
Tiga bulan kemudian...
Sudah tiga bulan tempat makan kami di buka, dan untung pembelinya selalu ramai. Saat ini kami juga membuka kedai minuman kekinian. Awalnya dari pagi dan siang kami hanya menjual nasi bungkus saja. Tapi setelah beberapa hari banyak pembeli yang ingin semua menu ready dari pagi. Akhirnya kami memutuskan semua menu ready dari pagi hingga malam.
Kami juga menambah dua karyawan lagi, namanya Kak Hendri dan Kak Andi . Mereka adalah tetangga kami. Kak Hendri saat ini sedang kuliah , sedangkan Kak Andi hanya lulus SMA saja. Biasanya aku dan Juan menyuruh mereka membantu Nenek Wati dari pagi hingga jam tiga sore. Kalau Kak Hendri kuliah pagi , maka Ayu yang kami tugasnya menggantikan Kak Hendri.
Kami sengaja menambah dua karyawan , karena tempat makan kami dari pagi sudah ramai. Sedangkan Nenek Wati sudah tua , jadi tidak mungkin kami tega menyuruhnya bekerja sendiri. Apalagi dari jam sebelah siang sampai jam dua siang, pasti semua tempat duduk penuh. Biasanya saat jam makan siang banyak pegawai kantoran datang dan bahkan karyawan puskesmas banyak yang datang.
📞 " Sayang , kamu ada di mana ? Kamu jadi kan pulang sekarang ? Aku sangat merindukanmu, " ujar Juan dari seberang telepon.
📞" Aku sudah di jalan menuju ke rumah," sahutku seraya tersenyum. Sudah satu minggu aku meninggalkan Juan karena harus mengikuti kejuaraan karate internasional.
📞" Semua teman-teman juga sudah menunggumu di sini. Mereka begitu bangga karena kamu berhasil meraih juara satu lagi," ucap Juan
Beberapa menit kemudian aku telah sampai di depan rumah. Teman-temanku menyambut kedatanganku. Tidak hanya teman-temanku, Nenek Ida juga ada di sini. Bahkan tetanggaku juga banyak yang datang memberi selamat.setelah itu aku dan Juan mengajak mereka makan bersama.
__ADS_1
" Kak Nonik hebat sekali. Zio ingin sekali seperti Kak Nonik," ucap Zio cucu Nenek Wati.
" Kalau begitu , bagaimana kalau Zio ikut ilmu bela diri di tempat kakak ? " tanyaku seraya menatapnya
" Ya , aku mau Kak."balas Zio sembari tersenyum.
Saat ini semua teman-temanku sudah pulang . Hanya Agus yang masih di rumahku. Selama aku pergi, Agus dan Tobi sering menginap di rumahku .
Awalnya Juan melarangku ikut lomba , tapi aku juga tidak bisa menolak pelatihku. Selama aku pergi, Juan selalu menghubungiku dan memberi banyak pertanyaan padaku . Dia terlihat begitu cemas.
"Hati-hati ? Memangnya ada apa dengan Ayu ? " tanyaku seraya melirik ke arah Ayu yang saat ini sedang melayani pembeli.
Aku sungguh tidak mengerti dengan ucapan sahabatku ini. Aku tidak mengerti kenapa dia memintaku berhati-hati pada Ayu ? Memangnya ada apa dengan gadis itu ? Apa gadis itu membuat masalah selama aku pergi ?
" Selama kamu tidak ada ,Ayu selalu mencoba ingin mendekati Juan. Sudah berkali-kali aku melihat Ayu menatap Juan terus. Lebih baik kamu hati-hati dengannya. Kemarin Mamaku juga mengatakan kalau Ayu bukan wanita baik-baik," terang Agus berbisik padaku.
__ADS_1
" Masa sih ? Mungkin kamu salah lihat ," jawabku. Aku tidak mau mempercayai semuanya tanpa adanya sebuah bukti, karena mungkin saja Agus salah lihat.
Agus menghela nafas dengan kasar seraya menatapku." Susah juga memberitahumi,"sahut Agus dengan wajah cemberut.
" Siapa tahu kamu berbohong. Kalau kamu memiliki sebuah bukti, maka aku pasti percaya dengan ucapanmu," balasku
" Nenek Wati juga melihat semua yang Ayu lakukan . Bahkan aku dan Nenek Wati diam-diam memasang CCTV di sini tanpa sepengetahuan dari Juan. Kamu bisa cek rekaman CCTV ini," kata Agus seraya memberikan ponselnya padaku. Ternyata rekaman CCTVnya terhubung ke ponsel Agus.
Jantungku berdegup dengan begitu kencang sambil menatap ponsel itu. Kedua mataku terbelalak lebar saat melihat rekaman tersebut. Ternyata semua yang di katakan oleh Agus memang benar.
Di rekaman itu Ayu selalu berusaha menendekati Juan, namun Juan sepertinya tidak menyadari tingkah aneh Ayu. Bahkan saat Juan pergi ke kamar, gadis itu ingin menyusul Juan, akan tetapi baru menyentuh gagang pintu Nenek Wati keburu datang dan memanggilnya.
Saat Kak Andi pergi membawa pesanan , dan Nenek Wati istirahat di kamarnya , Ayu diam-diam memasukkan sesuatu ke dalam minuman milik Juan.
Tapi untung saja minunan tersebut tumpah karena di senggol oleh Juan. Ternyata Ayu tidak sepolos wajahnya. Hatinya sungguh jahat. Aku tidak boleh diam saja. Kalau aku biarkan , maka hubunganku dengan Juan mungkin akan hancur karena ulah gadis bertopeng itu.Aku harus memberitahu Juan mengenai masalah ini.
__ADS_1