
Dentingan detak jam menghentikan kisah Sashi. Sashi menghela napasnya dengan panjang, ia menoleh ke arah putranya yang ternyata sudah tertidur pulas. " Kau persis seperti dirinya saat tertidur, semuanya sangat persis. Rupanya kau tertidur saat Mommy bercerita ya. Itulah kisah saat Daddy mu melamar Mommy, selamat tidur sayang." Sashi membetulkan posisi Max dan tak lama ia segera menutup matanya, menyusul putranya di alam mimpi.
Keesokan paginya, ditengah kesibukannya menjadi seorang Ibu, Sashi juga mulai mengurus perusahaan dari rumah. Ari akan datang dan memberikan dokumen untuk Sashi tangani dan melihat perkembangan perusahaan yang semakin pesat.
"Ini Mbak, persentase dari proyek yang kita kerjakan bersama L.R Company." Ari memberikan dokumen mengenai progres pembangunan proyek bersama.
"Terus awasi, aku tidak ingin ada kecolongan."
"Baik Mbak." Saat keduanya asyik membahas perusahaan, tiba-tiba saja mereka dikejutkan dengan kemunculan sosok kecil yang berlari menuju mereka.
"Tante, adik Max melotot padaku!" Hans mengadu pada Sashi karena bayi Max melotot padanya.
"Adik Max melotot padamu?" tanya Ari lagi memastikan ucapan putranya.
"Iya Ayah, ia melotot padaku. Senyum tampannya jadi hilang. Ayo, aku perlihatkan!" Hans menarik tangan ayahnya dan membuat Sashi maupun Ari mengikuti langkah kecil itu.
Saat sampai di kamar Max, Hans memberikan kode pada ayahnya dan Sashi untuk melihat keadaan Max. Dan saat mereka mendekat, terlihat Max tertidur dengan pulas nya.
"Sayang, adiknya sedang tidur." Perkataan Sashi membuat Hans langsung mendekat dan melihat Max dan benar saja ia tertidur dengan pulas.
"Tapi tadi ia melotot padaku." Sepertinya anak itu masih kekeh pada pendiriannya membuat Hans bertanya pada putranya.
"Memang apa yang Hans katakan atau lakukan sehingga membuat adiknya melotot?" mendengar pertanyaan Ayahnya membuat tangan kecil itu mengetuk dagunya beberapa kali sambil berpikir.
"Saat itu ...."
Hans segera turun dan menutup pintu mobilnya dengan segera sambil berlari dan melambaikan tangannya pada sang Ibu. " Hans hati-hati!" Pesan Ibunya, melihat tingkah putranya itu.
"Dah ibu, aku mau segera menemui adik tampan!" Hans langsung masuk dan ia masih mendengar teriakkan Ibunya.
"Jangan nakal, dan nanti pulang dengan Ayah ya!"
"Iya Bu, aku sayang Ibu. Semangat bekerja!" Hans memberikan kecupan jauh ya membuat Alya terkekeh melihat kelakuan putranya. Ia harus pergi ke restoran miliknya karena ada urusan penting, dan setelah menjemput putranya dari sekolah. Putra tampannya itu meminta ke rumah Sashi untuk melihat si mungil Max.
"Adik, aku datang!" Hans langsung masuk dan saat di ruang tamu, ia bertemu dengan Mbok Tin yang tengah membersihkannya meja.
"Hans!" Suara itu membuat Hans langsung menoleh dan mendekati Mbok Tin sambil bersalaman dengannya membuat Mbok Tin terkesima dengan sikapnya.
"Nek, mana Adik?" Pertanyaan itu tentu sudah ditebak oleh Mbok Tin, karena jika ia datang, maka hanya Max di pikirannya.
"Adiknya sedang tidur, ia ada di kamarnya." Setelah mendengar hal itu, tak lupa ucapan terima kasih ia segera berlari menuju kamar Max. Dan benar saja ia menemukan Max tengah main sendiri dengan menggerakkan kakinya.
__ADS_1
"Adik ternyata sudah bangun, apa karena tau Kakak akan datang?" Setelah mengatakan itu membuat Max bereaksi dan tersenyum melihat Hans.
"Adik Max tampan sepertiku!" Hans sangat senang melihat Max memberikan reaksi dari setiap ucapannya. Hans meletakkan tas dari punggungnya ke meja di kamar itu dan ia menjadi lebih dekat dengan Max.
