
Ari terus memandangi Sashi di dalam mobil. Membuat wanita itu peka dengan tatapan Ari. "Ada yang menganggu mu? Kalau iya katakanlah."
"Mbak mengenal CEO strike Company?" Ari ingin mendengar penjelasan dari wanita itu dan melihat kejujurannya.
"Aku rasa mas Malik sudah bicara ini padamu. Mungkin sedikit, karena aku tahu bagaimana kalian berdua."
"Iya, memang Mas Malik pernah mengatakannya. Jadi benar?"
"Aku tidak tahu pasti. Tapi wajahnya sangat mirip, aku tidak mungkin salah mengenali. Hanya saja ia tidak mengingat apapun seperti ia baru datang ke sini. Aku juga heran karenanya."
"Dan rasa ...."
"Hahahaha, kau ingin tau perasaan ku?" Ari hanya mengangguk membuat Sashi terdiam sejenak sebelum bicara.
"Jujur saja, ada getaran saat bertemu dengannya. Tapi, kebersamaan dan posisi Malik tidak akan tergantikan. Apa aku terlihat berpaling? Dan kau juga tahu Ari, bagaimana saat ini aku dengan Lucas."
"Jika demikian, lalu bagaimana dengan Lucas? Mbak tidak merasakan sesuatu?" Sontak pertanyaan itu membuat Sashi terdiam lama.
"Mbak, jika boleh. Aku ingin memberikan saran, tanyalah pada hati Mbak untuk keputusan ini."
"Hanya getaran saat tidak lama berjumpa. Dan untuk Lucas, aku merasa nyaman dengannya. Dan karena itu dalam waktu tiga bulan ini, kita akan melihatnya. Aku tidak mengambil keputusan yang penting secepat itu Ari. Kau tau benar akan hal itu, jika aku mau, aku tidak akan menikah lagi. Tapi mengingat Max aku bisa kembali mempertimbangkan. Lagipula, Tuan Allan hanya masa lalu yang datang lagi. Itupun belum pasti, tapi Lucas .... kita akan melihatnya nanti. Kau sendiri menerimanya? Jika ada seseorang yang menjadi Ayah bagi Max?"
"Aku tidak bisa memungkiri hal ini, bagaimana pun Max berhak untuk itu. Selagi orangnya baik dan sungguh menyayangi nya, dan Mommy nya adalah singa yang hebat dalam memilih. Aku tidak meragukan itu, mas Malik akan senang karenanya."
__ADS_1
"Masih belum. Kasusnya belum selesai."
"Mbak, ngomong-ngomong masalah itu. Aku menemukan fd ini."
"Dari mana kau dapatkan?"
"Coba tebak?"
"Lucas?"
"Tepat sekali. Aku tidak tahu isinya dan bagaimana caranya ia mendapatkan. Tapi mengingat koneksi dan permintaan Mbak. Aku rasa ia bergerak cepat."
"Kita akan lihat segera. Percepat kemudinya, kita ke perusahaan!"
"Baik Mbak." Sashi menggenggam erat fd di tangannya, terlihat wajah itu terlihat sedikit cemas akan fakta di dalamnya dan juga pertanyaan mengenai bagaimana Lucas menemukannya. Tapi yang jelas Sashi tidak sabar melihat isinya.
"Bagaimana?"
"Sudah Tuan."
"Bagus!"
"Tuan, anda yakin dengan ini?"
__ADS_1
"Hmmm?"
"Bagaimana, jika setelah mengetahuinya. Ia berniat membalas dan mungkin itu bisa saja menyakiti Tuan sendiri."
"Aku akan menerimanya, tapi aku tidak akan membiarkan ia berada di jalan yang salah!"
Bersambung....
Wah, apa yang akan ditemukan oleh Sashi di flashdisk itu? Dan apa tindakannya? Saksikan kelanjutannya di episode berikutnya ya.
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya, dengan cara like komen dan vote serta hadiahnya.
Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya teman author cerita nya seru dan menegangkan!!!
Di sebuah kampus mewah, tepat di ruang loby itu tiga anak muda terlihat sedang duduk beralaskan karpet di bawah pohon. Buku-buku pelajaran terbuka, sementara remah remah makanan ringan berceceran di atas meja.
Langkah Hanna dihentikan oleh sebuah tangan, Hanna terdiam pasi, kala sebuah akar yang tiba saja melilit kaki kanannya, jelas ia lihat benda kenyal seperti tangan menempel ke kakinya baru saja.
Saat itu remang remang. Sehingga tidak terlalu jelas apa yang ada di sekitar. Pandangan Hanna dipalingkan ke kiri dan ke kanan, tapi tak terlihat seorang pun. Hingga ia menatap atas atap pohon besar, tepat diatas kepalanya.
Sosok itu jelas mengeluarkan suara lidah, Hanna tiba saja menatap atas kepalanya. Begitu terdengar kaget, ketika dari ujung pohon sebuah lidah panjang menjulur menghampiri wajah Hanna.
__ADS_1
Aaaaarrrrgh!! teriak Hanna saat itu, tanpa sadar suaranya mengecil dan wanita berwajah lidah melilit lehernya dengan darah yang menetes bau amis, membuat Hanna mual dan ingin muntah. Tapi saat berteriak Hanna tiba sudah berada di berbeda tempat.
Yuks! intip kisah Hanna indigo tersesat dihutan acara camping. Judul 👉 "PEKA."