Pengantin SMA

Pengantin SMA
Berkenalan dengan Kakek Jaya


__ADS_3

Bapak kemudian memaksaku untuk mandi,dan setelah selesai mandi Ibu merias wajahku


" Ibu ? Buat apa Ibu merias wajahku sampai seperti ini ? Seperti yang datang seorang pangeran saja, padahal yang datang cuma seorang Kakek-kakek." gerutuku dengan wajah kesal.


" Jangan bicara seperti itu, walau bagaimanapun dia itu akan menjadi suamimu."terang Ibu sambil menyisir rambutku


" Kalau Ibu yang di posisiku apa Ibu mau menikah dengan seorang Kakek-kakek ? " tanyaku dengan tatapan mata yang lagi marah .


Ibunya diam saja ,dan tidak menjawab ucapanku.


" Kenapa Ibu diam? Apa Ibu tidak bisa menjawab pertanyaanku ? " tanyaku lagi.


" Jaga ucapanmu itu,semakin hari kamu itu semakin kurang ajar kalau bicara." jawab Ibu.


" Nanti kamu pakai sepatu hak tinggi ini, soalnya Kakek Jaya sangat suka dengan wanita yang memakai sepatu hak tinggi," terang Ibu sambil menaruh sepatu itu di sampingku


Ibu kemudian keluar dengan wajah yang terlihat cemberut.


" Itu Kakek apa tidak memiliki kaca di rumahnya.Masak ingin menikah dengan wanita yang seharusnya menjadi cucunya. Ingin sekali aku melempar sepatu ini di depan wajahnya itu. Dia kira aku ini wanita selemah itu." gerutuku dengan wajah merah padam


20 menit kemudian ...


"Nonik, ayo kita keluar. Calon suamimu sudah datang, dan dia juga membawa banyak oleh-oleh untukmu," kata Ibu sambil tersenyum


" Aku tidak mau, lebih baik Ibu saja yang menemui Kakek itu," ucapku dengan nada suara yang marah.


" Kamu ini memang tidak bisa di ajak bicara baik-baik," jawab Ibu sambil menarik tanganku secara paksa.


" Cepat pakai sepatunya , " teriak Ibu dengan alis mata rendah mendekati mata ,dan tersimpul jelas.


" Aku tidak mau, masak cuma bicara di rumah saja mesti memakai sepatu hak tinggi segala ," sahutku yang ikut marah


" Tidak usah banyak komentar,lebih baik sekarang kamu pakai sepatu itu," teriak Ibu sambil memaksaku


Aku akhirnya mengikuti keinginan Ibu,dan setelah itu keluar bersama Ibu menuju ke ruang tamu.


Disana aku melihat laki-laki tua berusia 85 tahun sedang tersenyum ke arahku.


"Wah .. ternyata calon istriku sangat cantik sekali." kata Kakek Jaya sambil tersenyum denganku


Aku terpaku dengan mata terbelalak lebar.


"Ya Tuhan, kenapa orang tuaku begitu tega menikahkanku dengan laki-laki tua seperti ini, " gumamku di hati

__ADS_1


"Nonik, kenapa malah diam ? Ayo duduk ," perintah Bapak.


Aku lalu duduk dengan wajah yang terlihat marah.


" Perkenalkan, ini putri saya yang bernama Nonik," ucap Bapak sambil tersenyum.


" Waahhh ...putrimu sangat cantik sekali. Kalau begini saya jadi tidak sabar ingin menikah dengannya,"balas Kakek Jaya yang terus menatapku.


" Lebih cepat lebih baik Kek,kalau begitu kalian mengobrol saja dulu," terang Bapaknya sambil meninggalkanku berdua dengan Kakek Jaya.


Kakek Jaya terus menatapku sambil tersenyum .


" Kenapa Kakek menatapku terus ? " tanyaku yang merasa risih dengan tatapan Kakek Jaya.


" Aku menatapmu ,karena kamu begitu cantik sekali. Oh iya..mulai sekarang jangan panggil aku 'Kakek' ya ! " sambil tersenyum.


" Lalu aku harus memanggil apa ? " tanyaku dengan alis mata terangkat.


"Mulai hari kamu harus memanggilku


' sayang ' . Karena sebentar lagi kita juga akan segera menikah," ucap Kakek Jaya sambil menatapku terus.


"Apaaaa ? " teriakku dengan mata membulat dan mulut terbuka.


" Ada apa sayang ? Kenapa kamu terkejut begitu ?"tanya Kakek Jaya


"Buat apa kamu melanjutkan sekolah segala ? Seorang wanita tidak perlu bersekolah terlalu tinggi, karena pada akhirnya akan berada di dapur dan melayani suami di ranjang. Atau jangan-jangan kamu takut kalau aku tidak bisa memuaskanmu di ranjang ? Kalau masalah itu ,kamu tenang saja . Aku masih kuat melayanimu di ranjang," terang Kakek Jaya tersenyum


" Maaf ya kek, aku tidak mengerti dengan ucapan Kakek, " balasku dengan wajah kesal.


