Pendamping Hidup Mommy Sashi

Pendamping Hidup Mommy Sashi
Pembicaraan Orang Dewasa


__ADS_3

Sashi masih senantiasa duduk sambil bercerita tak lupa dengan air matanya yang tidak mau mendengar larangannya. "Kau tahu, aku tidak menyangka akan bisa membesarkan Max hingga sekarang. Walaupun kau tidak mendampingi ku selama ini, tapi aku tau kau selalu ada di hatiku, kau selalu melihat ku dan putra kita kan? Maaf, aku masih belum bisa berbuat banyak mengenai orang dibalik kepergian mu Sayang. Tapi, aku janji dan pastikan apa yang tersembunyi itu akan segera terkuak dan mengenai perusahaan, lihat sekarang aku sudah menjadi Nyonya CEO, Sashi mu sudah menjadi seorang CEO. Aku hebat kan? Kau pasti sangat bangga padaku, hmmm?"


Terdengar helaan napasnya sebelum melanjutkan ucapannya, pipi itu sudah semakin basah saja. "Aku sangat merindukanmu. Sangat! Tapi aku sadar dunia kita berbeda, dan bukan berarti cinta dan semuanya untukmu masih sama Sayang. Aku hanya bisa mengatakan itu, meskipun banyak hal yang ingin ku katakan. Aku mencintaimu Malik ku." Sashi mendekap nisan itu dan memberikan ciuman manis di sana seolah-olah ada tubuh Malik di hadapannya. Hal itu tidak luput dari pandangan Lucas.


"Pasti Mommy mengeluh. Ceritanya sangat panjang, Daddy past terkekeh mendengar curhatan Mommy. Sekaligus sangat bangga, benarkan Paman?"


"Iya, tentu saja." Max tampak menyandarkan kepalanya ke bahu pria itu yang masih menatap Mommy nya dari kejauhan.


'Bahkan, aku sudah lebih dulu menanam rasa untuk Mommy mu. Dia .... semakin berjalannya waktu, dia menjadi pribadi yang kuat. Dan hal itu semakin menambah kekaguman dan rasaku padanya.'


Setelah selesai dari kunjungan mereka, ketiganya pergi ke sebuah restoran, di mana terlihat Max begitu menyukai hal ini. Senyum itu tidak pernah luntur dari wajahnya. "Kita seperti keluarga kecil hihihi." Ujar Max dengan candaan yang direspon berbeda dari kedua orang itu.


"Max, jangan bicara saat makan. Hmmm?"


"Max bisa menganggap nya seperti itu. Tidak masalah, lagipula Paman sangat suka dan tidak keberatan." Max tidak menjawab karena sedang mengunyah, dan wanita cantik itu hanya menatap diam Lucas dengan pikirannya sendiri.

__ADS_1


Tak lama setelah jalan-jalan sore itu, mobil itu langsung terpakir di kediaman mewah itu. Terlihat semuanya langsung turun dan disambut oleh wanita yang mulai menua itu. "Masuklah, sampai mobilmu datang." Sashi langsung masuk setelah mengatakan itu.


"Terima kasih." Keduanya duduk di sofa mahal itu, mata keduanya saling menatap beberapa saat. "Max, ganti pakaiannya ya. Jangan lupa mandi!"


"Ok Mommy, dan Paman tunggu aku ya." Setelahnya itu, tubuh kecil itu segera meninggalkan kedua orang dewasa itu.


"Ngomong-ngomong soal tadi .... sebaiknya lupakan saja, kau tau Max hanya ...."


"Aku tidak masalah!"


"Apa aku terlihat bercanda Tania?"


"Aku tidak tau. Tapi jika hal ini berlanjut maka tidaklah baik."


"Tidak baik bagaimana maksudnya?"

__ADS_1


"Kau akan menikah dan memiliki keluarga sendiri nanti. Max akan merasakan perbedaan nya nanti."


"Kau benar."


"Akhirnya kau paham juga. Aku senang sekali mendengarnya."


"Iya, tapi Max tidak akan merasa begitu jika kau yakin menjadi istriku Tania." Sashi langsung menghentikan pergerakannya mendengar ucapan pria itu.


Ayo, gimana jawaban Sashi? Saksikan kelanjutannya di episode berikutnya ya.


Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️


Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya baru author yang berjudul Ada Apa Dengan Suamiku? Ceritanya seru lho!


Kehidupan rumah tangga Hana yang bahagia ditambah dengan suami yang sangat mencintainya. Tiba-tiba berubah seketika setelah suaminya kembali dari luar kota, sang suami yang semula sangat pekerja keras dan menyayangi serta peduli padanya berubah menjadi pemalas dan pemarah. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah Hana yang tidak mengenal suaminya dengan baik atau ada hal yang lain?

__ADS_1



__ADS_2