Pengantin SMA

Pengantin SMA
Sakit


__ADS_3

Pov Juan


Selesai makan, kami memutuskan untuk tidur. Kepalaku terus saja berdenyut dan tubuhku juga menggigil, tapi aku berusaha agar terlihat baik-baik saja di depan Nonik. Aku tidak ingin dia merasa cemas melihat keadaanku. Tetapi saat aku menarik selimut, aku tidak sengaja menyentuh tangan Nonik.


" Juan, tanganmu panas sekali ? Apa kamu sakit ?" Tanya Nonik


" Ti_tidak , aku baik-baik saja ," balasku yang langsung merebahkan tubuhku di tempat tidur


Namun tiba-tiba Nonik mendekat dan menempelkan telepak tangannya di dahiku.


" Ya Tuhan , tubuhmu panas sekali. Kamu demam , "ucap Nonik yang langsung pergi meninggalkanku


" Nonik,aku tidak apa-apa. Lebih baik sekarang kita tidur ,karena ini sudah larut malam." Kataku sambil menarik selimut


" Badanmu panas begitu ,tapi kamu masih tetap bilang tidak apa -apa." Ujar Nonik terlihat cemas. Di tangannya terdapat mangkuk yang berisi air hangat. "Minumlah obat penurun panas ini, " ucap Nonik sambil nemberikan obat dan air putih kepadaku.


Aku langsung bangun untuk mengambil obat dan air minum itu. Setelah selesai  meminum obat , aku langsung merebahkan tubuhku lagi.


Sedangkan Nonik mengompres dahiku.


" Nonik, tidurlah ! " ucapku tidak tega melihatnya.


" Aku tidak apa-apa, tidur saja duluan. " Balasnya sambil tersenyum.


" Baiklah kalau begitu," jawabku yang langsung menutup mataku.


3 jam kemudian aku merasakan tubuhnya sudah lebih baik, dan suhu tubuhku juga sudah kembali normal.


Aku melihat Nonik yang ketiduran di sofa. Dia tidur hanya menggunakan tank top ,dan celana pendek. Aku yakin kalau Nonik pasti kepanasan ,karena ACnya lagi rusak, dan belum selesai di perbaiki. Rambutnya yang berantakan malah membuatnya terlihat seksi dimataku


Glek ! Melihat semua itu ,aku hanya bisa menelan ludahku sendiri dengan kasar. Aku merasakan ada sesuatu yang mengeras di balik celanaku.Kini bukan hanya pundak halus itu yang menjadi pusat perhatiannya, bahkan ketiak Nonik juga membuatnya tergoda.


Aku lalu mengangkat tubuh Nonik untuk memindahkannya ke tempat tidur . Namun Nonik terbangun saat masih berada di gendonganku.


" Juan, turunkan aku ! " ucap Nonik sambil menatapku


Namun aku tidak menghiraukan ucapannya. Aku fokus menatap gundukan sintal milik Nonik.


" Astaga," batinku.


Aku tidak menyangka kalau aku selalu menahan diri demi sesuatu yang sebenarnya halal untukku.

__ADS_1


Nonik terlihat sangat seksi saat menggunakan pakaian seperti ini. Dan ini adalah pertama kalinya Nonik menggunakan pakaian seperti ini di depanku


"Juan , tubuhku pasti berat. Lebih baik sekarang kamu tidur lagi," kata Nonik


Aku hanya diam saja menatapnya , aku rasanya tidak mampu lagi menahan diri. Aku langsung mendaratkan bibirku di bibir Nonik dengan lembut.


Wajah Nonik terlihat syok saat aku menautkan bibirku dalam waktu beberapa detik.


Jujur aku belum pernah mencium bibir wanita. Dulu aku hanya sibuk dengan buku saja. Bahkan membuka sosial media saja aku jarang atau bahkan hampir tidak pernah. Aku juga tidak terlalu suka menonton tv. Dulu saat aku menemani Nenek nonton tv, aku sering sekali ketiduran di depan tv.  Karena aku lebih suka membaca, tapi aku pernah secara tidak sengaja melihat teman di tempat kerjaku sedang berciuman. Dari situ aku jadi tahu bagaimana caranya berciuman bibir.


" Nonik, aku mencintaimu," ucapku sambil menatapnya.


Aku meraih tangan Nonik , lalu menempelkannya di dadaku agar Nonik merasakan detak jantungku yang berpacu bagaikan kuda yang sedang lomba lari.


Nonik menelan ludahnya karena meradakan dadaku yang naik turun.


