
Malam harinya....
Ketika semua teman-temanku telah pulang , kami memutuskan ingin tidur lebih awal karena besok harus pergi ke sekolah.
" Sayang , kamu duluan saja ke kamar . Aku mau ke depan membuang sampah ," kata Juan seraya membawa sampah bekas makanan teman-temanku tadi.
Aku masuk ke kamar duluan ,dan merebahkan tubuhku yang terasa begitu lelah.
Baru mau memejamkan mata , tiba-tiba Juan memanggilku dari ruang tamu. Aku lalu beranjak dari tempat tidurku dan keluar menemui Juan.
Sampai di ruang tamu , aku begitu terkejut melihat Nenek Ida ada di rumah kami malam-malam begini. Biasanya Nenek jam segini sudah tidur . Apa Nenek kesini karena ada masalah yang sangat penting ? Atau hanya rindu pada Juan ? Kalau rindu pada cucunya kenapa tidak datang di saat pagi , atau siang hari ? Lalu dari mana Nenek tahu alamat rumah kami ?
Begitu banyak pertanyaan yang ada di pikiranku. Dari pada pusing memikirkan semuanya lebih baik aku bertanya langsung padanya. Aku lalu menghampiri Nenek Ida , sedangkan Juan pergi ke dapur membuat minuman.
" Nenek ? " ucapku seraya mencium punggung tangannya. Aku lihat Nenek Ida melihat-lihat isi rumah kami.
" Juan , duduklah ! Ada yang ingin Nenek bicarakan dengan kalian ," kata Nenek Ida dengan ekspresi wajah yang datar. Juan lalu duduk di sampingku.
Baru kali ini aku memelihat ekspresi wajah Nenek Ida seperti itu. Sepertinya sesuatu telah terjadi , makanya beliau berekspresi seperti itu.
" Nek, kenapa Nenek malam-malam kesini ? Bagaimana kalau nanti Nenek sakit ," ucap Juan seraya menatap Nenek Ida dengan wajah yang terlihat begitu khawatir.
" Juan benar ,Nek. Biasanya Nenek jam tujuh malam sudah tidur, tapi sekarang sudah jam sembilan malam Nenek belum tidur," ujarku seraya menatapnya.
__ADS_1
" Nenek terpaksa datang malam-malam begini karena mencemaskan kalian," ungkapnya seraya menatap kami dengan tatapan mata yang tajam.
" Cemas pada kami ? Memangnya kami kenapa ? Kami baik-baik saja kok ,Nek ," sahut Juan
" Iya ,Nek. Kami baik-baik saja kok ," balasku
" Kenapa kalian pergi dari rumah Nenek Ami ? Padahal Nenek sudah merasa tenang saat kalian tinggal di sana. Kalau kalian tinggal di sana , maka Tante Riri dan Om Yuda tidak akan bisa menyakiti kalian. Kalau kalian tinggal di sini, bagaimana kalau orang suruhan Tante Riri datang kemari dan menyakiti kalian ? Apalagi mereka setiap hari selalu merencanakan sesuatu, " ucap Nenek Ida seraya menatap kami.
" Nenek tenang saja , kami akan berhati-hati. Lagian kami tidak mungkin terus-menerus menumpang di sana ,"kata Juan menjelaskan
" Nenek tidak mau tahu. Kalian harus kembali ke rumah Nenek Ami ," perintah Nenek Ida dengan nada yang sangat tegas.
Sepertinya aku dan Juan harus menceritakan alasan kami keluar dari rumah Nenek Ami . Kalau kami diam saja , maka beliau pasti akan terus -menerus menyuruh kami kembali ke sana.
" Tidak kuat ? Kenapa kalian bisa tidak kuat tinggal di sana ? Nenek juga selalu memberikan uang pada Nenek Ami untuk biaya hidup kalian selama di sana. Dari pada kalian tinggal di sini dan bekerja hingga malam , kan lebih baik tinggal di sana , jadi kalian tidak perlu repot-repot bekerja hingga larut malam. Kalian jadi bisa fokus belajar saja," terang Nenek Ida menjelaskan.
Aku mengerti kenapa beliau berkata seperti itu. Dia pasti mengira Nenek Ami sangat baik. Dia tidak tahu kalau Nenek Ami sangat jahat dan memanfaatkan kami selama di sana.
