
Bramantyo itulah nama pria paruh baya itu, ia memiliki putra yang berusia 25 tahun saat itu, tentunya seusia dengan Malik. Kecelakaan yang menimpa Malik bukanlah ia pelakunya, saat melihat Malik akan dibawa oleh segerombolan orang itu, ia segera bertindak karena memang dirinya mengikuti Malik untuk membicarakan sesuatu. "Hei, apa yang kalian lakukan!" Dengan segera Bramantyo yang walaupun usianya sudah setengah abad, tapi fisiknya masih bagus dia juga ahli dalam ilmu bela diri. Pertarungan itu terjadi, Bramantyo tepat berada di sisi jendela mobil membuat ia tertangkap di cctv sebagai pelakunya. Tak lama setelah menyingkirkan segerombolan orang itu, ia segera membawa Malik ke rumah sakit.
"Dokter!" Panggilnya dengan segera dan terlihat dokter segera bertindak untuk itu.
"Astaga! Siapa yang harus ku hubungi? Aku lupa mencari ponselnya.
Di tengah kegelisahan itu, dokter datang dengan cepat. "Bagaimana dokter?" Tanyanya dengan cepat.
"Begini Tuan, kondisi pasien cukup parah di bagian pinggang ke bawah, dan juga terdapat luka yang serius di bagian wajahnya. Dan sepertinya ada masalah di bagian paru paru pasien mungkin ada sesuatu yang menyebabkan nya. Saat ini kita akan lihat dulu bagaimana kedepannya. Sebaiknya hubungi keluarga pasien.
Hampir setengah jam dalam kebingungan, dia dikagetkan dengan bunyi dering ponselnya dan segera ia mengangkatnya. "Halo?"
"Tuan, kondisi tuan muda semakin memburuk. Ia membutuhkan tindakan segera. Dan masalahnya kita belum menemukan donor ya tepat." Belum selesai percakapan di sana, ia dikagetkan dengan para perawat yang
berlari menuju kamar perawatan Malik membuat pria itu membagi pikirannya.
"Ada apa sus?" Tanyanya dengan cepat.
"Itu, kondisi pasien semakin memburuk!"
"Apa!" Hingga lima belas menit kemudian, ia mendapatkan kabar yang buruk. Di sisi lain entah bisikan siapa. Ia pergi menemui dokter yang baru saja memeriksa Malik.
"Iya Tuan, ada apa?"
"Begini, apa aku bisa menjadikan pasien di dalam sebagai pendonor jantung?" Sontak saja pertanyaan itu membuat dokter itu kaget.
"Maksudnya transplantasi jantung?"
"Iya, dan aku ingin Dokter melakukan pemeriksaan terhadap jantung nya."
__ADS_1
"Pak, anda tau apa yang anda katakan? Bukankah Anda bukan dari keluarga pasien? Lalu, ini ... Maaf saja, saya tidak bisa melaksanakan kecuali dengan persetujuan dari pasien." Bramantyo yang mendengarnya langsung pergi ke ruangan Malik yang tengah berjuang di dalam.
"Kau ...?" Hanya itu yang Malik katakan dengan pelan.
"Iya, aku yang membawamu kemari. Kau merasakan sesuatu?"
"Aaa .... a-ku ..."
"Aku akan menghubungi istrimu, bukankah itu yang kau mau?" Malik yang mendengarnya langsung meneteskan air matanya. Tidak mendapatkan jawaban, ia segera bangkit tapi saat melangkah ia mendengar suara yang cukup keras dan saat berbalik itu berasal dari Malik.
"Astaga! Dokter!!" Bramantyo langsung berteriak memanggil dokter.
