Pengantin SMA

Pengantin SMA
Mencari kos-kosan


__ADS_3

Juan menatapku begitu lama.


"Apa kamu merasa lelah ? Kalau kamu merasa lelah, maka kita bisa menginap di hotel untuk malam ini saja. Bagaimana , apa kamu mau ? " tanya Juan sambil menatapku


" Tidak usah,kasihan uangnya. Karena mulai saat ini kita harus belajar hemat. Tapi kalau kamu ingin menginap di hotel maka aku akan nurut saja, jujur aku sebenarnya kasihan denganmu. Pasti kamu tidak terbiasa seperti ini," ucapku sambil menatapnya.


"Mau tidur di manapun aku tidak pernah masalah kok, asalkan terus bersamamu." Balas Juan tersenyum sambil mengusap kepalaku


Aku terdiam begitu lama sambil menatapnya.


"Juan, aku mohon ceraikan saja aku. Aku tidak ingin melihatmu hidup menderita bersamaku," kataku dengan sedih


"Aku tidak bisa hidup tanpamu, tolong jangan bicara seperti itu. Karena aku sangat mencintaimu. Aku mohon jangan mengucapkan kata cerai lagi, " ucap Juan sambil berlutut di kakiku.


" Baiklah, kalau begitu ayo bangun ! Aku malu dilihatin sama orang-orang," balasku.


Juan akhirnya bangun ,dan duduk di sampingku.


10 menit kemudian tempat itu mulai sepi, namun tiba-tiba ada 2 orang laki-laki menghampiri kami.


" Cepat serahkan barang kalian ,atau nyawa kalian yang akan menjadi taruhannya.Uang ,perhiasan , HP dan semuanya! " hardik seorang perampok sambil mengarahkan belati ke arah kami .


" Kami tidak punya apapun Pak , jadi saya mohon jangan ganggu kami, " ucap Juan .


" Kalau begitu serahkan HP kalian, tadi aku lihat kalian membawa HP." Jawab perampok itu dengan mata melotot dan wajah yang terlihat begitu marah.


" Nonik, tetaplah di belakangku . Aku takut nanti mereka melukaimu," kata Juan berbisik.


" Apa dia lupa kalau aku bisa ilmu bela diri," pikirku merasa kesal


Salah satu perampok yang kepalanya botak mendorong Juan. Aku langsung maju ke depan , dan menendang tangan si botak yang memegang belati , setelah itu aku menangkap belati itu.


Kemudian aku menyerahkan sisanya kepada Juan, kalau Juan tidak bisa melawannya, baru aku yang akan melawannya.


Juan langsung menghajar mereka dengan gerakan yang begitu cepat ,dan lincah. Dia juga begitu pintar menghindari pukulan lawannya. Dalam sekejap mata mereka sudah babak belur, dan bahkan sampai kesusahan untuk bangun.


"Ampun...ampun...tolong biarkan kami pergi ! " ucap si keribo dengan tubuh gemetar dan bahkan sampai kencing di celananya.


" Pergilah, dan jangan pernah melakukan pekerjaan seperti ini lagi. Kalau aku melihat kalian merampok lagi, maka aku akan mengirim kalian ke penjara," ancam Juan dengan wajah berapi-api.


Mereka lalu lari tunggang-langgang.

__ADS_1


" Wah , kamu memang hebat !" Pujiku sambil mengacungkan jempol ke atas.


" Ini juga berkatmu. Seandainya kamu tidak menendang tangan perampok itu, mungkin aku juga tidak bisa melawannya. Dan aku hampir lupa kalau kamu juga bisa ilmu bela diri," ucap Juan sambil duduk di sampingku.


"Tetap saja kamu hebat,"jawabku sambil memberikan air minum kepadanya.


" Untung aku belajar ilmu bela diri. Oh iya, kamu tahu tidak apa alasanku ikut ilmu bela diri  ? " tanya Juan menatapku


"Mungkin agar bisa melawan orang-orang yang berniat jahat denganmu," jawabku


"Salah,aku belajar ilmu bela diri agar bisa melindungimu, karena aku tidak mau menjadi laki-laki lemah," kata Juan


Wajahku langsung bersemu merah , dan jantungku berdegup kencang mendengar ucapan Juan.


Jam 23 :45 , aku menguap berkali-kali. Aku merasa sangat mengantuk sekali, tapi aku bingung mau tidur di mana. Tadi Tobi bilang kalau kos-kosan di dekat rumahnya sudah penuh terisi. Aku juga tidak mungkin pergi ke rumah orang tuaku, kalau pergi kerumah Kakek dan Nenek juga tidak mungkin, karena kalau mereka sampai tahu aku di usir pasti mereka akan langsung bicara dengan orang tuaku .


