
Wajah pucat itu terlihat menghela napasnya setelah mendengar cerita dari Sashi mengenai penghianat di rumah. "Mbok tidak menyangka, ternyata dia rupanya. Tadinya Mbok berpikir bukan dia, tapi penampilan ternyata memang sangat menipu."
"Itulah Mbok, karena itu kita harus hati-hati untuk kedepannya." Ari ikut menimpali.
"Iya Nak, untuk kedepannya Mbok akan hati-hati."
Beberapa hari kemudian, mbok Tin sudah pulih dan semuanya sudah kembali normal seperti sediakala. Si kecil Max sedang bersama dengan Mbok Tin karena Sashi sedang rapat melalui laptop nya. Karena hari ini adalah salah satu rapat penting.
Sashi dapat melihat putranya yang asyik berceloteh dengan Mbok Tin, senyum itu tak luntur dari wajah cantik itu. Sesekali Sashi melirik pigura yang berada dihadapannya yang terpajang rapi di dinding. "Mas, lihatlah ia seperti dirimu."
Waktu telah berlalu, tak terasa usia Max sekarang sudah memasuki 3 tahun. Saat ini Mbok Tin tengah berlari mengejar langkah kecil tampan itu yang berlarian naik turun tangga.
"Max, ayo berhenti Sayang!" Wanita itu terengah-engah karena mengejar langkah kecil yang super aktif itu.
"Mommy!" panggil si tampan itu ke arah taman yang sejuk.
Terlihat dengan langkah tergesa ia menuju wanita yang tengah melakukan Xie bu yaitu posisi istirahat yang dilakukan dengan cara
Silangkan kaki kanan ke atas kaki kiri seperti saat sedang duduk, tapi tanpa menggunakan kursi. Tumpuan yang digunakan adalah lutut kiri.
"Mommy!" Wanita itu langsung tersenyum melihat kedatangan sosok tampan itu yang terjatuh di pangkuannya.
"Max!" Mendengar suara itu membuat wanita itu mencubit kecil hidung mancung itu.
"Mengerjai Nenek lagi?" tanyanya dengan lembut.
"Tidak, Nenek saja yang seperti siput." Ia menjawab sambil memeluk tubuh itu.
"Dasar putra Mommy." Dia adalah Sashi, wanita cantik itu sekarang berumur 27 tahun, terlihat wajah cantik itu semakin terpancar saja, membuat ia terlihat seperti anak remaja.
"Mommy, aku lapar." Adu si kecil itu, dan tak lama terlihat kedatangan Mbok Tin yang terengah-engah.
"Lihatlah, kau membuat Nenek jadi seperti itu. Lain kali jangan lakukan lagi. Ok?"
"Maaf Nenek." Ucapnya membuat Mbok Tin tersenyum.
"Mommy aku lapar."Dan wajah tampan itu mendongak sambil memegang perutnya.
"Oh putra Mommy lapar, hmm." Max langsung kegelian karena ulah Mommy nya yang terus mencium pipi chubby nya membuat ia kegelian.
"Hahahaha, mommy hentikan. Hahahaha." Sashi menggendong putranya itu sambil masuk ke dalam meninggalkan taman indah itu.
Mata itu berbinar-binar saat melihat kue yang bewarna merah dan hitam yang terlihat begitu menggodanya dengan hiasan strawberry di atasnya.
__ADS_1
"Red Velvet!" Soraknya sambil mengambil sendok di dekatnya.
"Boleh ku makan Mommy?" tanyanya sebelum memotong kue itu, dan dibalas senyuman manis oleh Mommy nya.
"Tentu, karena ini. Memang untuk putra Mommy." Sashi mendekati putranya dan melayangkan ciuman manis di pipinya.
"Terima kasih Mommy, aku sayang Mommy."
"Mommy sayang padamu." Tak lama setelah itu tangan kecil itu langsung memakan kue yang mengunggah seleranya sejak tadi. Wajah yang bersemangat itu mengingatkan Sashi akan wajah Malik yang memakan kue buatannya.
Saat itu, siang yang terik terlihat seorang gadis cantik berseragam abu-abu berdiri di pohon rindang di depan sekolah. Sambil melihat jam tangannya ia celingak-celinguk ke arah jalan dan wajahnya tersenyum saat melihat sosok yang tengah mengendarai motornya.
"Sudah lama?" tanyanya membuat wajah cantik itu tersenyum menggeleng.
