Pendamping Hidup Mommy Sashi

Pendamping Hidup Mommy Sashi
Harapan


__ADS_3

Kecemasan melanda pria saat baru saja sampai di depan kediaman mewah itu. Dengan perlahan, ia menuju pintu dan saat akan mengetuk ia dikejutkan dengan pintu yang terbuka dan menampilkan wajah yang ia kenali. "Astaga, Mbok Tin!" Ia berujar dengan menyentuh dadanya yang berdetak kencang.


"Mbok mendengar suara deru mesin mobil jadi Mbok langsung buka pintu." Balas wanita tua itu sambil melirik mobil.


"Di mana Sashi?" Sontak Lucas langsung sadar dan mengeluarkan Sashi dari mobil dan menggendong wanita itu membuat Mbok Tin mengernyitkan dahinya.


"Apa yang terjadi dengan Sashi?"


"Ia pingsan Mbok. Akan aku jelaskan di dalam. Max sudah tidur kan?"


"Iya, dia akhirnya tertidur setelah menelfon." Mbok Tin segera menutup pintu dan membantu Lucas membuka pintu kamar wanita itu. Lucas langsung membaringkan tubuh Sashi di ranjang dengan hati-hati.


"Mbok, bisa bawakan kotak obat untuk memar di keningnya." Pinta Lucas dan langsung diangguki oleh wanita itu.


"Tunggu sebentar." Mbok Tin langsung menuju ke bawah.

__ADS_1


Lucas langsung mengobati luka memar di kening yang menghiasi wajah cantik itu, dengan hati-hati agar Sashi tidak terbangun.


Sedangkan Mbok Tin turun dan membuatkan minuman untuk pria itu.


Saat pintu itu terbuka, wajah tua yang mulai keriput itu tersenyum melihat pemandangan dihadapannya. Terlihat sosok tampan itu ikut terlelap di samping Sashi sambil menggenggam tangan Sashi. Ada perasaan senang di hatinya, yang berharap suatu saat nanti, akan ada pria yang menyayangi dan menjaga Sashi serta Max dari orang yang berniat buruk. Serta tentunya, ia berharap Sashi dapat membuka hatinya tanpa menggantikan posisi Malik di hidupnya.


"Sepertinya Lucas memiliki perasaan pada Sashi. Apa dia mengetahuinya?" Dengan perlahan ia menutup pintu dengan minuman ditangannya dan meninggalkan kedua orang itu yang saling terlelap.


Keesokan harinya, suara kicauan burung mengisi telinga pria tampan itu yang membuat ia mengerjapkan matanya beberapa kali dan akhirnya matanya melihat dengan jelas, di mana ia sekarang. Wajah itu langsung tersenyum saat melihat sosok dihadapannya saat ini, ia menyandarkan tangannya untuk menyangga kepalanya sambil melihat wajah cantik itu yang seperti Putri tidur. "Aku berharap ini akan menjadi rutinitas ku nantinya saat bangun tidur dan melihat mu di samping ku. Apa itu akan terwujud nantinya? Aku berharap kau bisa menyadari perasaan ku Tania, atau kau merasakannya." Gumamnya dengan matanya yang masih menatap wajah cantik itu.


Bersambung.....


Kira-kira tangan siapa ya? Sashi, Max atau Mbok Tin atau Ari?


Saksikan kelanjutannya besok ya, boleh berikan vote karena sekarang hari Senin. Terima kasih ya.

__ADS_1


Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️❤️❤️


Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya teman author cerita nya seru lho!!!!



Blurb : Kehamilan merupakan sebuah impian besar bagi semua wanita yang sudah berumah tangga. Begitu pun dengan Arumi. Wanita cantik yang berprofesi sebagai dokter bedah di salah satu rumah sakit terkenal di Jakarta. Ia memiliki impian agar bisa hamil. Namun, apa daya selama 5 tahun pernikahan, Tuhan belum juga memberikan amanah padanya.


Hanya karena belum hamil, Mahesa dan kedua mertua Arumi mendukung sang anak untuk berselingkuh.


Di saat kisruh rumah tangga semakin memanas, Arumi harus menerima perlakuan kasar dari rekan sejawatnya, bernama Rayyan. Akibat sering bertemu, tumbuh cinta di antara mereka.


Akankah Arumi mempertahankan rumah tangganya bersama Mahesa atau malah memilih Rayyan untuk dijadikan pelabuhan terakhir?


Kisah ini menguras emosi tetapi juga mengandung kebucinan yang hakiki. Ikuti terus kisahnya di dalam cerita ini!

__ADS_1


__ADS_2