
Dari tadi siang pikiranku begitu tidak tenang karena memikirkan Nonik yang tidak makan siang dan belum makan malam.
Saat jam pulang kerja , aku buru- buru menuju ke parkiran sambil membawa dua bungkus makanan.
Aku begitu khawatir pada Nonik yang belum makan hingga jam segini. Sampai di parkiran aku langsung menyalakan mesin motorku , lalu mengendarainya dengan kecepatan yang tinggi.
Setelah sampai di depan kamar kosan, aku mengetuk pintu kamar itu.
" Tok...tok...tok..." Pintu kamarnya sudah aku ketuk berkali- kali , namun Nonik tidak membuka pintu itu.
" Nonik, ini aku Juan. Tolong buka pintunya ! " teriakku sambil terus mengetuk pintuk kamarnya.
Tapi tetap saja tidak ada balasan dari dalam . Jujur aku merasa malu dan tidak enak pada orang yang tinggal di sebelah kamarku. Aku takut mengganggu waktu istirahatnya.
" Apa Nonik sudah tidur ya ? Biasanya mendengar suara motorku saja dia sudah keluar , tapi sekarang malah tidak keluar-keluar . Atau dia sengaja tidak membuka pintu karena marah padaku ? Atau jangan- jangan Nonik pingsan karena belum makan ?" pikirku yang terus di penuhi dengan begitu macam pertanyaan.
Dengan cepat aku membuka tas ranselku karena ingin mencari kunci cadangan yang sengaja aku simpan untuk hal darurat.
Aku buru-buru memasukkan anak kunci ke lubang kunci pintu. Aku buka pintu kamar itu , tetapi aku lihat kamar itu kosong. Aku tidak melihat ada Nonik di sana. Aku cari ke kamar mandi juga tidak ada.
"Ya ,Tuhan . Apa Nonik marah dan pergi meninggalkanku ? " batinku dengan sedih
Aku lalu mengambil ponselku dan menghubungi nomer Nonik , namun panggilan teleponku tidak di angkat sama sekali olehnya. Sudah sepuluh kali aku menghungi nomernya , tapi tetap tidak di angkat.
" Tuhan , aku tidak ingin berpisah dengan Nonik. Ini semua memang salahku yang belum bisa menjadi suami yang baik untuknya . Sekarang aku harus mencari dia kemana ? Nomer sahabatnya juga aku tidak punya . Pergi ke rumah orang tuanya juga pasti tidak mungkin . Di luar juga saat ini sedang hujan," gumamku sambil meneteskan air mataku.
Aku lalu mengunci pintu kamar itu dari luar. Aku ingin mencari Nonik ke tempat yang pernah dia kunjungi, termasuk rumah orang tuanya. Baru saja selesai mengunci pintu tiba-tiba ponselku bergetar dan aku lihat ada panggilan masuk dari Nonik.
Aku langsung menggeser icon panggilan berwarna hijau.
📞" Halo Nonik,kamu sekarang di mana ?" tanyaku dengan tidak sabar.
📞" Aku berada di minimarket sebelah kosan kita. Maaf Juan, aku lupa memberitahumu kalau mulai hari ini aku bekerja di minimarket sebelah kosan kita," kata Nonik menjelaskan
Aku lalu menarik nafas dengan lega karena ternyata Nonik tidak marah padaku.
__ADS_1
📞" Nonik, ini sudah malam dan besok kita harus pergi sekolah. Apa kamu mengambil shift malam ? " tanyaku khawatir.
📞" Tidak kok. Aku kerja shift sore tapi karena saat ini masih hujan jadi aku belum bisa pulang,"
📞" Kalau begitu tunggulah di sana. Aku sekarang akan ke sana menjemputmu," balas ku yang langsung mengakhiri panggilan telepon itu begitu saja.
Beberapa menit kemudian aku telah sampai di depan minimarket sebelah kosanku.
Dari luar aku lihat Nonik sedang mengobrol dengan seorang pria. Hatiku terasa sakit saat melihat Nonik sedang mengobrol dengan pria itu.
Dengan gagah aku turun dari atas motor , dan kemudian membuka mantel hujanku , setelah itu menaruh mantel hujan itu di atas motorku.
Di depan Minimarket sedang duduk seorang pria dan wanita . Tapi tiba-tiba si wanita menyapaku .
