Pendamping Hidup Mommy Sashi

Pendamping Hidup Mommy Sashi
Sarapan Bersama


__ADS_3

Lucas segera berbalik dan terlihat tangan itu merupakan pemilik dari sosok kecil yang tersenyum manis padanya. "Selamat pagi Paman." Sapanya dengan manis.


"Selamat pagi Max, kau bangun pagi ternyata."


"Hmm, aku bangun seperti biasanya. Mommy masih tertidur ternyata, aku ingin mengucapkan selamat pagi pada Mommy. Biasanya jam segini Mommy sudah bangun, tapi kenapa belum juga." Terlihat tatapan bulat itu menatap wajah cantik Mommy nya.


"Kemarin, kami pulang sedikit malam. Jadi sepertinya Mommy kelelahan.'


"Apa Paman tidak pulang?"


"Tidak, Paman ketiduran di sini." Jawaban itu membuat mata bulat itu menatap dirinya dengan tajam.


"Comen boy, Paman tidak melakukan apapun. Hanya tidur." Lucas mengangkat dua jarinya.


"Baguslah kalau begitu, karena tidak ada yang boleh tidur bersama Mommy selain aku dan Daddy! Lain kali Paman harus bicara dulu padaku."


"Baiklah, Paman minta maaf ok? Sekarang bagaimana kalau kita memasak makanan?"


"Seharusnya Nenek sudah memasak, tapi tidak ada salahnya kita lihat."


"Ayo." Lucas mengajak sosok kecil itu meninggalkan kamar mewah itu yang masih dihuni oleh putri tidur itu.


Beberapa saat kemudian, terlihat mata itu perlahan terbuka dan ia melihat sekelilingnya. Jam menunjukkan pukul 8 pagi dan membuat ia segera bangkit dari tidurnya. "Astaga! Aku ketiduran, max pasti sudah bangun." Sashi dengan segera menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, saat bercermin ia melihat keningnya yang terlihat memar dan seketika ingatannya langsung pada kejadian yang semalam.

__ADS_1


"Jika aku di sini, maka itu artinya Mahesh tidak ...."


"Dia tidak melakukan apapun padamu!" Suara bariton itu mengagetkan Sashi dan membuat ia langsung berbalik mengambil selimut menutupi tubuhnya yang hanya menggunakan handuk.


"Maaf! Aku tidak tau, karena pintunya tidak terkunci! Sungguh aku tidak melihat apapun!" Lucas yang tadinya berniat melihat keadaan wanita itu justru langsung melotot karena pemandangan di depannya. Meksipun hanya sekilas, tapi ia dapat melihat tubuh itu hanya tertutupi sebagian saja.


"Si*al! Apa yang kau pikirkan Lucas?" Merasakan tidak benar jika tetap berada di balik pintu itu ia segera turun. Sedangkan Sashi segera mengunci pintunya dengan tangan yang mendekap selimut dengan erat.


"Semoga saja ia tidak melihat apapun!"


Suasana keduanya langsung canggung saat saling berhadapan di meja makan. Sashi bersikap seolah tidak terjadi apa-apa, dan Lucas ia hanya diam sambil mencoba bicara pada Max yang tengah mengajaknya bicara.


"Mommy! Selamat pagi!" Max dengan senyuman manisnya langsung mendekat dan memberikan ciuman selamat pagi pada wanita cantik itu.


'Manis sekali. Apa pemandangan seperti ini akan aku dapatkan setelah menikah denganmu Tania.'


"Apa Paman Lucas tidak memanggil Mommy? Kenapa begitu lama?" Pertanyaan itu sontak membuat keduanya terdiam dan tanpa sadar saling memandang.


"Oh itu, karena Mommy tadi masih di kamar mandi." Balas Sashi dengan ekspresi wajah yang meyakinkan.


"Hmmm, baiklah."


"Sekarang, ayo makan." Ajak Sashi dan ia baru sadar ada sosok baru di meja makan kediamannya.

__ADS_1


"Silahkan Lucas."


"Terima kasih." Ketiganya langsung makan dengan tenang sesekali pria itu mencuri pandang pada keduanya.


Wanita cantik itu mengambilkan ikan untuk putranya sambil pikirannya tertuju pada kejadian semalam dan akan memikat penjelasan dari Lucas, saat melihat Lucas netranya membulat ke arah pria itu.


"Itu!"


Bersambung.....


Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️❤️


Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya teman author cerita nya seru lho!!!!



Blurb :


Seperti biasanya, Bang Alan pulang kerja ketika Azan Subuh mulai menggema. Saat itu pula aku mulai bekerja mengais rezeki sebagai buruh cuci, pakaian para tetangga.


Sebelum mencuci pakaian orang lain, aku memprioritaskan mencuci pakaian keluargaku sendiri. Namun, aku sungguh dikejutkan oleh benda keramat dari kantong celana yang digunakan suamiku tadi malam.


Benda itu merupakan sebuah bekas bungkus ****** yang dulu sering aku lihat di televisi. Ini milik siapa? Kenapa ada di kantong celana milik suamiku?

__ADS_1


__ADS_2