Pengantin SMA

Pengantin SMA
Kedatangan Randy


__ADS_3

Aku mempersilahkan Randy masuk , dan dia lalu mengikuti aku ke dalam.


"Ayo Ran, duduk di sini ," kata Juan seraya tersenyum pada Randy.


Randy hanya membalas dengan menganggukkan kepalanya saja.


" Ran, apa tugas sekolahmu sudah selesai ? " tanya Agus seraya menatap Randy yang saat ini duduk di sampingnya.


" Sudah kok. Sudah selesai dari kemarin," sahut Randy


" Kalau begitu bantuin aku ngerjain ya ? Aku nggak ngerti nomer lima dan sepuluh ," kata Agus dengan wajah memohon.


" Kalau begitu bawa kemari bukunya," balas Randy . Agus lalu memberikan bukunya pada Randy.


Setengah jam kemudian kami telah selesai belajar. Dan teman-temanku saat ini masih ada di rumahku karena kebetulan di luar sedang hujan deras.


" Teman-teman aku buatkan teh panas sama pisang goreng buat kalian. Ayo kita makan sama-sama ," ajakku seraya meletakkan nampan berisi teh hangat di depan mereka. Sedangkan Juan membawa nampan berisi pisang goreng yang baru saja aku buat.


" Wah enak nih ! Hujan-hujan memang cocok makan yang anget-anget," sahut Tobi seraya mengambil pisang goreng yang ada di depannya.


Kami lalu menikmati teh panas dan pisang goreng itu bersama-sama sambil mengobrol dan bercanda.

__ADS_1


" Nonik, Juan , sebenarnya aku datang kemari karena ingin minta maaf dengan kalian ," ucap Randy seraya menunduk.


Mendadak kami langsung terdiam dan berhenti bercanda. Aku begitu penasaran, sebenarnya Randy minta maaf karena masalah apa ? Apalagi selama ini dia tidak pernah memiliki salah apapun pada kami.


" Minta maaf karena apa ? " tanyaku dengan raut wajah penasaran.


" Nenek bilang padaku, kalau kalian mendadak pergi dari rumah karena aku," kata Randy menunduk.


Aku sungguh tidak mengerti dengan apa yang Randy katakan pada kami. Kenapa Nenek Ami bicara seperti itu ? Padahal nyatanya aku dan Juan pergi dari rumahnya karena Nenek Ami sendiri. Randy juga dari tadi seperti tidak ingin menatap wajahku. Sebenarnya dia kenapa ?


" Randy aku sungguh tidak mengerti dengan ucapanmu itu ," ujar Juan dengan wajah yang teramat bingung.


Randy menghela nafas dan menatap Juan. "Begini, Ju. Nenek bilang padaku kalau kalian mendadak pergi karena Juan cemburu dengan kedekatanku dan Nonik. Juan , selama ini aku dan Nonik hanya berteman saja. Tolong , jangan cemburu padaku !" kata Randy seraya menunduk.


" Randy , kami pergi dari rumah Nenek Ami bukan karena kamu, tapi karena Nenekmu sendiri," ucapku dengan kata-kata yang tegas dan menatapmya dengan tatapan mata yang tajam. Aku harus menceritakan semuanya pada Randy, agar dia tidak menyalahkan dirinya sendiri.


" Nonik ? " panggil Juan seraya menggenggam tanganku dan menggelengkan kepalanya. Juan melarangku memberitahu Randy kebenarannya . Tapi aku tidak bisa diam saja.


" Lebih baik kita ceritakan semuanya," ucapku seraya menatap Juan.


" Nonik benar. Lebih baik ceritakan kebenarannya," sahut Tobi yang ikut bicara.

__ADS_1


" Nonik , Juan , sebenarnya ada apa ? Tolong ceritakan padaku apa yang sebenarnya terjadi ! Apa yang sebenarnya di lakukan Nenekku hingga kalian memilih pergi , " seru Randy dengan wajah memohon.


Juan menatap Randy dengan ekspresi ragu-ragu. Aku lalu menggenggam tangan Juan dan menganggukkan kepala padanya.


" Randy , jadi waktu itu kami pergi dari rumah Nenekmu karena kami tidak kuat tinggal di sana. Dan semua tidak ada hubungannya denganmu. Selama kami tinggal di sana , Nenek Ami selalu menyuruh kami bekerja . Nenek Ami tidak pernah membiarkan kami istirahat. Dia hanya baik pada kami di depanmu saja. Setiap hari kami harus bangun jam tiga atau jam empat pagi untuk memasak. Dan bahkan sambil membuat sarapan untuk kalian. Aku yakin kamu pasti tidak tahu semua itu. Nenek Ami memang memberikan upah pada kami , tapi dia memberikan uang pada kami lima puluh ribu per orang , lalu mengaku denganmu kalau dia memberi kami upah seratus ribu per orang. Sebenarnya kami tidak mempermasalahkan mengenai upah tersebut. Yang membuat kami semakin marah dengan Nenek Ami adalah saat kamu mengantar adikmu ke rumah Ibumu. Waktu itu Nonik sakit , tapi Nenek Ami tetap memaksa Nonik untuk bekerja. Dan satu lagi , selama ini Nenek Ida selalu memberikan uang pada Nenek Ami untuk biaya hidup kami selama di rumah kalian, tapi Nenekmu merahasiakannya. Aku yakin kamu pasti terkejut dan tidak percaya dengan ucapanku. Kamu bisa melihat sendiri rekaman vidio ini. Vidio ini di ambil oleh Nonik secara diam-diam ," terang Juan seraya memberikan ponselku pada Randy.


Randy terlihat begitu terkejut mendengar ucapan Juan, matanya juga terbelalak lebar saat melihat vidio yang tersimpan di ponselku.


Tiba-tiba air mata Randy menetes melihat vidio itu. Aku yakin dia pasti begitu kecewa dengan Neneknya. Selama ini dia mengira Neneknya begitu baik , tapi ternyata kelakuan sang Nenek malah seperti ini.


" Nonik, Juan , tolong maafkan aku ! Aku benar-benar tidak tahu kalau selama ini Nenekku memperlakukan kalian seperti itu. Aku sungguh tidak menyangka , ternyata selama ini Nenekku memanfaatkan kalian. Kalau aku di posisi kalian juga pasti akan memilih pergi dari sana ," ucap Randy menunduk dan dengan raut wajah yang sangat sedih.


" Buat apa kamu yang minta maaf ? Kamu kan tidak salah apa-apa . Lagian aku juga sudah melupakan semuanya ," balasku seraya tersenyum.


" Nonik ,benar. Kamu tidak salah apa-apa , jadi tidak usah merasa bersalah pada kami." Kata Juan seraya menepuk bahu Randy.


Aku merasa lega , karena akhirnya masalah ini selesai juga. Andai saja tidak segera di selesaikan pasti masalahnya akan jadi besar , dan Randy mungkin selamanya mengira kami pergi karena Juan cemburu.


Walaupun Juan orangnya cemburuan, tapi karena status pernikahan kami yang harus di rahasiakan dulu , jadi dia masih bisa bersabar.


" Terima kasih. Kalian memang sangat baik," sahut Randy seraya menatap aku dan Juan secara bergantian.

__ADS_1


" Sudah-sudah. Jangan bahas itu lagi. Lebih baik kita habiskan pisang goreng ini," sahut Agus seraya menyodorkan pisang gorengnya pada kami.


__ADS_2