Pengantin SMA

Pengantin SMA
Hal yang mengejutkan


__ADS_3

Setelah sampai di meja makan, aku langsung menyiapkan makanan untuk Juan.


" Terimakasih istriku," ucap Juan sambil tersenyum.


" Sesekali kamu dong yang memasak untukku," jawabku pura-pura cemberut.


"Memangnya kamu mau makan masakanku ? Rasanya mungkin tidak seenak masakanmu," tanya Juan menatapku


" Memangnya kamu bisa memasak ? " tanyaku sambil menatap Juan.


"Bisa sedikit , tapi aku tidak yakin kalau kamu akan menyukai masakanku." Terang Juan


Nenek Ida yang baru saja keluar dari kamarnya langsung menghampiri kami.


" Nonik, asal kamu tahu, kalau suamimu itu belajar memasak sebelum menikah denganmu. Semua dia pelajari demi membuat istrinya nyaman. Kamu sudah membuat cucu Nenek yang manja ini menjadi pria yang mandiri." Ujar Nenek Ida sambil menatap kami.


" Nenek , jangan ngomong seperti itu di depan Nonik, "balas Juan dengan raut wajah yang terlihat malu-malu.


"Buat apa harus malu di depan istrimu sendiri ? " tanya Nenek Ida menatap Juan


Entah kenapa hatiku jadi tersentuh dengan apa yang Juan lakukan kepadaku selama ini. Tanpa aku sadari kami saling menatap begitu lama, dan jantungku langsung berdebar begitu cepat.


Juan menggenggam tanganku begitu erat tapi bukannya menolak aku malah membiarkannya.


Jujur aku tidak mengerti dengan apa yang aku rasakan saat ini.


" Hemmmm ," Nenek berdehem ke arah kami.


Aku dan Juan langsung menoleh ke arah Nenek sambil tersenyum malu.


" Kalian membuat Nenek iri saja, seharusnya kalian hargai Nenek yang saat ini berstatus jomblo." Goda Nenek


Kami semakin tersipu malu dengan ucapan Nenek.


" Nonik ,saat kamu akan menikah dengan Kakek Jaya , Juan setiap hari menangis terus . Dan bahkan dia sempat ingin bunuh diri,karena tidak ingin kamu menikah dengan Kakek Jaya," terang Nenek


"Aku tidak mengerti, kenapa Juan harus seperti itu ?"tanyaku yang merasa bingung dengan ucapan Nenek

__ADS_1


" Nenek, lebih baik Nenek istirahat saja di kamar karena kami mau makan," ucap Juan yang mencoba mengusir Nenek


" Diamlah dulu, Nenek ingin bicara dengan istrimu," Jawab Nenek dengan wajah yang terlihat marah.


" Nonik , Juan seperti itu karena dia sangat mencintaimu. Dari awal pertama Juan melihatmu ,dia sudah jatuh cinta denganmu. Rasa sedih karena di tinggal oleh almarhum orang tuanya langsung hilang dalam seketika setelah dia melihatmu. Apa Juan tidak mengungkapkan perasaannya denganmu ? " tanya Nenek sambil menatapku


DEG !


Ucapan Nenek berhasil membuatku terkejut.


" Nek to__" Juan yang belum selesai bicara ,tapi ucapannya sudah dipotong oleh Nenek.


" Diamlah, kamu memang keterlaluan sekali. Nonik sudah menjadi istrimu, tapi kamu belum mengatakan perasaanmu itu kepadanya. Sampai kapan kamu akan memendam perasaanmu itu ? Apa sampai istrimu di ambil orang ?"tanya Nenek dengan alis mata terangkat.


" Aku hanya ingin mencari waktu yang tepat Nek,tapi Nenek malah menggagalkan rencanaku," sahut Juan dengan wajah cemberut.


" Nonik..Juan, untuk sementara rahasiakan dulu mengenai hubungan kalian ini, dan kalian juga harus saling menjaga dan saling melindungi . Mengerti kan ucapan Nenek ? " ucap Nenek sambil menatap kami.


" Iya Nek, " jawab Juan sambil melirik ke arahku.


Jujur aku begitu terharu di berikan kasih sayang seperti ini oleh Juan. Baru pertama kali ada orang yang menyayangiku sebesar ini. Menurutku sangat sulit mencari seorang pria yang mau menikah muda demi menyelamatkan orang yang dia cintai. Tapi aku masih belum tahu mengenai perasaanku sendiri dengan Juan, dan aku juga belum mendengar langsung dari mulut Juan kalau dia mencintaiku.


