
Mendengar teriakan Bapak yang cukup keras ,aku berlari karena berniat ingin kabur, tetapi kedua Kakakku langsung mengunci pintu utama dengan cepat.
"Bapak,cepat kemari Pak ! Nonik ingin kabur "kedua Kakakku berteriak memanggil Bapak
"Kak ,tolong buka pintunya ! " teriakku memohon.
Tetapi Bapak sudah ada di belakangku
"Anak kurang ajar kamu,pergi tidak minta izin pada orang tua."ucap Bapak dengan dada naik turun. Dia menampar wajahku berkali-kali dan memukulku dengan ikat pinggangnya.
"Maafkan aku Pak, aku tadi ke rumah temanku mengerjakan tugas kelompok." jawabku berbohong . Aku bicara berlutut, dan menundukkan kepala dengan tubuh gemetar. Aku tidak berani mendongak akibat mendapatkan tatapan berapi-api dari Bapak. Tatapan Bapak seperti hendak membakarku hidup-hidup.
"Kamu pasti berbohong, pasti kamu keluar karena bermain-main dengan temanmu. Aku benci anak sepertimu," teriak Bapak
" Kalau Bapak tidak menyukaiku lebih baik Bapak usir saja aku dari sini. Aku akan berusaha hidup sendiri, dan aku juga tidak akan datang kerumah ini. Aku juga tidak akan memanggilmu dengan sebutan Bapak kalau kamu membiarkan aku pergi dari sini. Tolong biarkan aku pergi dari rumah ini,aku mohon Pak ." Aku masih berlutut sambil menangis terisak-isak.
"Kalau aku mengusirmu,maka orang di luar sana pasti akan berbicara buruk tentangku. Kamu mau nama baikku jadi buruk ? " teriak Bapak dengan mata melotot.
Sedangkan aku terus menangis.
"Apa kamu mau aku bersikap baik denganmu ? Kalau kamu mau ,maka kamu harus menuruti permintaanku ini" kata Bapak sambil menatapku.
"Memangnya apa permintaan Bapak ? " tanyaku sambil mendongak menatap wajah Bapak.
"Kapan kamu lulus SMP ? " tanya Bapak
"Lagi 3 bulan aku lulus SMP Pak." balasku menunduk.
"Lebih baik tidak usah melanjutkan sekolah ke SMA. Kalau kamu melanjutkan ke SMA pasti akan membutuhkan banyak biaya nanti. Bapak sudah berencana akan menikahkanmu dengan Kakek Jaya tetangga kita yang rumahnya tidak jauh dari sini.Kalau kamu mau menikah dengannya maka dia berjanji akan memberikan Bapak modal untuk buka usaha. Dan Bapak sudah menyetujui permintaan Kakek Jaya,jadi lagi 3 bulan kamu harus menikah dengannya. Jangan memikirkan usianya yang sudah tua, tapi lihat kekayaannya. Jika kamu menikah dengannya , maka kalau Kakek Jaya mati hartanya pasti akan jatuh kepadamu. Pikirkan hartanya Kakek Jaya,jangan pikirkan usianya." terang Bapak menjelaskan dengan semangat.
Bagaikan disambar petir di siang bolong, aku terpaku dengan mata berkaca-kaca. Aku semakin menangis mendengar ucapan Bapak.
"Apa sebegitu tidak sukanya Bapak dengan anak perempuan, bahkan sampai ingin menikahkanku dengan seorang Kakek-kakek. Padahal Bapak sendiri juga lahir dari rahim seorang perempuan." aku berucap sambil terus menangis.
__ADS_1
"Asal kamu tahu, melahirkan anak perepuan itu hanya membuatku rugi. Sudah capek-capek membesarkannya , tapi setelah besar dia malah tinggal dengan suaminya . Sama halnya denganmu, aku sudah capek-cepek memberimu makan,akan tetapi ketika sudah besar kamu malah tinggal bersama suamimu nantinya. Kalau kamu menikah sekarang ,maka ibumu akan semakin sedikit memasak ,dan kita juga dapat imbalan dari Kakek Jaya. Jadi Bapak juga tidak perlu repot-repot bekerja di tempat orang lain ,karena Kakek Jaya akan memberikan modal usaha untuk Bapak." Terang Bapak menjelasakan.
Dadaku terasa panas dan sakit saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut Bapakku sendiri. Aku bisa saja melawannya dengan ilmu bela diri yang aku miliki,tetapi aku tidak ingin berbuat seperti itu dengan orang tuaku sendiri.
