Pengantin SMA

Pengantin SMA
Ibu dan Bapak pulang lebih awal


__ADS_3

Setelah Nenek Ida pergi, Den Juan masih diam sambil menunduk. Aku lalu menghampirinya.


"Den Juan ? Kalau Den Juan tidak ingin belajar bersih-bersih,Aden bisa duduk saja di sana. " ucapku sambil menatapnya. Dia seperti malu denganku.


"Aku mau kok belajar bersih-bersih,tapi bisa tidak kamu memanggilku dengan nama Juan saja. " Den Juan menatapku begitu lama.


"Tapi kamu kan majikanku,aku merasa tidak enak kalau aku harus memanggil namamu saja. "aku bicara menunduk, karena merasa malu ditatap begitu lama oleh Den Juan.


"Tapi aku tidak suka,aku lebih suka kamu memanggilku dengan nama Juan saja."ucap Den Juan yang masih menatapku.


"Baiklah,kalau begitu aku akan memanggil dengan namamu saja." kataku dengan malu-malu.


Aku kemudian mengajari Juan cara membersihkan rumah.Dan dia begitu lama mengerti apa yang aku contohin. Apalagi dia menatapku terus,itu membuat pekerjaanku semakin lama selesai.


"Ugh,menyebalkan sekali ! Kalau seperti ini kapan pekerjaanku selesai. " Gerutuku di hati.


Aku menatap ke arah jam dinding yang menunjukkan jam 17:10


" Biasanya aku menyelesaikan pekerjaanku jam 16 : 30,tapi sekarang malah selesai jam 17 : 10 . Kalau seperti ini terus orang tuaku bisa tahu kalau aku selama ini bekerja. " pikirku merasa kesal sendiri.


"Nonik  ? Apa pekerjaanmu sudah selesai ?" Nenek Ida bertanya sambil menatapku .


"Sudah Nek, baru saja selesai kok." ucapku


Nenek Ida kemudian memanggil Juan.


"Juan , kemarilah sebantar !" panggil Nenek Ida berteriak memanggil cucunya.


Juan langsung berlari menghampiri Nenek Ida


"Ada apa Nek ? " jawab Juan sambil melirik ke arahku


"Tolong kamu anterin Nonik pulang ya!"   kata Nenek Ida menatap cucunya itu.


Sedangkan mataku langsung terbelalak lebar karena terkejut mendengar ucapan Nenek Ida.

__ADS_1


"Nonik,biar Juan yang mengantarmu pulang kerumah ya ! Ini sudah sangat sore , nanti orang tuamu keburu pulang dan marah-marah denganmu." Nenek bicara sambil menatapku


"Tidak usah Nek, aku bisa pulang sendiri kok ."tolakku karena merasa tidak enak.


"Kamu tidak boleh menolak, karena ini salah Nenek yang menyuruhmu untuk mengajari Juan." Ucap Nenek Ida tersenyum.


"Baiklah kalau begitu, terimakasih Nek." Balasku menunduk.


Aku kemudian diantar oleh Juan menggunakan sepeda motornya.


"Tolong turunkan aku di depan sana saja,  " aku bicara sambil menunjuk ke arah pohon jambu yang ada dipinggir jalan.


"Kenapa turun disana ? Bukannya belum sampai di depan rumahmu ? " tanya Juan.


"Kalau kamu mengantarkanku sampai di depan rumah ,nanti takutnya kedua kakakku tahu kalau aku di antar oleh seorang laki-laki. Kalau mereka sampai tahu, pasti mereka akan mengadu kepada orang tuaku."Ucapku .


"Baiklah ,kalau begitu aku akan menurunkanmu disana. Tetapi sebelum itu , tolong berikan nomer ponselmu padaku."Juan bicara dengan wajah yang terlihat sedikit malu-malu.


"Untuk apa kamu ingin meminta nomer ponselku ? " aku bertanya dengan alis mengerut dalam fokus ,karena merasa bingung .


Aku kemudian memberikan nomer ponselku kepadanya. Dan aku melihat seulas senyuman tipis terangkat di sudut-sudut bibirnya.


"Kenapa dia tersenyum ? Dasar pria aneh ."Gumamku di hati.


"Aku sudah mengirim pesan ke nomermu,tolong disimpan nomerku ya! Kalau kamu mendapatkan masalah ,kamu bisa menghubungi aku ." kata Juan dan setelah itu dia pergi meninggalkan aku.


Aku kemudian berjalan kaki sekitar 5 menit menuju ke rumahku.


Sampai rumah,aku melihat rumahku sudah dalam keadaan bersih.