"Hay cowok, mau ke dalam ya ? " ucap wanita itu seraya tersenyum padaku.
" Iya ,Kak," jawabku sambil menatapnya
" Siapa wanita ini ? Apa aku mengenalnya ? " pikirku dengan bingung sambil menggaruk kepalaku yang tidak terasa gatal
" Loli , apa yang kamu lakukan ? Setiap melihat cowok tampan kamu selalu menyapanya. Kamu bikin malu aku saja," bisik cowok yang ada di sampingnya , tapi aku masih bisa mendengar semua yang dia ucapkan.
" Nonik ? " panggilku saat aku sudah berdiri di depannya. Nonik langsung menatap ke arahku.
" Juan ? Ternyata kamu sudah datang ? "
" Juan , kenalkan ini Kak Bayu . Dia teman di tempat kerjaku ," ucap Nonik sambil tersenyum padaku.
Aku lalu berkenalan dengan Kak Bayu. Aku memperkenalkan diriku sebagai kekasih dari Nonik. Aku ingin orang lain tahu kalau Nonik adalah milikku.
" Kak , kita pulang duluan ya ?" ucap Nonik pada Bayu.
" Ya ,Nik. Hati-hati di jalan," balas Kak Bayu seraya tersenyum.
" Yuk kita pulang ," ujar Nonik sambil menggandeng tanganku.
__ADS_1
" Kak Dimas , Kak Andi , saya pamit pulang," ucap Nonik pada karyawan minimarket yang berjaga malam.
" Ya ,hati-hati ," balas mereka berdua.
Namun langkahku tiba-tiba terhenti saat melihat pembalut yang terpajang di sebuah rak. Tadi pagi aku lihat pembalut Nonik tinggal tiga biji, dan saat ini dia masih datang bulan. Kalau sekarang tidak membeli pembalut , maka besok sudah pasti tidak ada pembalut yang akan dia pakai.
" Nonik , tunggu dulu. Ada yang ingin aku beli di disini," kataku seraya melangkahkan kakiku menuju rak yang memajang berbagai jenis pembalut. Tanpa berkata apapun aku lalu mengambil satu bungkus pembalut yang bersayap.
" Juan , kenapa malah mengambil pembalut ? " bisik Nonik padaku
" Bukankah pembalutmu sudah habis ? Kalau sekarang tidak membeli pembalut lalu besok kamu akan pakai apa ? " tanyaku berbisik.
" Tapi aku saat ini tidak ada uang," bisik Nonik lagi
" Tenang saja , aku ada uang kok," jawabku tersenyum sambil mengacak rambut Nonik.
Setelah mengambil satu bungkus pembalut , aku segera pergi ke kasir untuk membayarnya.
Aku lihat semua menatap ke arahku yang sedang membawa pembalut, namun tidak aku hiraukan tatapan mereka.
Sesudah membayar pembalut itu , aku lalu memasukkannya ke dalam tas milik Nonik , dan setelah itu kami keluar .
Aku lihat wanita yang tadi menyapaku begitu terkejut melihatku bersama Nonik.
" Kak Abi , Kak Loli, aku pulang duluan ." Nonik berpamitan pada mereka sambil tersenyum.
Namun mereka tidak membalas ucapan Nonik sama sekali.
" Oh ternyata mereka adalah karyawan di sini, tapi sepertinya mereka tidak menyukai Nonik," pikirku sambil mengambil mantel hujanku yang ada di atas motor.
" Nonik, ayo pakai mantel ini, nanti kamu kehujanan," ucapku sambil membantunya memakaikan mantel hujan. Karena hanya memiliki satu mantel , jadi aku memberikan mantelku pada Nonik karena dia lebih membutuhkan dari pada aku.
" Juan , lalu kamu pakai apa ?" tanya Nonik dengan khawatir.
" Aku tidak masalah kalau kehujanan , lagian aku juga belum mandi. Tapi kalau kamu baru tidak boleh kehujanan , soalnya saat ini kamu sedang datang bulan ," sahutku menjelaskan.
__ADS_1
" Baiklah, tapi kamu harus mandi dengan air hangat ya ? " ujar Nonik yang langsung naik ke atas motorku
" Iya ,asalkan kamu juga mandi dengan air hangat agar tidak sakit," balasku yang kemudian meninggalkan minimarket itu.