Setelah Nenek pergi ke kamarnya aku hanya diam saja, dan setelah itu langsung pergi ke kamarku.


" Nonik, aku mau pergi ke minimarket . Apa kamu mau ikut ? " tanya Juan yang sudah ada di dalam kamarku.


" Tidak , " jawabku. Aku memunggunginya karena merasa malu melihatnya.


"Baiklah ,kalau begitu aku pergi dulu," ucap Juan yang langsung keluar dari kamarku.


1 jam kemudian Juan sudah datang ,dan langsung masuk ke kamarku.


" Nonik, ini keperluanmu. Kalau ada barang yang ingin kamu beli lagi nanti bilang saja kepadaku," ucap Juan sambil menaruh handbody, shampo, sabun mandi, sabun wajah, krim wajah,dan ada lagi yang lainnya.


" Lain kali biar aku saja yang membeli keperluanku sendiri, " balasku yang masih memunggunginya.


" Memangnya kenapa ? Kemarin juga aku yang membelinya ," tanya Juan

__ADS_1


" Aku hanya merasa tidak enak denganmu," jawabku


" Buat apa merasa tidak enak dengan suami sendiri ? Nonik apa kamu marah denganku ? Yang di katakan Nenek memang benar, aku sangat mencintaimu, saat melihatmu di dekati oleh pria lain ,hatiku rasanya sakit sekali. Ingin sekali aku berteriak dan memberitahu mereka semua kalau kamu adalah milikku. Apa aku salah karena mencintaimu ? Nonik ,tolong lihatlah aku, " kata Juan


Akan tetapi aku tetap memunggunginya , sambil menutup wajahku karena merasa malu.


" Klik..," terdengar pintu kamarku di kunci dari dalam. Kalau pintu di kunci dari dalam,biasanya Juan ingin tidur siang di kamarku. Dan itu artinya dia sedang libur .Namun tiba-tiba aku merasakan ada sebuah tangan melingkar erat di pinggangku.


Seketika aku langsung menegang , dan wajah memanas saat Juan menyentuhku ibarat kata seperti tersengat listrik ribuan volt, detak jantungku berdetak secara gila-gilaan.


"Nonik, jangan marah padaku ,aku tidak bisa melihatmu marah seperti itu. Kalau aku melakukan kesalahan, kamu bisa memukulku." Ucap Juan dengan suara yang terdengar sedih.


"Aku tidak marah, aku hanya malu denganmu,"balasku


Aku begitu kaget saat merasakan Juan mencium leherku dari belakang.


Aku langsung berbalik dan membalas pelukan Juan.


"I love you, "ucap Juan sambil mengecup keningku.


Aku hanya diam saja, dan menyembunyikan wajahku di dadanya.


" Kenapa malah diam ? Apa kamu mencintaiku ? " tanya Juan


" Aku tidak tahu apa aku mencintaimu atau tidak, karena aku belum pernah jatuh cinta. " sahutku dengan jujur


" Lalu apa yang kamu rasakan saat bersamaku ? " tanya Juan sambil memelukku begitu erat.


" Saat aku ada di dekatmu jantungku langsung berdebar-debar,saat kamu di hukum di Sekolah aku tidak kuat melihatmu seperti itu. Dan aku juga selalu memikirkanmu terus, " balasku


" Itu artinya kamu juga mencintaiku, terima kasih istriku karena sudah membalas cintaku. Aku janji akan melindungiku, menjagamu , dan aku akan berusaha menjadi suami yang baik untukmu."kata Juan mengecup keningku lagi


" Terimakasih , karena kamu sudah menyayangiku dan mencintaiku. Baru pertama kali aku di perlakukan seperti ini oleh seseorang. Dari dulu aku tidak pernah mendapatkan kasih sayang , bahkan orang tuaku sendiri juga tidak pernah memberiku kasih sayang. " sahutku yang sudah menangis di dada Juan .


" Tidak usah di ingat lagi, aku tidak suka melihatmu menangis. Saat ini kamu adalah milikku , dan begitu juga dengan sebaliknya . Kalau ada masalah katakan saja ke padaku. Lebih baik sekarang kita tidur siang dulu ya ! " balasnya


Kami lalu tidur siang sambil berpelukan.

__ADS_1


__ADS_2