Pengantin SMA

Pengantin SMA
Antara cerai dan pergi dari rumah


__ADS_3

Jam 08:00..


Selesai makan malam , aku pergi ke kamar. Namun tiba-tiba aku mendengar ada yang memencet bel rumah berkali-kali. Aku ingin keluar untuk membuka pintu, tapi aku lihat Nenek sudah duluan menuju ke pintu utama.


Aku lalu memutuskan untuk pergi ke kamar lagi.


15 menit kemudian aku mendengar suara seseorang lagi marah-marah dengan Nenek ,dan Tante Riri. Aku memutuskan ingin melihat keluar, namun tiba-tiba Juan masuk ke kamarku.


"Nonik, tetaplah dulu di kamar." Pinta Juan sambil menatapku.


" Memangnya kenapa ? Aku ingin melihat siapa orang yang berani marah-marah dengan Nenek ,dan Tante Riri," ucapku sambil menatap Juan


"Itu suara Om Yuda, anak laki-laki Nenek," sahut Juan sambil menatapku dalam kecemasan.


" Kenapa Om Yuda marah-marah dengan Nenek ,dan Tante Riri ? " tanyaku dengan wajah bingung


Tiba-tiba Om Yuda berteriak memanggil Juan.


" Juan ? " teriak Om Yuda memanggil Juan dengan suara yang lantang.


" Nonik ? Tunggulah dulu disini ,dan jangan ikut keluar, " perintah Juan kepadaku.


Juan lalu keluar menemui Om Yuda.


Akan tetapi aku mengintip Juan dari balik pintu kamarku, karena kebetulan ruang tamunya tidak jauh dari kamarku.


" Juan ,Om minta ceraikan istrimu itu. Kamu masih Sekolah ,jadi tidak boleh memiliki istri dulu, karena nanti mengganggu Sekolahmu." Ucap Om Yuda memerintah Juan.


Mataku terbelalak lebar mendengar ucapan Om Yuda.


"Maaf Om, aku tidak mau menceraikan istriku,karena aku sangat mencintainya," balas Juan


" Kamu ini bodoh sekali, seharusnya kamu sekolah yang benar ,dan setelah itu kejar cita-citamu .Tapi kamu malah menikah di usia yang sangat muda." Ucap Om Yuda dengan wajah berapi-api.


" Tapi aku tetap tidak mau menceraikan istriku," balas Juan dengan wajah yang terlihat marah.


Om Yuda lalu memandang Nenek dan Tante Riri bersamaan.


" Ini gara-gara kalian, " kata Om Yuda menatap Nenek, dan Tante Riri.


" Kami terpaksa melakukan semua itu karena tidak tega melihat Juan, lagian mereka juga sudah tidur terpisah, jadi tidak akan ada masalah," jawab Tante Riri menatap Om Yuda.


" Kalau Juan tidak mau menceraikan gadis itu, maka dia harus pergi dari rumah ini. Jujur, aku tidak mau mendapatkan masalah ,karena mereka menikah di bawah umur.Aku takut tetangga disini curiga, dan melaporkan kita, karena Juan sudah memberi contoh yang tidak baik kepada anak-anak mereka. Dan kalian juga pasti akan ikut di laporkan ,karena mendukung pernikahan merena," ucap Om Yuda marah.

__ADS_1


Nenek Ida, dan Tante Riri begitu kaget mendengar ucapan Om Yuda


" Apa kamu sudah gila,Juan itu hanya memiliki kita, dan dia juga masih kecil. " Sahut Tante Riri marah.


"Aku tidak mau tahu , dia masih kecil ataupun tidak yang penting dia harus pergi dari rumah ini . Biarkan dia berusaha sendiri di luar sana, dan tidak ada yang boleh membantunya. Jika kalian tidak setuju dengan keputusanku ini, maka aku sendiri yang akan melaporkan pernikahan Juan. Aku juga akan mengawasi kalian, kalau aku lihat kalian berdua membantu mereka , maka aku terpaksa melaporkan pernikahan mereka." Ucap Om Yuda kepada Nenek dan Tante Riri.


" Jangan keterlaluan nak, dia keponakanmu sendiri. Dia tidak memiliki siapapun saat ini, hanya kita saja keluarganya," kata Nenek sedih


Tapi Om Yuda tidak mau mendengarkan ucapan mereka.


" Baik , aku akan keluar dari rumah ini."  Sahut Juan dengan wajah penuh amarah.