"Aku tidak mau menikah dengan Kakek Jaya, karena aku ingin terus melanjutkan sekolahku. Lebih baik aku mati ,dari pada menikah dengan seorang Kakek-kakek. "aku bicara dengan suara lantang dan ikut marah pada Bapak.
"Dasar anak tidak tahu diuntung, sekarang kamu sudah mulai berani melawanku. Yang penting kamu harus menikah dengannya ,mau kamu setuju atau tidak yang penting pernikahan itu akan tetap terjadi."kata Bapak berkacak pinggang.
"Aku tidak mau,sampai kapanpun aku tidak akan setuju menikah dengan seorang Kakek-kakek. Lebih baik kamu nikahkan saja anak kesayanganmu. " teriakku dengan suara yang keras.
" Plak...plak...plak..." Bapak menamparku berkali-kali
" Ampun Pak," balasku menangis
"Dasar anak kurang ajar ." Sambil menamparku lagi,setelah itu menarik rambutku.
"Sakit Pak..tolong lepaskan Pak ! " ucapku menangis
"Pak,tolong buka pintunya Pak ." Aku terus menangis sambil menggedor- gedor pintu dengan sangat keras.
5 menit kemudian Ibu masuk ke kamarku.
"Nonik ? Lebih baik kamu setuju saja menikah dengan Kakek Jaya, agar Bapak tidak menyakitimu lagi. Kalau kamu setuju menikah dengan Kakek Jaya , maka hidupmu pasti akan bahagia.Dari pada disini kamu di pukul terus oleh Bapak. Ibu dan Bapak akan keluar sekarang,lebih baik kamu pikirkan saran Ibu ini ." terang Ibu dan dia kemudian keluar dari kamarku.
Aku tidak menjawab ucapan Ibuku, aku hanya diam saja bagaikan sebuah patung. Aku lelah di perlakukan seperti ini. Seluruh tubuhku terasa remuk,dan bekas luka cambuk masih terasa perih di tubuhku.Aku kemudian menatap diriku di cermin,disana aku lihat wajahku penuh dengan lebam, bahkan sudut bibirku juga terluka.
"Drrtt...drrtt drrtt..." suara getaran ponselku langsung memecah keheningan.
📞" Nonik , ini aku Juan." kata Juan dari sebrang sana.
📞" Ya Juan, ada apa menghubungiku ? Apa ada yang mau kamu tanyakan ? " tanyaku merasa bingung karena Juan menghubungiku.
📞"Apa kamu bisa keluar sebentar ? Aku sekarang ada di pohon jambu dekat rumahmu. "
__ADS_1
📞"Untuk apa kamu ingin bertemu denganku malam-malam begini ? " aku bertanya dengan alis mata terangkat
📞" Tadi Nenek lupa memberikanmu uang. Jadi Nenek menyuruhku untuk menemuimu, soalnya dia merasa takut kalau kamu nanti tidak memiliki uang untuk dipakai belanja."
Aku langsung menepuk jidatku sendiri, karena aku sendiri juga lupa mengambil upahku hari ini.
📞"Maaf ,aku tidak berani keluar,takut orang tuaku marah. Besok saja aku ambil uangnya, lagian besok juga aku kesana."
"Aku tidak mungkin keluar dengan keadaanku yang seperti ini,"kataku berpikir sendiri.
📞"Kalau kamu takut di marahi oleh orang tuamu ,maka bilang saja pada mereka kalau kamu habis membuang sampah ke depan . Kalau kamu tidak mau menemuiku ,maka aku akan terus menunggumu disini"
📞"Hmmm, baiklah kalau begitu." jawabku dan langsung menutup sambungan telepon itu.
Aku lalu mengambil jaket untuk menutupi luka cambukan ditubuhku, dan juga memakai masker untuk menutupi sudut bibirku yang terluka.
5 menit kemudian aku telah sampai di pohon jambu yang tidak jauh dari rumahku.
"Apa kamu baru saja habis menangis " tanya Juan menatapku
"Hhmm tidak kok, aku baru saja mau tidur." kataku berbohong agar dia cepat-cepat pulang.
"Ya sudah ,ini uangnya! " sambil memberikan uang kepadaku
Namun tiba-tiba cacing yang ada di dalam perutku berbunyi cukup keras.
"Mudah-mudahan Juan tidak mendengarnya." gumamku dalam hati.
"Terimakasih ya,kalau begitu aku mau pulang dulu." ucapku sambil menatapnya
Namun tiba-tiba Juan memanggilku.
"Nonik ,Apa kamu belum makan ? Bagaimana bisa kamu tidur tanpa makan. Apa mereka sengaja tidak memberimu makan malam ? " Juan bertanya dengan wajah merah padam seperti sedang marah.
__ADS_1