
Kaki itu terus bergerak dengan senang karena melihat makanan yang sampai dan tertata rapi di meja. Sashi tersenyum kecil melihat tingkah laku putranya, terlihat sepiring ayam dengan nasi dan sambal yang lezat yang membuat Max tergugah olehnya.
"Mommy, aku tidak sabar rasanya. Apa masih ada lagi pesanannya?"
"Tidak, sudah selesai. Sekarang cuci tangannya dulu. Baru makan, ini Mommy telah siapkan potongan khusus untuk putra Mommy." Sashi mengoper sepiring menu yang menjadi favorit putranya.
"Sayap Ayam! Ini kesukaanku."
"Iya, sekarang makanlah sayang." Tanpa lama, Max segera berdoa dan mengambil potongan sayap dihadapannya lalu dengan lahap memakannya.
Saat keduanya asyik menikmati makanan, mulut mungil itu segera berteriak memanggil seseorang membuat Sashi terhenti dan melihat kebelakang nya.
"Paman Red!" Sashi melihat sosok tampan itu menuju meja tempat ia dan putranya duduk.
"Halo Boy, kau lahap sekali makannya." Lucas mengusap rambut Max dengan gemas membuat senyum kecil itu terbit.
"Kau di sini juga?" Tanya Sashi membuat manik mata itu melihat wajah cantik itu.
"Iya, aku mau makan siang. Dan ini merupakan salah satu restoran terkenal. Jadi, aku kemari dan tidak ku sangka akan bertemu dengan kalian."
"Iya, benar sekali. Makannya sangat lezat! Lihat aku sudah tambah dua piring." Tunjuk nya ke arah piring yang sudah kosong.
"Max, apa yang Mommy katakan?"
"Hehehe, maaf Mommy. Habisnya aku senang melihat Paman Red, bukan begitu Paman?"
"Iya, tentu saja." Sashi hanya diam sambil mengambil minuman dingin yang ia pesan karena cuaca panas sekali.
"Habiskan makanannya, dan jangan bicara lagi." Ucapan Sashi mendapat anggukan dari putranya itu.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong, boleh aku duduk di sini? Maksudnya bergabung karena meja yang lain sudah penuh." Lucas bicara dengan melihat kegiatan wanita itu.
Mendengar ucapan Lucas, manik hitam itu melihat sekelilingnya dan benar saja meja sudah penuh karena kebetulan sedang jam makan siang.
"Tentu boleh, benarkan Mommy?" Sashi menarik napasnya sambil melihat wajah putranya yang terlihat manis itu.
"Baiklah, duduk saja."
"Yeyyyy! Ayo Paman, duduk di sebelahku." Max dengan senang menggeser tubuhnya ke arah kiri, karena meja mereka merupakan lesehan.
"Terima kasih." Lucas berujar dan tidak ada jawaban dari wanita itu selain anggukan.
"Paman sudah pesan?"
"Sudah, sebentar lagi akan datang." Dan benar saja tak lama pesanan Lucas langsung datang.
"Wah, pesanannya sama seperti Mommy. Paman juga suka pecel lele?"
"Baiklah, selamat makan." Tidak ada percakapan lagi setelah ucapan itu, sesekali Lucas mencuri pandang pada wanita cantik dihadapannya. Seusai makan, kedua pria itu mengobrol tentang berbagai hal, terlihat beberapa kali Lucas tertawa mendengar cerita dari bibir kecil itu. Sashi memandangi keduanya, ada perasaan hangat melihat Max memang membutuhkan kasih sayang seorang Ayah. Tapi, hal itu ia tepis dengan perhatian yang ia berikan, lagipula putranya tidak pernah membicarakan itu. Dihatinya hanya ada Malik, dan belum ada yang bisa menggesernya.
"Berapa semuanya?" Sashi terhenti saat terlihat Lucas terlebih dahulu membayar di kasir.
"Semuanya Rp 150.000 Tuan." Balas kasir itu dan Lucas segera membayarnya.
"Tidak perlu, aku bisa ...."
"Ini, terima kasih dan ambil saja kembaliannya." Lucas segera menarik lembut Max dan mau tak mau membuat Sashi mengikutinya.
Dihalaman restoran itu Sashi mengeluarkan uangnya dan memberikan nya kepada Lucas. "Ini ganti uangnya. Terima kasih ...."
__ADS_1
"Tidak perlu!"
"Apa maksudnya?"
"Anggap saja sebagai terima kasih atas mejanya dan juga cerita yang menyenangkan dari di tampan ini."
"Aku juga senang dengan Paman."
"Ini! Ambilah, aku ...."
"Aku tidak membutuhkannya!"
"Baiklah, kau ingin aku bayar dengan apa? Ingat! Jangan macam-macam!" Lucas terkekeh sekaligus takjub dengan ingatan Sashi.
"Ingatan wanita memang sangat kuat ya. Baiklah, aku akan meminta yang normal tidak ada yang aneh-aneh, tenang saja."
"Segera katakan!" Sungguh Sashi bukan tipe orang yang menerima bantuan begitu saja.
"Tapi kau tak akan ingkar kan? Maksudnya kau harus menepatinya."
"Iya, asal jangan yang aneh!"
"Aku ingin bayarannya, kau pergi ke pesta strike Company bersama ku!"
"Apa?"
Bersambung.....
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️
__ADS_1
Terima kasih banyak