" Kalau begitu serahkan semua fasilitas yang sudah orang tuamu berikan dulu seperti kartu kredit,ATM, handphono , mobil, dan motor ," jawab Om Yuda.


Juan lalu menyerahkan semuanya kecuali motornya.


" Maaf Om ,aku tidak bisa menyerahkan motorku karena motor ini pemberian dari almarhum Kakek." Ucap Juan dengan nada suara yang terdengar marah.


" Baik kalau begitu, kamu boleh membawa motormu itu ,dan ini uang untuk mencari kos-kossan," kata Om Yuda sambil memberikan beberapa lembar uang kepada Juan.


"Tidak usah , aku masih memiliki uang tabungan dari bekerja di restoran ," tolak Juan dengan wajah yang merah padam dan tatapan mata yang begitu marah.


"Tapi ini sudah malam,apa tidak bisa besok saja,"kata Nenek sambil menatap Om Yuda


"Juan , ingatlah kata-kata Om, JANGAN PERNAH KEMBALI KE RUMAH INI KECUALI KAMU DAN ISTRIMU SUDAH LULUS SMA ! " ucap Om Yuda menegaskan nasehat terpentingnya.


" Om mengusirku kan ? Aku akan ingat apa yang Om lakukan denganku saat ini. Dan saat aku Lulus SMA , aku tidak akan pernah mau kembali ke rumah ini," jawab Juan dengan wajah berapi-api dan penuh emosi


Aku tidak tega melihat Juan seperti itu ,dan ini gara-gara aku.


Aku lihat Juan masuk ke kamarnya dengan wajah masam ,dan cemberut. Juan mengeluarkan  beberapa bajunya ,dan memasukkan ke dalam koper. Setelah itu dia menuju ke kamarku.


" Juan , apa yang terjadi ? " tanyaku  pura-pura tidak tahu.


" Nonik ,cepat bereskan bajumu, nanti aku jelaskan kepadamu." Kata Juan sambil menatapku.


" Aku tidak mau membereskan bajuku sebelum kamu menjelaskan semuanya dulu," jawabku


Juan lalu menjelaskan semuanya kepadaku .


" Kalau begitu lebih baik ceraikan saja aku, aku tidak mau hidupmu  menderita gara-gara aku," ujarku


" Aku tidak mau cerai denganmu, kita lalui semuanya sama-sama." Balas Juan.

__ADS_1


Juan kemudian membantuku memasukkan bajuku.


Setelah selesai, Juan langsung menarik lenganku dan membawaku keluar menuju pintu utama.


Saat sampai di depan pintu keluar Tante Riri dan Nenek berlari ke arah kami.


" Juan, ambillah uang ini. " sambil memberikan uang kepada kami.


" Tidak usah Nek, aku tidak mau kalian mendapatkan masalah karenaku. Dan kalian tenang saja ,aku juga masih memiliki tabungan."  Ucap Juan yang langsung meninggalkan rumah Nenek.


Juan membawa motornya tanpa berkata apapun. Kami terus berjalan tanpa tujuan.


"Juan , kita mau kemana ? Dan ini juga sudah malam," tanyaku


"Aku juga tidak tahu mau kemana, kita sebaiknya istirahat dulu di taman itu." Ucap Juan sambil berhenti di bangku taman.


Juan lalu mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.


📞" Halo Dim, lo di mana ? " tanya Juan dengan sahabatnya


📞" Gue ada di rumah,memangnya kenapa ?" Tanya sahabatnya dari seberang telepon


📞" Dim, tolong carikan gue kos-kosan dong, yang lokasinya dekat dengan Sekolah," balas Dimas.


📞" Buat siapa lo nyari kos-kossan ?" Tanya Dimas


📞" Buat gue lah, karena gue ingin belajar mandiri ." Jawab Juan.


📞" Kalau begitu gue tanya sama orang tua gue dulu ya ! " ucap Dimas.


📞" Sip deh! Tapi jangan lama-lama ya !"  Balas Juan


📞" Ok bro,"  sahut Dimas yang langsung mengakhiri panggilan teleponnya.


" Nonik , apa kamu tahu dimana ada kos-kossan ? " tanya Juan menatapku


" Aku tidak tahu, tapi tadi aku sudah bertanya dengan sahabatku. Dan mereka menyuruh menunggu," balasku


Aku menatap ponsel yang di pakai Juan.


" Juan, kamu bilang ponselmu di sita , lalu sekarang kamu memakai ponsel siapa ? " tanyaku bingung


" Ini ponsel lamaku ," jawab Juan

__ADS_1


__ADS_2