" Kalau kamu tidak mengerti , bagaimana kalau kita praktekan sekarang di rumah Kakek. Kamu pasti akan ketagihan," jawab Kakek Jaya tertawa, namun tiba-tiba gigi palsunya terjantuh, hingga terlihat giginya yang ompong


"Dasar Kakek-kakek genit . Berani Kakek menyentuhku , akan aku buat Kakek pergi ke nereka lebih cepat" sahutku dan langsung meninggalkan Kakek Jaya di ruang tamu sendirian.


Aku pergi ke kamar, dan setelah itu aku mengunci kamarku dari dalam.


" Nonik, buka pintunya. Nonik ? Bapak bilang cepat buka pintunya, kalau kamu tidak membuka pintu ,maka Bapak akan memukulmu,"teriak Bapak sambil menggedor - gedor pintu


Akan tetapi aku tidak memperdulikan ucapan Bapak


~~


Di rumah Nenek Ida..

__ADS_1


Saat mendengar kalau hari ini aku akan berkenalan dengan Kakek Jaya, Juan langsung mengurung diri sambil menangis.


" Mama, kok di rumah sepi ? Juan kemana ? " tanya Tante Riri yang baru saja datang .


" Juan lagi ada di kamarnya," jawab Mamanya yang terlihat murung.


" Lalu Nonik kemana ? " tanya Tante Riri sambil celingak -celinguk mencariku.


" Nonik sekarang tidak bisa kesini, tapi tadi Juan yang mengerjakan pekerjaan Nonik," terang Nenek Ida.


"Wahhh .. sepertinya Juan benar-benar mencintai Nonik, semenjak ketemu dengan Nonik dia akhirnya bisa melupakan kedua orang tuanya. Lalu kenapa wajah Mama terlihat murung begitu ? " tanya Tante Riri bingung.


Nenek Ida lalu menjelaskan semuanya kepada putrinya itu.


"Berarti Juan sekarang lagi menangis ? "


" Iya betul, dan bahkan tadi dia ingin bunuh diri . Katanya tidak kuat ditinggal oleh orang yang dia sayang. Mama merasa kasihan dengannya," kata Nenek Ida dengan raut wajah sedih.


" Keterlaluan sekali orang tuanya Nonik. Tapi sepertinya aku punya solusi," jawab Tante Riri tersenyum .


" Solusi apa ? " tanya Mamanya penasaran


" Bagaimana kalau kita nikahkan saja mereka berdua . Kalau Juan menikah, dia juga bisa belajar bertanggung jawab, bagaimana menurut Mama ? " tanya Tante Riri


"Mama setuju sekali, tapi bagaimana caranya ? Orang tua Nonik juga sudah berencana menikahkan Nonik dengan Kakek Jaya itu," terang Mamanya .


" Itu masalah gampang Ma, kita berikan saja mereka uang yang jumlahnya lebih banyak dari uang Kakek Jaya itu, maka orang tuanya pasti akan langsung setuju." ucap Tante Riri tersenyum


"Wahhh ..kamu memang pintar sekali." sahut Mamanya.


Mereka kemudian menemui Juan di kamarnya.


" Juan , apa kamu begitu mencintai Nonik ? " tanya Tantenya


" Iya Tante, aku sangat mencintainya," balas Juan menunduk.


" Oh iya.. Tante punya solusi agar kamu tidak kehilangan Nonik."ucap Tantenya.


" Solusi apa Tan ? Cepat katakan padaku ! " kata Juan yang sudah tidak sabar.


" Bagaimana kalau kamu dan Nonik menikah saja, tapi kalian harus tetap melanjutkan sekolah.Bagaimana ? "


" Aku mau Tante, tapi apa itu bisa terjadi ? Soalnya Nonik akan menikah dengan Kakek Jaya."

__ADS_1


" Nanti biar Tante yang mengurusnya. Tapi setelah menikah kalian tidak boleh tidur dalam satu kamar, dan kamu juga harus bekerja di restoran Papamu setiap sepulang sekolah. Kamu juga harus ingat akan tanggung jawabmu sebagai suami. Dan satu lagi, pernikahan ini harus dirahasiakan dulu sampai kalian lulus sekolah."terang Tante Riri tersenyum.


" Iya aku setuju Tante, kalau Nonik menikah denganku, maka dia tidak akan dipukul lagi oleh Bapaknya," jawab Juan tersenyum senang.


__ADS_2