" Nek, kami tidak kuat tinggal di sana karena Nenek Ami sangat jahat . Selama kami di sana , kami selalu di suruh bekerja. Jam tiga atau setengah empat pagi kami di suruh bangun untuk menyiapkan dagangannya. Dari sepulang sekolah kami sudah di suruh bekerja oleh Nenek Ami. Bahkan sepulang sekolah , kami tidak di izinkan untuk langsung makan siang. Nenek Ami menyuruh kami bekerja dahulu baru setelah itu di suruh makan. Dan yang membuatku begitu marah adalah ketika Nonik sakit . Saat Nonik sakit, Nenek Ami tetap meminta Nonik agar melanjutkan pekerjaannya. Dan masalah uang yang Nenek berikan untuk biaya hidup kami selama di sana, kami sama sekali tidak tahu mengenai uang itu. Kalau Nenek tidak percaya dengan ucapanku, Nenek bisa melihat rekaman vidio ini. Waktu itu Nonik diam-diam merekamnya," ucap Juan seraya memberika ponselku pada Nenek Ida.
Wajah Nenek Ide terlihat begitu terkejut mendengarkan ucapan Juan. Dia lalu mememutar rekaman vidio itu.
Mata Nenek Ida terbelalak lebar melihat rekaman vidio itu. Aku yakin beliau pasti sangat sedih sekali melihat sahabat baiknya yang seperti itu.
__ADS_1
" Ya , Tuhan. Aku sungguh tidak menyangka kalau sahabat baikku begitu tega pada cucuku. Padahal selama ini aku selalu membantunya. Aku juga sudah menganggapnya seperti saudaraku sendiri. Ternyata selama ini aku hanya di manfaatkan olehnya. Aku sudah salah dalam memilih seorang teman." Kata Nenek Ida seraya meneteskan air matanya.
" Sudah ,Nek. Jangan bahas itu lagi ! " balas Juan seraya memeluk Nenek Ida.
" Nonik , Juan, maafkan Nenek ya nak ? Kalian pasti sangat menderita selama tinggal di sana . Nenek terlalu percaya padanya , hingga meminta kalian agar balik kesana," terang Nenek Ida yang terlihat begitu sedih.
"Buat apa Nenek minta maaf ? Nenek juga tidak salah apapun. Nenek meminta kami tinggal di sana karena Nenek begitu cemas dengan keselamatan kami. Itu artinya Nenek sangat menyayangi kami," ucapku seraya menggenggap tangannya.
" Kalau begitu nanti Nenek akan mengirimkan uang pada kalian setiap bulan untuk biaya hidup kalian selama di sini," sahut Nenek Ida seraya tersenyum
" Tidak usah Nek. Kalau Tante Riri dan Om Yuda tahu nanti uang Nenek di ambil olehnya. Lagian kami juga akan membuka usaha warung makan di sini," terang Juan seraya menatap wajah Neneknya
" Wah , kalian memang hebat. Nenek bangga pada kalian. Nenek akan selalu mendoakan agar usaha kalian berjalan dengan lancar. "
" Terima kasih ,Nek, " sahutku dan Juan bersamaan.
" Juan ,Nonik , berhati-hatilah tinggal di sini. Om Yuda dan Tante Riri sedang menyusun rencana agar bisa menyakiti kalian. Nenek tidak tahu apa yang saat ini mereka rencanakan. Tapi Nenek akan coba mencari tahunya,"
" Nenek tenang saja. Kami akan selalu berhati-hati. Bukankah aku dan Nonik bisa ilmu bela diri ? Teman dekat kami juga tinggal di depan rumah kami. Biasanya kalau kami dalam kesulitan mereka pasti datang membantu kami," terang Juan. Dia berusaha meyakinkan Nenek Ida agar tidak terlalu khawatir pada kami.
" Baiklah. Nenek percaya pada kalian. Maaf karena Nenek tidak bisa sering-sering mengunjungi kalian. Nenek saat ini sedang mengawasi Om Yuda dan Tante Riri," terang Nenek Ida seraya memeluk kami.
" Iya ,Nek," sahut aku dan Juan
__ADS_1