''Siapa yang membersihkan semua ini ?Ibu jam segini kan belum pulang dari bekerja." Pikirku  bingung


Aku kemudian masuk kekamar untuk menaruh ponselku. Kalau dirumah aku sengaja menyembunyikan ponselku. Karena mereka pasti akan marah jika mengetahui kalau aku memiliki ponsel.


Setelah menaruh ponsel,aku langsung keluar dari kamarku. Di depan kamar, mataku terbelalak lebar karena terkejut melihat Ibu sudah ada di rumah.Ibu keluar dari kamarnya, dan dia juga melihatku keluar dari kamarku.

__ADS_1


"Nonik ? Kamu dari mana saja ?  Bapakmu dari tadi mencarimu. Dia sepertinya sangat marah , karena kamu tidak ada dirumah. Kenapa kamu suka sekali membuat masalah sih ? "Ibu bicara dengan raut wajah merah padam.


"Maaf Bu,tadi aku dari rumah temanku. Aku kesana karena ada tugas kelompok dari sekolah . Tapi kenapa Ibu dan Bapak sudah dirumah ? " tanyaku dengan raut wajah bingung. Aku berbohong pada Ibu, dan beruntung Ibu tidak melihat ketika aku baru datang. Kalau dia melihat aku tidak membawa buku,maka dia pasti tahu kalau aku berbohong.


Raut wajah Ibu tetap terlihat marah.


" Kami pulang cepat ,karena Kakakmu ingin sekali makan diluar. Jadi hari ini aku tidak memasak. Setelah selesai makan di luar ,kami akan menginap di rumah Kakek dan Nenek"ucap Ibu sambil menyisir rambut adikku.


Adikku sudah seperti laki-laki saja, bahkan namanya juga di ganti menjadi nama seorang laki-laki. Tahun ini adikku seharusnya duduk dibangku kelas 1 SD, tetapi orang tuaku tidak menyekolahkannya, dan dia juga sangat senang karena tidak sekolah.


Kalau orang lain pasti tidak tahu kalau adikku itu seorang perempuan. Adikku itu selalu menuruti kata-kata orang tuaku. Dulu pernah aku membujuknya agar dia bersekolah, akan tetapi dia malah mengadu kepada orang tuaku. Dia malah bicara yang tidak-tidak dengan orang tuaku ,hingga wajahku di tampar berkali-kali oleh Bapak.


Pernah aku bertemu dengan kedua kakakku dijalan,dan aku menyapanya. Akan tetapi dia pura-pura tidak kenal denganku. Lalu di rumah dia langsung marah-marah denganku gara-gara aku menyapanya.


Semenjak itu aku memilih untuk bersikap cuek saja dengan saudaraku.


"Kalau begitu aku akan bersiap-siap sekarang . " Ucapku pada Ibu.


"Buat apa kamu bersiap-siap ? Kamu itu tidak ikut ,karena Bapak tidak mau mengajakmu. Kalau kamu mau berpenampilan seperti laki-laki dan memotong rambutnya seperti rambut laki-laki ,maka Bapak baru mau mengajakmu pergi. Lebih baik kamu dirumah saja ,dan kalau lapar, kamu masak mie saja. " Balas Ibu tanpa menatapku.


"Kenapa Ibu begitu tega denganku ? Bapak tidak menyukai anak perempuan,tetapi kenapa Ibu juga mendukung Bapak ? Tidak bisakah Ibu bersikap baik padaku ? Bukannya Ibu seorang perempuan juga ." Aku bicara sambil menatapnya.


"Kalau aku mendukungmu,nanti dia menceraikanku. Dari pada kehilangan seorang suami,mending kehilangan satu orang anak."kata Ibu dan langsung meninggalkanku.


Air mata yang sedari tadi aku tahan ,langsung merembes keluar dan membasahi pipiku


" Wah ...wah..sepertinya ada yang menangis gara-gara tidak diajak keluar nih..Kasihan sekali sih ! " sindir kedua kakakku.


"Kak Nonik ? awas dirumah ada hantu. Kalau Kakak sendirian dirumah pasti akan ada banyak hantu yang mencari kakak."adikku menakutiku sambil tertawa.


"Awas nanti diperkosa sama hantu"sahut kakakku sambil ikut tertawa.


Tiba-tiba Bapak memanggilku.


"Noooonnnnniiiiikkkk , cepat kemari ! " teriak Bapak dengan nada suara yang sangat marah.

__ADS_1


"Aku pasti akan dipukul lagi ,karena tadi aku tidak ada dirumah saat Bapak pulang. " pikirku dengan jantung yang sudah berdebar dan wajah pucat pasi karena merasa takut.


__ADS_2