Aku menatap Juan yang masih sibuk dengan ponselnya, dia mencari kos-kosan melalui google maps.


" Nonik, ayo kita pergi dari sini. Aku sudah mendapatkan kos-kosan yang lokasinya tidak jauh dari Sekolah kita," ucap Juan sambil tersenyum.


" Beneran ? " tanyaku sambil tersenyum senang.


" Iya benar, ayo kita pergi kesana." Kata Juan


Setelah sampai ,kami langsung melihat kamarnya.


Harga sewanya untuk perbulan 1000.000 , dan fasilitas yang ada di kamar itu juga lengkap. Ada kasur , meja kecil, lemari pakaian,dapur, kamar mandi ,dan AC.


Menurut Juan harga kos ini yang paling murah dari yang lainnya. Pemiliknya adalah seorang Nenek-nenek.


Kami akhirnya mengambil kos itu, dan Juan langsung membayarnya.


" Semoga kalian nyaman disini , dan kalau ada masalah kalian bisa mencari Nenek di rumah itu," sambil menunjuk ke sebuah rumah yang tidak jauh dari tempat kami.


" Ya Nek ,terimakasih."Ucapku dan Juan


"Apa kalian bersaudara ? " tanya Nenek Arum sambil menatap kami.


" Iya Nek, " balas Juan berbohong


"Ya sudah, silahkan kalian istirahat. Karena ini sudah larut malam." Kata Nenek Arum yang langsung meninggalkan kami.

__ADS_1


Aku dan Juan langsung masuk ke dalam . Sebelum istirahat kami membersihkan kamar kos itu dulu.


Selesai membersihkan kamar kos, kami lalu menata baju dan menaruhnya di dalam lemari.


"Lelah sekali, "ucapku yang langsung merebahkan tubuhku.


" Kamu benar, tapi untung hari ini aku tidak bekerja di restoran. Lalu bagaimana dengan pekerjaanmu di rumah Dokter Angga ? " tanya Juan sambil ikut merebahkan tubuhnya di sampingku.


" Sepertinya aku harus berhenti bekerja di sana, soalnya jaraknya sangatlah jauh dari sini." Balasku


" Kalau begitu lebih baik kamu tidak usah bekerja. Biar aku saja yang bekerja,"kata Juan


" Tapi aku tidak mau cuma diam saja di sini, sedangkan kamu bekerja sampai malam. Aku akan mencari kerja di sekitar sini saja." Jawabku


" Apa kamu sudah menyetel alarm ? Takutnya besok kita terlambat ke Sekolah, karena jam segini kita belum juga tidur." Ucap Juan


" Sudah kok." Balasku yang langsung menguap.  "Juan ? Bantal ini sebagai pembantas , dan kamu tidak boleh melewati bantal ini. Kalau kamu melewatinya ,maka aku tidak akan mau bicara denganmu." Ancamku yang langsung memunggungi Juan.


" Kenapa begitu ? " tanya Juan dengan mata membulat dan lebar.


" Hanya berjaga-jaga saja, takutnya kamu malah menyentuhku ," ucapku


" Memangnya kenapa kalau aku menyentuhmu ? Kita juga sudah menikah." Kata Juan


" Tapi kita masih Sekolah,"balasku merasa kesal


" Memang kenapa kalau kita masih Sekolah ? Banyak kok di luar sana yang masih Sekolah tetapi sering berhubungan intim dengan pacarnya." Jawab Juan.


" JUANN ," teriakku dengan marah


" Aku cuma bercanda," balas Juan yang langsung tertawa terbahak-bahak.


Besoknya...


" Kring...kring...kring..." Aku terbangun karena bunyi alarm yang begitu berisik.


Aku mengerjapkan mata beberapa kali untuk bangun sepenuhnya. Mencoba mengusir kantuk yang mendera raga dan menyiksa jiwa.


" Selamat pagi Sayang, ayo bangun dan mandi dulu. Aku sudah menyiapkan sarapan untukmu," bisik Juan


" Kenapa kamu yang memasak ? " tanyaku sambil menatapnya dengan raut wajah yang bingung

__ADS_1


" Bukannya kamu sendiri yang ingin mencoba masakanku ," sahut Juan


" Tapi aku hanya bercanda saja waktu itu," balasku


__ADS_2