Tetesan air membasahi meja itu disertai getaran di sana. Tampak Lucas menguatkan Sashi yang menangis. "Aku mendapatkan persetujuan dari suamimu. Ini, kau bisa melihatnya sendiri. Tidak ada paksaan di sana, dia menyetujuinya asalkan aku membantumu dari serangan dari adik iparmu dan juga kompolotan nya. Mungkin kau juga tidak bisa percaya begitu saja, karena mungkin aku melakukan sesuatu pada suamimu. Aku hanya iseng bertanya saja karena sudah frustasi, tapi suamimu mendengar nya. Aku memang pernah bercerita mengenai kondisi putraku padanya, meskipun kami hanya bertemu sesaat tapi entah mengapa aku merasa suamimu adalah pria yang baik dapat dipercaya. Ia mengatakan padaku meskipun sulit, saat
Transplantasi itu berhasil, ia berharap kau dan anak kalian dapat mendengar detak jantung kebahagiaan nya nanti, meski bukan berasal dari tubuhnya lagi, dia juga mengatakan jika jantungnya tetap berdetak ia akan tetap merasakan hal buruk yang akan datang padamu dan ia akan mengetahuinya dengan segera."
"Iya, sejak remaja ia mengalami masalah pada jantungnya, dan itu membuatnya harus segera melakukan transplantasi. Mungkin mudah bagiku untuk mencari seseorang sebagai pendonor nya. Tapi permasalahannya adalah kecocokan darah, suamimu Malik memiliki kecocokan darah dengan putraku. Karena itu aku mengambil langkah dengan cepat, jadi jangan salah paham. Aku melakukan serangkaian pemeriksaan sebelumnya."
"Itu adalah surat dan rekaman suaranya sebelum pergi. Mungkin ia merasakan waktunya tidak lama, dan ya. Ia memiliki sesuatu untukmu, maaf aku lupa memberikannya."
"Lalu kenapa kau diam saja? Kenapa tidak mengatakannya?" Sashi dengan wajah sembab dan suara getar bertanya.
"Karena menunggu waktu yang tepat. Aku tau aku salah mengambil keputusan ini. Tapi sisi baiknya kau menjadi pribadi seperti yang diinginkan Malik."
Setelahnya mengatakan itu Bramantyo segera pergi dari sana meninggalkan Sashi dan Lucas yang masih terdiam. Tangan itu memeluk surat dan juga kotak yang dihias dengan tali pita yang cantik.
Bersambung.....
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️❤️❤️ Terimakasih semuanya
__ADS_1
For You Information
Transplantasi jantung adalah proses pengangkatan jantung yang sudah tidak bekerja secara optimal dan menggantinya dengan Prosedur transplantasi jantung aman dilakukan selama pasien tetap menjalani pemeriksaan secara rutin setelahnya.
Prosedur Transplantasi Jantung
Operasi transplantasi jantung dilakukan demi keselamatan dan peningkatan kualitas hidup pasien. Secara garis besar, berikut ini adalah tahapan transplantasi jantung:
Tahap I: Menemukan donor yang tepat
Bukan perkara mudah menemukan donor yang tepat. Biasanya, donor jantung berasal dari orang yang baru meninggal dengan kondisi jantung yang masih baik, misalnya karena kecelakaan lalu lintas atau mati otak.
Meski sudah menemukan donor, banyak faktor yang harus dicocokkan, seperti golongan darah, ukuran jantung, dan seberapa parah kondisi penerima donor jantung. Selain itu, dokter juga akan mempertimbangkan risiko yang dapat dihadapi penerima donor.
Perlu diketahui pula bahwa perpindahan jantung dari donor kepada penerima tidak boleh lebih dari 4 jam agar jantung tetap berfungsi dengan baik.
Tahap II: Mengangkat jantung penerima donor
Setelah jantung yang tepat diperoleh, dokter akan melakukan prosedur pengangkatan jantung pada penerima donor. Tingkat kesulitan dan lamanya proses pengangkatan jantung, tergantung pada riwayat kesehatan jantung penerima donor.
Jantung yang sudah melalui beberapa kali tindakan pembedahan umumnya membutuhkan waktu lebih lama dan lebih sulit untuk diangkat.
Tahap III: Memasang jantung dari donor
Proses implantasi atau penempatan jantung ke penerima mungkin menjadi prosedur termudah dibandingkan proses-proses sebelumnya. Bahkan, secara umum hanya dibutuhkan lima jahitan saja agar jantung dari donor bisa berfungsi dengan baik di tubuh barunya.
Proses ini bertujuan untuk menyambungkan pembuluh-pembuluh darah besar di jantung baru ke pembuluh darah yang akan mengalirkan darah ke seluruh tubuh.
(Sumber, Google.)
__ADS_1