Pengantin SMA

Pengantin SMA
Cacing tanah


__ADS_3

Pov Nonik


Setelah Kak Fajar pergi, kami lalu menuju ke kelas.


" Nonik, " teriak teman sekelasku yang bernama Rani.


" Kenapa ? " tanyaku dengan alis mata terangkat


" Nonik,di dalam bangkumu ada banyak sekali cacing tanah, dan kami tidak tahu siapa yang menaruh cacing tanah itu di sana, " tutur Rani


Mata kami langsung membulat mendengar ucapan Rani.


" Apa kamu beneran tidak tahu siapa yang menaruh cacing itu ? " tanyaku pada Rani.


" Kami beneran tidak tahu,dan jumlah cacingnya juga sangat banyak sekali. Kami semua sampai jijik melihatnya." Terang Rani


Kami lalu masuk ke dalam kelas ,dan ternyata yang di katakan Rani memang benar. Cacing tanah itu sangat banyak  sekali.


" Siapa yang melakukan ini semua ? " ucap Tobi dengan wajah yang terlihat kesal.


" Sepertinya orang yang melakukan ini adalah orang yang tidak waras. Masak cacing di pungut hingga sebanyak ini, " kata Agus.


" Lebih baik kita laporkan masalah ini," balas Juan sambil menatap cacing tanah itu.


" Yang di katakan sama Juan memang benar, lebih baik kita laporkan masalah ini." Ucap Tobi


Aku dan Juan lalu pergi untuk melaporkan masalah ini, di pintu masuk kami berpapasan dengan Bapak Kepala Sekolah.


" Juan, bagaimana kabarmu ? " tanya Bapak Kepala Sekolah


" Baik Om, kalau Om sendiri bagaimana kabarnya ? " tanya Juan sambil tersenyum

__ADS_1


" Keadaan Om baik-baik saja. Oh iya, apa ini gadis itu ? " tanya Bapak Kepala Sekolah sambil menatapku


" Iya Om, namanya Nonik." Jawab Juan sambil melirikku


" Nonik Om, " balasku sambil berjabat tangan dengan beliau


" Kamu bisa memanggilku Om Yudi, aku adalah sahabat Papanya Juan." Ucap Om Yudi sambil tersenyum


" Ternyata dia sangat cantik, kalian kesini mau bertemu siapa ? " tanya Om Yudi


" Kami kesini mau melapor Om," ujar Juan


" Melapor masalah apa ? Ayo ke ruangan Om," ajak Om Yudi.


Aku dan Juan lalu mengikuti beliau ke ruangannya.


" Ayo, silahkan duduk! " ucap Om Yudi


"Iya Om, "balasku dan Juan


" Tadi saat kami baru sampai di kelas, di bangku Nonik ada banyak sekali cacing tanah Om, dan kami tidak tahu siapa yang melakukan itu semua,"Terang Juan menjelaskan


"Nonik, apa kamu memiliki seorang musuh ? " tanya Om Yudi sambil menatapku


"Tidak Om, aku selama ini tidak pernah memiliki seorang musuh ." Jawabku


" Sebenarnya kami memasang CCTV di setiap kelas, tapi anak-anak tidak ada yang tahu, karena kami menaruhnya di tempat tersembunyi . Om akan nembuka CCTV di kelas kalian, tapi kalian harus berjanji untuk merahasiakan masalah CCTV ini . Bagaimana kalian setuju ? " tanya Om Yudi


" Ya Om kami setuju , " balas Juan


" Kalau begitu, ayo kita buka sekarang!" Ucap Om Yudi yang langsung membuka CCTV di kelas kami .

__ADS_1


Setelah rekaman CCTV di buka , aku dan Juan begitu kaget melihat pelakunya. Di rekaman itu terlihat Kak Vivi  bersama temannya masuk ke dalam kelasku dan langsung menaruh cacing-cacing itu.


"Apa kamu mengenal Kakak kelas itu ? " Tanya Juan sambil menatapku


" Aku tidak mengenalnya, tapi kata Tobi dan Agus dia itu adalah pacarnya Kak Fajar. " Jawabku


"Kenapa dia melakukan itu kepadamu ?" Tanya Juan sambil menatapku


" Aku juga tidak tahu, nanti aku akan coba mencari tahu sendiri." Sahutku


"Om, apa aku boleh meminta salinan rekaman itu ? " tanya Juan sama Om Yudi


" Boleh, nanti Om kirimkan ." Kata Om Yudi


" Kalau begitu kami permisi dulu Om ," ucap Juan sambil menatap Om Yudi


" Ya ,silahkan !" Balas Om Yudi sambil tersenyum


Aku lalu mengikuti Juan,setelah sampai di kelas kami langsung membersihkan cacing tanah itu.


"Nonik , sepertinya Kak Vivi melakukan itu karena dia cemburu. " Jawab Tobi


"Cemburu karena apa ? " tanya Juan pada Tobi


" Cemburu karena akhir-akhir ini Kak Fajar selalu berusaha untuk mendekatimu. Dan lebih baik jauhi dia, karena gue juga tidak suka dengannya." Kata Tobi


" Aku juga tidak pernah mendekatinya, tapi dia yang selalu mendekatiku selama ini. Oh iya, kenapa kamu sangat membenci Kak Fajar?" Tanyaku pada Tobi


" Karena dia laki-laki yang tidak baik . Gue dan Agus pernah melihat dia sedang berhubungan badan layaknya seperti suami istri dengan Kak Vivi di gudang." Jawab Tobi


" Hah ? " ucapku dengan mata membulat dan saling pandang dengan Juan

__ADS_1


" Iya, makanya gue benci dengannya. Padahal dia masih pacaran dengan Kak Vivi ,tapi selalu berusaha ingin mendekatimu." Kata Tobi dengan wajah terlihat begitu marah


" Tenang saja, aku tidak tergoda kok dengannya . Lagian aku sudah memiliki seseorang yang lebih ganteng dari dia ," ucapku pada Tobi dan Juan tersenyum mendengarnya.


__ADS_2