
Isak tangis menghiasi ruangan itu dalam dekapan pria itu Sashi menumpahkan semua perasaan nya. "Kau ingin menemui nya?" Lucas bertanya dengan pelan sambil melihat air mata itu terus mengalir.
"Ia, aku ingin bertemu. Pantas saja aku merasakan hal yang tidak asing saat bersamanya."
"Baiklah." Lucas bangkit dan membuat Sashi menghapus air matanya.
"Kau marah? Kau belum mende jawabanku. Kejadian pergi?"
"Aku sudah tahu." Singkat, setelah mengatakan nya. Lucas segera beranjak, namun langkah kaki itu terhenti saat mendengar ucapan Sashi.
"Buatlah aku mencintaimu Lucas. Aku hanya ingin bertemu dengannya saja, bukan berati aku memilih nya. Atau kau memiliki alasan agar menjauh dariku??"
"Kau bilang apa?" Lucas kembali menatap wajah cantik itu yang berada dihadapannya dengan langkah yang cukup jauh.
"Aku memilihmu. Tidakkah kau...." Sashi menghentikan ucapannya saat merasakan dekapan hangat dari Lucas. Pria itu memeluk dirinya dengan erat.
'Sangat nyaman. Aku merasakan perasaan tenang saat seperti ini Lucas.' Sashi akui ia merasakan getaran aneh saat bersama dengan Lucas. Hanya saja, ia menepisnya dengan hal yang harus ia lakukan, perasaan itu sepertinya mulai muncul dan Sashi berharap benih itu berhasil ditumbuhkan oleh Lucas.
"Aku akan membuatmu mencintai ku. Aku akan membahagiakan mu Tania." Keduanya saling berpelukan dengan langkah pertama dari hubungan mereka.
Max memandangi kedua wajah yang baru saja memasuki ruangannya. "Mommy!" Max langsung memeluk tubuh itu dibalas dengan Sashi dan Lucas tersenyum melihatnya.
"Sudah makan?" Tanya Sashi lembut disertai mengelus rambut putranya.
__ADS_1
"Sudah Mommy."
"Sudah minum obatnya?" Kali ini Lucas yang bertanya membuat wajah polos itu melirik dirinya.
"Sudah Paman."
"Mbak, dokter bilang. Kondisinya sudah membaik dan Max bisa pulang."
"Hore! Aku ingin pulang dan bermain seperti Paman janjikan! Paman tidak lupakan?"
"Tidak, tapi Max harus istirahat dulu. Besok kita pergi."
"Janji? Tidak bohong?"
"Deal!" Sashi tersebut melihat kedekatan keduanya. Dalam hatinya ia tidak salah dalam mengambil keputusan. Tapi bagaimana nanti deh Max saat ia mengetahui yang sebenarnya.
Bak keluarga bahagia, mereka disambut oleh Mbok Tin dan juga pelayan lainnya. Senyum di wajah Max tidak luntur, apalagi saat membuka pintu. Ia melihat pigura Daddy nya yang seolah tersenyum menyambut kedatangannya.
"Daddy, aku pulang! Lihat, aku sudah sehat." Max mengeluarkan candaannya dengan berputar beberapa kali memperlihatkan ia sudah sembuh.
"Ia, sekarang cucu Nenek makan dulu. Nenek sudah memasak makanan kesukaan Max." Mbok Tin mendekati Max yang masih menatap pigura sosok tampan itu.
"Ayo Lucas, kau juga." Sashi berdalih menatap Lucas yang sepertinya menatap pigura Malik dihadapannya.
__ADS_1
"Ah iya, aku kelupaan sesuatu di mobil. Aku ambil dulu, kau masuk lah dulu."
"Baik, aku tunggu di dalam." Sashi melangkahkan kakinya ke dalam sedangkan Lucas melirik sekitarnya dan setelah memastikan tidak ada yang orang. Ia mendekati pigura itu.
"Malik, aku berjanji aku membahagiakan kedua cahaya mu dan melindungi mereka. Tapi, ada satu hal lagi yang akan membuat semuanya tenang setelah ini. Aku harap kau mendukungnya dan tidak membuat Tania dalam bayang-bayang penyesalan."
"Paman!" Suara teriakan Max membuat Lucas segera pergi ke sana dan pigura dengan wajah dengan senyuman manisnya seolah paham dengan ucapan Lucas.
Di restoran mewah, terlihat ketiga orang itu saling menatap satu sama lain dengan diam seribu bahasa. " Jadi, kau ingin menuntut? Atau ingin membalas dendam?" Suara itu aku keluar. Dapat Sashi lihat sosok dihadapannya yang persis dibicarakan oleh Ari.
"Jika aku melakukannya, maka aku sama saja bukan? Aku hanya ingin mendengar penjelasan dari mu."
"Kau yakin? Mungkin kau bisa pingsan karenanya."
"Hhhh, aku tidak selemah itu!" Pria paruh baya itu memandangi dengan lekat wanita cantik dihadapannya.
"Aku akui memang melakukan nya. Tapi aku tidak berniat membunuh suamimu." Sashi hanya diam dengan mengepalkan tangannya dan Lucas yang mengerti mengenggam tangan itu.
"Saat itu ...."
Bersambung.....
Flashback kematian Malik di episode berikutnya ya. Jadi jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️
__ADS_1