"Kau tau? Tadi di sekolah sangat menyenangkan sekali! Aku mendapatkan nilai yang bagus tadi karena sudah berhasil menjawab soal dari guru." Max terus tersenyum dan tertawa sambil menghentakkan kakinya yang menunjukkan dirinya antusias sekali.
"Tapi... semuanya jadi kacau! Karena ada anak yang sangat jahil dan membuat es krim kakak terjatuh! Ia nakal sekali dan ia juga melototkan matanya pada Kakak seperti ini!" Hans langsung menunjukkan wajah melotot nya sambil kesal mengingatnya. Max yang tadinya terlihat senang sekarang menjadi terdiam tak berekspresi.
"Dan adik tau...." Belum selesai Hans melanjutkan ceritanya ia menjadi terkejut melihat Max melototkan mata bulatnya itu membuat Hans langsung kaget dan lari mencari ayahnya.
"Adik jadi menyeramkan!" Mendengar cerita anak itu membuat Ari dan Sashi tertawa dan membuat Hans menjadi bingung.
"Begitulah ceritanya, adik langsung melototkan matanya padaku." Sashi mendekati Hans dan memberikan penjelasan pada anak itu.
"Apa Hans tau, umur adik sekarang berapa?" Tampak Hans terdiam sejenak sebelum menjawab.
"Dua bulan, aku benarkan?" Hans menunjukkan jarinya pada Sashi membuat Sashi mengangguk membenarkan jawabannya.
"Tepat sekali!"
"Lalu apa hubungannya?"
"Benarkah? Kalau begitu katakan padaku!" Hans terlihat antusias sekali mendengarnya.
"Adik memiliki kemampuan yaitu berinteraksi dengan memberikan senyuman kepada kita, dan jika kita membalas senyumannya, itu artinya ia menyukai hal itu."
"Lalu bagaimana dengan alasan ia melotot padaku?"
"Kalau itu, tadi Hans kan bercerita dan menunjukkan ekspresi wajah kepadanya dan adik juga meniru ekspresi dari lawan bicaranya."
"Oh begitu rupanya." Hans manggut-manggut mengerti membuat wajahnya terlihat lucu dan menggemaskan.
"Jadi sayang, kau sudah mengerti?" tanya Sashi sambil mencubit pipi chubby itu.
"Iya, aku sudah mengerti!"
"Dan, walaupun adik belum bisa membalas saat kita bicara padanya atau membacakan cerita kepadanya, biasanya dia sudah senang ketika mendengar seseorang berinteraksi dengannya.
"Dengan senyuman tadi!" Hans menjawab dengan semangat.
"Kau memang pintar." Ari menunduk dan memeluk putranya.
__ADS_1
"Nyonya!" Ketiganya dikejutkan dengan teriakan seseorang yang menuju mereka.
"Ada apa?" tanya Sashi pada salah satu Pelayan nya.
"Itu Nyonya, Mbok Tin ia ...."
"Ia apa!"
"Kami menemukannya pingsan di halaman belakang Nyonya!"
"Apa!"
Bersambung....
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️.
Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya teman author cerita nya seru lho!
Menceritakan wanita yang nyaris sempurna hidup dan fisiknya.
Sangat cantik, pintar dan tajir. Namun, kesepian dan butuh cinta.
Keadaan memaksa nya untuk menikah, dan dia membutuhkan lelaki untuk bisa dinikahinya.
Dan lelaki yang dinikahinya harus mau menerima bayaran untuk pernikahan itu dan menjadi suaminya, sebagai suami bayaran.
Karena dia belum bisa sepenuhnya mempercayai kata cinta. dan tidak ingin terhutang budi oleh seseorang karena telah menikahinya.
Namun siapa sangka, lelaki yang dinikahinya itu, seorang bocah yang masih dibawah umur, yang diidolakan banyak kaum hawa.
Agung. Seorang lelaki bocah yang ternyata mempunyai kehidupan yang sempurna juga, dia di idolakan oleh hampir semua kaum hawa di sekelilingnya. Bahkan setelah menjadi suami Alexa ,Agung pun di idolakan dan di incar oleh para kaum hawa yang ada dalam kehidupan Alexa.
Lalu, akankah Alexa mampu mempertahankan Agung tetap jadi milikny?
Akankah Agung tetap setia?
Dan akankah Alexa kuat dengan semua masalah yang dihadapinya?
Dimana masalahnya ternyata penghianatan dari orang-orang terdekatnya?
__ADS_1