
2 bulan kemudian...
Pernikahanku dengan Kakek Jaya tinggal 2 minggu lagi. Aku merasa bingung memikirkan cara untuk menggagalkan pernikahan itu.
" Apa yang harus aku lakukan, aku tidak ingin menikah. Apalagi dengan seorang Kakek-kakek. Kalau teman-temanku tahu aku berhenti sekolah karena menikah dengan seorang Kakek-kakek pasti mereka akan mengejekku, apalagi Kakek Jaya menginginkan pernikahannya dirayakan besar-besaran." gerutuku sambil mondar - mandir di kamar.
" Sepertinya hanya satu solusinya, yaitu dengan kabur dari rumah ini. "pikirku
Namun tiba-tiba Ibu masuk ke dalam kamar.
" Nonik , apa bener kamu tidak mau menikah dengan Kakek Jaya ? " tanya Ibu sambil menatapku.
" Iya benar dong, siapa juga yang mau menikah dengan seorang Kakek-kakek. Bahkan Ibu saja yang di suruh menikah dengan seorang Kakek-kakek juga pasti tidak mau." ucapku bicara begitu ketus.
" Kami mau membatalkan pernikahanmu dengan Kakak Jaya , tetapi kamu harus mau menikah dengan orang lain."balas Ibu sambil menatap wajahku.
Aku tidak menjawab ucapan Ibuku.
"Kamu tenang saja dia bukan seorang Kakek-kakek ,tetapi dia seumuran denganmu. Dan setelah menikah dengannya kamu tidak boleh ke rumah ini lagi ,dan anggap saja kalau kamu sudah tidak memiliki keluarga lagi. Kamu harus mau menikah dengan orang ini, dan tidak boleh menolak, karena orang itu mau memberikan uang yang lebih banyak dari uang yang Kakek Jaya berikan." terang Ibu.
" Kalian begitu tega ingin menjualku, kalian kira aku ini sebuah barang ? " tanyaku dengan wajah berapi-api.
" Anggap saja ini semua untuk membayar pengorbanan Ibu selama melahirkanmu. " balas Ibu tanpa melihatku.
" Kamu adalah seorang Ibu yang tidak memiliki hati," sahutku.
"Ya sudah, lebih baik sekarang kita ke ruang tamu. Kasian mereka menunggumu." jawab Ibu sambil menarik tanganku
" Apa benar dia seumuran denganku ? tapi kenapa orang itu ingin segera menikah? Apa dia tidak sekolah ? " pikirku yang merasa bingung sendiri.
Setelah sampai di ruang tamu mataku terbelalak lebar ,karena begitu terkejut melihat Nenek Ida, dan Juan yang ada di sana.
" Kenapa Juan dan Nenek Ida ada di sini ? " kataku bertanya di dalam hatiku.
Aku memilih untuk diam saja,dan pura-pura tidak mengenal mereka. Akan tetapi Juan terus menatapku.
"Nenek ,perkenalkan ini putri kami namanya Nonik." kata Bapak dan Ibuku
"Ternyata putri kalian sangat cantik sekali, bahkan cucuku sampai tergila - gila dengannya ," sindir Nenek Ida sambil melirik ke arah Juan.
Dan Juan langsung menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Kalau begitu silahkan kalian mengobrol dulu, " ucap orang tuaku yang langsung meninggalkanku.
"Nenek , apa maksud semuanya ? " tanyaku sambil berbisik dengan Nenek Ida.
" Nenek akan menyelamatkanmu dari Kakek Jaya ,dan orang tuamu itu. Kalau kamu menikah dengan Juan ,maka kamu akan terbebas dari Kakek Jaya. Memangnya kamu mau menikah dengan seorang Kakek-kakek ? Kalau kamu menikah dengan Juan, maka kamu akan tetap bisa bersekolah ,dan juga bisa bekerja di rumah Nenek. Tolong jangan tolak Juan,lakukan semua ini demi Nenek . Karena Nenek ingin sekali melihat Juan menikah," kata Nenek Ida berbisik.
" Huuuhh ...kenapa malah seperti ini ? Padahal aku berencana ingin kabur, tetapi malah di lamar oleh cucu majikanku sendiri , " gerutuku di hati dengan wajah terlihat kesal.
