Pendamping Hidup Mommy Sashi

Pendamping Hidup Mommy Sashi
Pertarungan menuju Kemenangan


__ADS_3

Terlihat wajah cantik bermata sipit itu datang dengan senyuman menyambut kedatangan putranya yang cukup lama tidak datang. "Savero!" Panggilnya membuat wajah tampan itu menoleh ke hadapannya.


"Putraku, akhirnya kau datang juga." Lucas ikut membalas pelukan ibunya yang tersirat kerinduan itu.


"Apa kabar Ibu?"


"Baik, kau tau Ibu sangat merindukanmu."


"Aku juga Bu."


"Akhirnya kau ingat pulang juga." Ucapan itu membuat manik Lucas menatap wajah tegas dan masih kekar itu di usianya ya masuk setengah abad.


"Ayah, apa kabar."


"Menurutmu?"


"Aku melihatnya sangat baik." Jelas Lucas blak-blakan.


"Apa kau harapkan aku sakit, dan akan langsung sembuh setelah melihat kedatangan mu." Tanyanya balik.


"Apa tidak bisa akur sebentar saja?" Ujar wanita itu yang berada antara Ayah dan anak itu.


"Seharusnya katakan pada putramu, apa dia lupa ingatan untuk datang ke rumah? Tidak tau rumah sedikitpun."


"Ayah lupa, aku ini terlalu sibuk dengan perusahaan. Seharusnya, jika Ayah mau aku berleha-leha, perusahaan jangan berikan padaku."


"Iya, bahkan sampai sibuknya kau lupa untuk membawa menantu di rumah ini." Ujar pria paruh baya itu yang baru saja mendudukkan bokongnya ke sofa empuk itu.

__ADS_1


"Itulah yang ingin aku katakan pada kalian Ayah, ibu."


"Sungguh?"


Kembali bersama Sashi yang tengah sibuk menghadapi ulah dari ipar kurang ajarnya yang tidak berhenti menganggu ketentraman dirinya. Pria itu datang ke sekolah Max dan membuat sedikit kekacauan. "Mommy, ia mengatakan Daddy tiada karena tidak ingin mempunyai anak seperti ku. Apa itu benar?" Tanya Max sambil memeluk tubuh Mommy nya di dalam mobil yang dikendarai Ari.


"Tidak! Itu tidak benar! Ia hanya bicara asal saja. Dia tidak mengetahui apapun mengenai Daddy atau pun kita. Apa Max lebih percaya dia?" Tanya Sashi dengan menatap mata putranya.


"Tidak Mommy, aku tentu percaya pada Mommy."


"Kalau begitu, jangan pikirkan apapun lagi. Orang lain tidak tau apapun selain kita sendiri sayang."


"Baik Mommy."


"Kau sudah tau kan?"


"Sudah Tuan."


"Baik Tuan."


"Semakin cepat semakin baik, karena kau sudah tahu pastinya."


"Tentu Tuan."


"Baiklah, jalankan rencananya segera." Sosok itu perlahan pergi dan digantikan dengan senyuman dari pria yang memerintahkan itu.


"Kali ini tidak akan gagal!"

__ADS_1


Ruangan itu menjadi sidang dari terdakwa di tampan itu yang tengah duduk di pelototi dengan tajam. Ada rasa takut di pikirannya mengenai jawaban dari keduanya. "Kau yakin dengan perkataan mu?"


"Iya Ayah, aku yakin. Dan sangat yakin! Karena itu aku menyampaikan nya kepada kalian."


"Aku sangat penasaran dengan wanita itu, seistimewa apa sehingga kau meminta izin untuk memilikinya sebagai menantu ku."


"Kalian bisa lihat nanti. Aku jamin itu!"


"Baiklah, kita lihat nanti. Baru setelah itu akan aku berikan jawabannya maksudnya jawaban kami, bukan begitu sayang."


"Iya, jika kami tidak setuju, maka kau harus menerima pilihan dari kami, bagaimana?"


"Setuju!" Jawaban itu membuat keduanya tersenyum dan saling memandang.


Bersambung......


Ayo, bagaimana dengan pertemuan Sashi dengan orang tua Lucas? Saksikan kelanjutannya di episode berikutnya ya!


Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️ Terimakasih semuanya.


Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya teman author cerita nya seru lho!!!!



Sebuah kebahagiaan hilang dalam sekejap karena terjebak dalam lingkaran yang tak pernah dia inginkan, semua orang yang melihat kehidupannya berada dalam kebahagiaan tetapi kenyataannya tidak seperti yang mereka lihat.


"Aku tidak pernah menginginkan kehidupan seorang ini dan apa aku masih bisa merasakan kehidupan seperti dulu lagi". Sintia

__ADS_1


"andai dulu aku mencari kebenaran lebih dulu pasti jalan tak seperti ini". Ilham


bertemu kembali dengan orang di masa lalu sangatlah menyakitkan saat dirinya tak seperti dulu lagi, itulah yang Sintia alami saat bertemu kembali dengan ustadz Ilham. Pertemuan itu membuat ustadz Ilham selalu memimpikan Sintia sedangkan Sintia selalu bermimpi bertemu dengan seorang wanita yang tidak dia kenal yang memintanya untuk menikah dengan suaminya dan menjaga anaknya


__ADS_2