, lihat! Tidak besar, hanya terkena jarum saat mengajarkan pegawai untuk memayet nya." Sashi menunjukkan luka di tangannya dan Malik melihat itu.


"Kenapa bisa terjadi? Kau tidak biasanya seperti ini Sayang."

__ADS_1


"Aku tiba-tiba merasa tidak enak, aku jadi memikirkan mu. Mungkin kau bertemu dengan wanita lain." Malik yang semula cemas sekarang tertawa pelan mendengar ucapan istrinya.


"Aku hanya bertemu dengan klien tadi ditemani oleh Ari Sayang. Setelahnya tidak ada lagi, aku langsung ke hotel, lihatlah." Malik mengarahkan kamera ponselnya dan memutarnya untuk memperlihatkan sekelilingnya.


"Aku lega, mungkin ini pertama kalinya setelah menikah kita berjauhan seperti ini."


"Aku mengerti, percayalah. Aku akan segera pulang dan akan berada di dekatmu."


"Iya, jadi bagaimana dengan pertemuannya?"


"Baik dan sangat lancar Sayang. Tadinya aku berpikir akan ada kendala dengan klien itu."


"Kendala? Apa memangnya?"


"Banyak yang bilang ia adalah pria yang dingin dan sulit diajak kerja sama karena pemilih. Tapi, saat bertemu dia sangat berbeda justru kami mengobrol. Terkadang aku berpikir bahwa yang kita takutkan dan bayangkan kenyataannya tidak seperti itu."


"Berapa lama lagi di sana?" tanya Sashi sambil mengobati lukanya.


"sekitar tiga hari lagi. Setelah itu aku akan pulang dan bertemu denganmu."


"Baiklah, kau terlihat lelah. Istirahatlah dulu, aku akan menghubungi mu lagi Sayang."


"Aku bangun pagi tadi, dan iya aku sangat mengantuk. Kau tau Sayang, udara di sini sangat dingin aku jadi merindukanmu dan memeluk mu."

__ADS_1


"Karena itu cepatlah pulang. Aku akan memeluk mu sepanjang hari."


"Tentu. Kita akan membuat Malik Junior dan aku tidak sabar menantikannya."


"I love you, selamat istirahat Sayang." Sashi mencium layar ponselnya dan membuat Malik membalasnya.


"I love you too Sayang. Tunggu aku."


"Iya." Setelah itu panggilan berakhir dan Sashi dikagetkan dengan kedatangan seseorang di ruangannya.


"Astaga! Kau membuat ku kaget saja." Sashi mengelus dadanya saat melihat kedatangan sosok itu.


"Aku sudah mengetuk pintunya, kau saja yang sibuk dengan ciuman manis itu."


"Dasar! Penguping! Tidak sopan."


"Iya-iya terserah Nyonya Darmanendra saja. Ngomong-ngomong kau sudah merasa tenang karena sudah menghubunginya?"


"Iya, begitulah. Mungkin karena aku belum terbiasa dengan hubungan jarak jauh pertama kalinya setelah menikah."


"Tenang saja, aku percaya Malik tidak akan berpaling darimu. Ia sangat setia, mungkin itu hanya perasaan mu saja. Pikirkan saja yang baik-baik."


"Iya, kau benar."

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️


__ADS_2