Pendamping Hidup Mommy Sashi

Pendamping Hidup Mommy Sashi
Pelajaran Berharga


__ADS_3

Sebelum lanjut membaca episode berikutnya yuk mampir ke karya author terbaru yang berjudul "Suami Rahasia Madam Rich' ceritanya seru lho! Mengisahkan tentang wanita kaya ya merahasiakan suaminya. Wah, kenapa ya? Dari pada penasaran yuk langsung kepoin!




Jangan lupa untuk memberikan dukungannya juga ya. Ok, mari kita lanjut ke episode berikutnya. Selamat membaca!!!


Lucas membawa Sashi dari sana setelah perdebatan dengan papanya. "Berani melangkahkan kaki lagi, maka ...."


"Apa? Papa akan mencoret ku dari keluarga? Lakukan saja!" Ramon memandangi putranya dengan sengit.


"Berhenti Lucas!" Suara itu menghentikan pergerakan Lucas, begitupun Sashi yang melihat sosok wanita yang masih cantik dan bugar yang baru saja turun dari tangga.


"Mama."


"Kau mau kemana?" Tanya wanita itu.


"Kenapa tidak Mama tanyakan pada suami Mama apa yang ia katakan?" Lucas menunjuk Papanya dengan matanya membuat wanita itu segera melirik suaminya.


"Sayang?"


"Apa? Putramu itu langsung mengambil kesimpulan sendiri! Aku belum mengatakan keputusan ku padanya, tap ...."

__ADS_1


"Keputusan penolakan Tania ku! Mama tau itu?"


"Dengar kan?" Ramon malah duduk dengan santai.


"Duduklah dulu, dan dia .... cantik sekali." Wanita paruh baya itu melirik Sashi yang wajahnya sembab.


"Tidak! Aku tidak mau Tania dipermalukan lagi!"


"Lucas, kami tidak menolak dia menjadi menantu. Tapi Papa mu itu memiliki ...."


"Aku belum selesai bicara, kau dengar baik baik anak muda! Aku menolaknya karena dia memanggil ku dengan Paman. Aku ingin dia memanggil ku dengan Papa, sejak awal aku sudah menunggu itu, tapi tak kunjung juga. Bukankah jika seorang menantu perempuan merupakan seorang putri?" Pasangan itu terdiam, terutama Sashi yang tidak menyangka akan ucapan dari pria itu.


"Jadi? Bagaimana Tania? Tidakkah kau ingin memanggil ku dengan Papa? Atau kau tidak mau menjadi menantu di sini?"


"Benar, begitulah yang benar."


"Papa aku ...." Lucas merasa bersalah karena sudah salah paham pada pria yang membesarkannya itu.


"Itu adalah pelajaran untukmu Lucas, dalam hidup ini begitu banyak hal yang akan terjadi. Apalagi kejadian seperti ini, karena itu dengarkan ucapan seseorang terlebih dahulu dengan lengkap baru mengambil keputusan. Tidak baik mengambil keputusan di saat marah. Begitu juga dengan rumah tangga nanti, akan banyak hal yang bisa membuat kesalahpahaman. Karena itu dengarkan penjelasannya terlebih dahulu." Lucas tertunduk diam, sungguh ia mendapatkan pelajaran berharga dari Papanya.


"Lagipula siapa yang bisa menolak kualitas calon menantu seperti ini. Cantik di luar dan juga di dalam, wanita hebat dan kuat, pintar. Walaupun kau membawa perawan ke mari, dan juga cantik, tapi prilakunya seperti tidak berpendidikan. Kami tidak akan mau Lucas, saat bertemu dengan-nya, aku merasa pilihan putraku adalah tepat. Tania, kami menerima mu apa adanya, kami tidak melihat masa lalu atau status mu. Kau sangat sempurna untuk putraku." Sashi sungguh merasa bahagia dia tak berhenti mengeluarkan air matanya karena bahagia dipertemukan dengan mereka semua.


"Terima kasih Mama." Hanya itu yang bisa disampaikan oleh Sashi dan tak diduga Mama Lucas yang bernama Lastri memeluk dirinya seperti seorang ibu yang dirindukan dan sudah lama tidak Sashi rasakan.

__ADS_1


"Selamat datang di keluarga kami." Ramon dan Lucas menyaksikan hal itu, tak lama Lucas merasakan tangannya disenggol oleh Papanya.


"Apa Pa?" Tanya Lucas.


"Segera persiapkan pernikahan kalian, kau tidak mau menunggu lebih lama lagi kan?" Ujar pria itu membuat Lucas tersenyum mengangguk.


"Iya Pa, tapi bagaimana dengan ...."


"Jangan khawatir, Papa akan mengurus hama kecil itu, karena itu kita harus segera mendeklarasikan hubungan kalian agar segera sah dan tidak ada sesuatu yang akan mereka jadikan senjata nanti."


"Terima kasih Pa."


"Apapun untuk kebahagiaan putraku." Lucas memeluk Papanya dibalas dengan pria itu dengan erat.


"Ngomong-ngomong, bawalah juga cucu tampan ku itu."


"Papa tenang saja, kami akan segera membawanya."


"Iya, bawalah secepatnya."


"Ayo, kita makan dulu." Lastri mengajak putra, suami dan Sashi untuk ke meja makan. Mereka berbincang-bincang hangat dan dipenuhi oleh tawa. Sashi sangat bersyukur akan hal ini.


Bersambung.....

__ADS_1


Ayo, siapa yang salah paham??? Hehehe. Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️


__ADS_2