Pengantin SMA

Pengantin SMA
Tersebar di FB


__ADS_3

Saat jam istirahat, Kak Fajar menghampiriku.


" Nonik, aku dengar kalau tadi di bangkumu ada banyak sekali cacing tanah , apa itu benar ? " tanya Kak Fajar kepadaku.


" Kalau benar, memangnya lo mau apa ? Asal lo tahu, semua itu perbuatan dari pacar lo sendiri, kalau sudah punya pacar lebih baik tidak usah mendekati Nonik," kata Tobi dengan wajah merah padam . Aku bisa melihat amarah dari mata kedua sahabatku.


" Jangan asal tuduh dong lo ! Dia tidak mungkin seperti itu, lagian aku juga tidak pacaran dengan dia." Kata Kak Fajar yang masih tidak mengakui Kak Vivi pacarnya.


" Tapi gue bicara sesuai kenyataan. Kalau lo tidak percaya dengan ucapan gue , lebih baik lo tanya sendiri sama cewek lo. Dan mendingan lo menjauh dari Nonik," ujar Tobi dengan wajah merah padam


" Aku heran sama lo, setiap aku ingin mendekati Nonik pasti lo yang selalu marah-marah. Lo itu cuma sahabatnya , jadi tidak usah berlagak seperti pacarnya Nonik ." Ucap Kak Fajar yang langsung marah-marah dengan Tobi.


" Siapa bilang kalau gue sahabatnya Nonik ? Gue itu adalah pacarnya Nonik," kata Tobi berbohong


" Iya betul , Tobi dan Nonik pacaran sudah lama. Lebih baik Kakak sama aku saja ," balas Agus yang masih berpura-pura menjadi seorang banci. Agus kemudian langsung mendekati Kak Fajar .


" Dasar banci, " kata Kak Fajar yang langsung mendorong Agus hingga terjatuh.


Aku langsung membantu Agus bangun.


" Lebih baik Kakak pergi dari sini, " usirku dengan suara keras.

__ADS_1


"Kenapa kamu malah mengusirku ? Temanmu yang duluan mencari masalah denganku , " ucap Kak Fajar menatapku.


" Aku bilang pergi dari sini, " teriakku dengan sangat marah


" Aku akan pergi dari sini, tapi aku benar-benar mencintaimu, aku akan terus mendekatimu." Balas Kak Fajar yang langsung pergi.


" Gue heran sama dia, padahal gue sudah bilang kepadanya kalau gue ini adalah pacarmu , tapi dia tidak peduli sama sekali dengan semua ucapan gue. Sepertinya dia tidak peduli entah kamu sudah memiliki pacar ataupun belum, " kata Tobi


" Benar itu kata Tobi, gue sampai bela-belain jadi banci tapi malah di dorong sama dia." Ucap Agus dengan wajah cemberut.


" Ha...ha...ha...tapi kamu pintar juga jadi seorang banci," balasku yang terus tertawa.


" Menurut gue, kamu itu sangat cocok jadi seorang banci kayak tadi," sahut Tobi yang ikut tertawa


" Sudah..sudah...lebih baik kita duduk di depan kelas saja." Ucapku pada mereka.


" Oh iya Nik, maaf ya karena tadi gue seenaknya mengaku jadi pacarmu. Gue kesal banget soalnya sama dia,"terang Tobi


" Ya tidak apa-apa, aku ngerti kok. Kamu juga melakukan itu untukku," balasku sambil menepuk bahunya .


Kami lalu berjalan menuju ke depan kelas ,dan setelah sampai di depan kelas kami langsung duduk sambil melihat ke ponsel kami masing-masing.

__ADS_1


" Nonik,apa kamu sekarang membuka FB ? " tanya Tobi sambil menatapku.


" Tidak, aku lagi membaca novel, memangnya kenapa ? " tanyaku dengan alis mata terangkat


"Di FB sekarang ini lagi tersebar foto Kak Vivi saat menaruh cacing tanah di bangkumu. Sepertinya ini semua di lakukan oleh Juan," ucap Tobi sambil menatap ponselnya


Aku langsung membuka FB ,dan ternyata semua yang di katakan oleh Tobi memang benar.


" Pasti Kak Vivi saat ini sangat malu sekali, karena semua anak di Sekolah ini sedang membicarakannya,"sahut Agus


" Biarkan saja , orang jahat memang pantas mendapatkan itu semua ." Jawabku


Beberapa menit kemudian Kak Vivi datang bersama dengan sahabatnya.


" Kamu memang wanita kurang ajar , pertama kamu merayu pacarku, dan sekarang kamu malah menyebarkan foto seperti itu di FB . Maumu sebenarnya apa sih ? " tanya Kak Vivi padaku.


" Maaf ya Kak, tolong jangan seenaknya menuduhku.Yang pertama aku tidak pernah merayu pacar Kakak, malahan pacar Kakak yang selalu mendekati aku dan merayuku. Dan yang kedua bukan aku yang menyebarkan foto itu di FB. Lagian Kakak juga seperti tidak punya pekerjaan saja, masak cacing tanah dipungut sampai sebanyak itu." Ucapku sambil menatapnya


" Dasar pembohong, pacarku tidak pernah seperti itu," bela Kak Vivi dengan wajah terlihat marah.


" Kalau begitu coba tanya kepada pacar Kakak, atau panggil pacar Kakak sekarang dan suruh dia datang kemari biar semuanya jelas, karena aku juga tidak suka memiliki seorang musuh." Balasku dengan wajah terlihat kesal.

__ADS_1


" Benar itu, lebih baik Kakak panggil pacar Kakak, dan suruh dia kemari." Kata Tobi


Kak Vivi dan sahabatnya lalu pergi meninggalkan kami dengan wajah yang terlihat kesal.


__ADS_2