"Tidak, atau mungkin saja."
"Apa motornya berulah lagi?" tanyanya sambil mengelus kepala motor itu.
"Tidak, coba lihat apa yang berbeda?" tanya wajah tampan yang terbalut dengan kacamata yang bertengger di hidung mancungnya.
"Eumhhh, aku rasa .... AHA! Habis dicuci ya?"
"Iya, dia jadi lebih tampan sepertiku bukan?"
"Ayo naik, kita akan jalan-jalan dengannya hari ini." Sosok cantik itu langsung naik dan dengan malu-malu memeluk pinggang pria didepannya.
Mereka adalah Sashi dan Malik saat duduk di bangku SMA. Mereka beda sekolah dan saat itu Sashi duduk di bangku kelas 10 sedangkan Malik kelas 12. Keduanya merupakan primadona di sekolah masing-masing. Jika Sashi terkenal dengan kecantikan dan kepintarannya, maka Malik dikenal di OSIS dan basket.
Keduanya baru menjalani hubungan dan ini merupakan kencan pertama mereka. Malik mengendarai motor itu membawa Sashi ke salah satu toko kue yang baru saja dibuka.
Sashi memesan kue coklat kacang dengan topping keju di atasnya. Sashi begitu menikmati kue dihadapannya dan Malik hanya memandangnya gadis pujaannya itu. Setelah kencan itu, Sashi dibuat panik setelah mendengar Malik yang jatuh sakit karena alergi di kue yang mereka makan kemarin.
"Dia itu alergi kacang." Sahut salah satu teman Malik.
"Kenapa tidak bilang?" Sashi bertanya dengan rasa khawatirnya.
"Maaf, aku tidak mau merusak kencan pertama kita."
"Dasar bucin!" Sahut temannya di sana.
"Dia itu suka red Velvet."
"Red Velvet? Yang Korea itu?" tanya Sashi.
__ADS_1
"Bukan, kue rasa red Velvet. Dia sangat menyukainya."
"Kenapa tidak bilang?"
"Tentu saja ia malu!" Malik hanya terdiam malu dan Sashi hanya menggelengkan kepalanya.
Malam itu, setelah pesta kelulusan Malik. Sashi memberikan kejutan di tempat favorit mereka. "Sayang ini?"
"Red Velvet! Kesukaan mu. Aku membuat nya, ayo coba!" Malik langsung memotong dan mengambil kue itu dan langsing memakannya dengan lahap, membuat Sashi terheran-heran.
"Enak sekali! Aku ingin setelah kita menikah nanti, kau akan membuatkan ku kue ini dengan cinta yang besar didalamnya." Malik kembali memakan kue itu dengan lahap dan Sashi memandangi wajah tampan itu.
"Aku tau, aku tampan. Jangan lihat terus." Membuat Sashi hanya terdiam dan tersenyum.
"Jangan tersenyum seperti itu." Membuat Sashi mengerutkan keningnya.
"Kenapa?"
"Nanti aku jadi diabetes."
"Ishhhh! Aku pikir apa." Sashi langsung menutup wajahnya dan Malik mendekat lalu memeluk tubuh itu dan berbisik "Aku mencintaimu."
"Mommy aku mau lagi!" Lamunan Sashi buyar karena panggilan putranya.
"Iya sayang?"
"Aku mau lagi." Dengan wajah belepotannya Sashi mengambilkan kue lagi yang diterima dengan cepat oleh putranya.
Bersambung....
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️
Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya teman author cerita nya seru lho!
Lula seorang penulis novel yang sangat terkenal, apa jadinya jika lula masuk ke novel yang di buat dan menjadi Protagonis wanita dalam novel itu?
Ya lula ternyata masuk kedalam tubuh Lentara sosok tokoh yang dia buat lemah. Lentara adalah gadis cantik dan lemah karena selalu di sayang oleh kakeknya dan kakeknyalah yang selalu menyelesaikan masalah Lentara. Di saat kakeknya meningal lentara diberi sebuah benda dan diamanatkan untuk diberikan kepada seseorang yang memiliki tanda elang di punggungnya sehingga membuat Lula di kejar para mafia dan hidupnya selalu dalam ancaman. Kemudian Lentara dipertemukan dengan mafia terkejam yaitu tuan Ismail.
Apakah lula sanggup hidup sebagai lentara?
Ikut perjalan lula sebagai lentara dalam My Lovely My Angel
__ADS_1