" Kalau aku tolak, aku merasa tidak enak dengan Nenek Ida. Apalagi aku bekerja di rumahnya. Kalau aku di pecat karena menolak menikah dengan Juan, lalu aku nanti bekerja dimana ? Apa aku terima saja pernikahan ini ? Lagian Nenek Ida juga selama ini begitu baik denganku. Dia juga tadi bilang ke padaku, kalau aku boleh melanjutkan sekolah setelah menikah. Aku juga merasa takut kalau aku menolak Juan,nanti Nenek Ida malah memberitahu orang tuaku kalau selama ini aku bekerja di rumahnya " pikirku di hati.
Setelah berpikir cukup lama ,aku akhirnya memutuskan akan menerima pernikahanku dengan Juan.
" Baiklah kalau begitu Nek, aku bersedia," ucapku sambil menunduk.
Aku melihat Juan tersenyum simpul.
"Kenapa dia terlihat begitu senang ? Jangan-jangan ini rencananya dia lagi." pikirku dengan rahang menjadi tegang dalam postur menggigit yang menekan bibir bawah ke depan, dan membuat mulut melengkung ke bawah.
" Rasanya Nenek senang sekali ," kata Nenek Ida tersenyum sambil memelukku.
Sore harinya , Kakek Jaya ke rumahku dengan marah-marah.
" Maaf Kek, tapi Nonik sendiri yang tidak mau menikah dengan Kakek," ucap Bapak.
Aku yang mendengar teriakan Kakek Jaya langsung keluar ingin melihatnya.
" Sayangkuuu...ayo kita kawin lari saja. Orang tuamu begitu tega memisahkan kita, " teriak Kakek Jaya saat melihatku keluar
" Maaf Kek, aku tidak mau menikah dengan Kakek, lebih baik Kakek pergi dari sini. " ucapku kesal
1 minggu kemudian...
Hari ini adalah acara pernikahanku dengan Juan. Jantungku terus saja berdebar-debar.
__ADS_1
" Rasanya tidak menyangka sekali kalau aku akan menikah dengan cucu majikanku sendiri, apa yang akan terjadi setelah ini ya ? " pikirku sambil melamun
Pernikahanku ini hanya di hadiri oleh keluarga terdekat saja. Dan kata Nenek Ida kalau resepsi pernikahannya akan di rayakan setelah kami lulus SMA.
Ketika acara berlangsung aku lebih banyak menunduk karena merasa begitu malu.
Saat acara telah selesai ,tiba-tiba Tanteku menghampiriku.
" Nonik, kamu ini bikin malu keluarga saja. Baru saja lulus SMP, tetapi kamu malah sudah menikah. Kata Ibu dan Bapakmu, kamu sering sekali tidur dengan suamimu ini hingga kamu kepergok sedang berhubungan intim dengannya . Karena itu orang tuamu jadi terpaksa menikahkanmu. Kamu itu tidak punya perasaan sekali, padahal orang tuamu sudah capek-capek bekerja agar kamu bisa sekolah, tetapi kamu malah seperti ini." gerutu Tanteku sambil menatapku dengan tatapan marah.
Mataku membulat lebar karena terkejut mendengar ucapan Tanteku .
" Sepertinya orang tuaku sengaja menjelek-jelekkan aku," pikirku dengan kesal.
" Maaf ya Tante ,aku tidak pernah seperti itu. Selama ini orang tuaku hanya membelikanku keperluan sekolah saat aku pertama kali masuk ke sekolah dasar saja. Setelah itu mereka tidak pernah mengeluarkan uangnya untukku.Dan pernikahan ini juga karena paksaan dari orang tuaku. Mereka menjual anak mereka sendiri demi uang. " balasku dengan raut wajah marah.
" Aku tidak percaya dengan ucapanmu itu,pasti kamu bicara seperti ini karena merasa malu." jawab Tanteku marah.
" Yang di ucapkan oleh Nonik memang benar Tante. Keluargaku memberikan uang sejumlah 300 juta ke orang tua Nonik. Tapi dengan syarat mereka tidak boleh menemui Nonik lagi. Kalau Tante tidak percaya, Tante boleh bertanya dengan Nenekku." balas Juan yang ikut membelaku.
Tanteku tampak terkejut mendengar ucapan kami. Dia langsung menemui orang tuaku.
__ADS_1