Mata Nonik terpejam,dia tidak kuat terlalu lama beradu pandang denganku dengan jarak yang sangat dekat.


Aku menyerang bibir Nonik secara agresif. Lidahku memaksa menerobos masuk ke dalam mulut Nonik, dan  Nonik akhirnya membuka mulutnya.


Aku menekan kepala Nonik agar tidak beranjak dari serangan bibirku yang agresif. Kami saling melumat  ,dan saling bertukar saliva.


Ingin mendapatkan sensasi yang lebih , aku menurunkan bibirku menelusuri leher hingga ke pundak Nonik. Mencecapnya tanpa memberikan jeda hingga Nonik semakin mabuk kepayang.


Aku mendaratkan bibirku pada bagian dada Nonik. Menyesapnya pelan untuk meninggalkan jejak-jejak kepemilikanku. Kulitnya yang putih bersih membuatnya semakin terlihat jelas tanda merah itu. Tanganku terus me*emas dadanya.


" Juan , tolong hentikan ! Kita tidak seharusnya melakukan ini ,karena kita masih Sekolah , aku juga  tidak mau hamil saat masih duduk di bangku Sekolah." Kata Nonik


" Tenang saja, aku tidak akan melakukannya sampai sejauh itu." Balasku yang langsung mengecup keningnya.


Aku tidak ingin melakukan sejauh itu karena aku juga tidak mengerti bagaimana caranya melakukan hubungan intim. Dan aku juga tidak ingin Nonik hamil.


Aku kemudian memutuskan untuk tidur lagi .Besok paginya setelah selesai sarapan pagi , kami lalu bersiap untuk pergi ke Sekolah.


" Juan, kamu tidak usah memberiku uang jajan ya ! " seru Nonik sambil memakai sepatu


" Kenapa begitu ? " tanyaku tidak mengerti


" Aku masih ada uang sedikit, dan sahabatku juga sudah berjanji ingin mentraktirku," kata Nonik yang kemudian mengambil tasnya


Tiba-tiba ponsel Nonik berbunyi, dia menerima telepon dari dua sahabatnya.

__ADS_1


" Juan, aku berangkat bareng temanku ya ! Sekarang mereka sudah ada di depan."ujar Nonik sambil menatapku


" Iya tidak masalah , kita berangkat bareng tapi kamu boncengan dengan sahabatmu , agar tidak ada yang curiga dengan kita." Balasku yang kemudian mendekati istriku itu.


" Iya ," jawab Nonik


Aku lalu mencium keningnya , lalu kedua pipinya  ,dan yang terakhir adalah bibirnya.


Setelah itu kami lalu keluar .


" Selamat pagi ," ucap Tobi dan Agus sambil tersenyum pada kami.


" Selamat pagi, ayo kita berangkat ! " balasku


Kami kemudian pergi ke Sekolah,dan setelah sampai di parkir Sekolah , aku melihat Kak Fajar menatap ke arah kami.


" Sepertinya dia mau menuju ke sini.  Gue benci banget sama dia ," ucap Tobi dengan wajah terlihat kesal.


" Tidak usah di pikirkan, cuekin saja." Kata Nonik sambil menatap sahabatnya.


Dan aku hanya tersenyum saja dengan ucapannya.


" Juan, kamu harus hati-hati. Jangan sampai dia tahu mengenai hubungan kalian." Bisik Tobi


" Kalian tenang saja,aku pasti akan selalu hati-hati," sahutku tersenyum


Dan ternyata benar dugaan Tobi, Kak Fajar memang nyamperin Nonik .


" Selamat pagi cantik, kamu selalu saja terlihat cantik." Kata Kak Fajar sambil tersenyum ke arah Nonik.


" Selamat pagi juga Kak," balas Agus sambil tersenyum. "Oh iya Kak, kenapa Kakak hanya memuji Nonik saja ? Apa aku saat ini tidak cantik ? " tanya Agus sambil mendekati Kak Fajar


Agus bergaya layaknya seorang banci. Dan kami rasanya mau tertawa melihatnya seperti itu


Mata Kak Fajar membulat melihat Agus.


" I_iya ,kamu cantik kok. " Jawab Kak Fajar tergagap


" Kak, aku ingin mengajak Kakak makan siang bersamaku . Apa Kakak mau ? " tanya Agus sambil mengedipkan sebelah mataya.


" Maaf , tapi aku sudah ada janji dengan sahabatku untuk makan siang bersamanya, " balasnya yang langsung pergi meninggalkan kami.

__ADS_1


Kami langsung tertawa terbahak- bahak melihat semua itu .


__ADS_2