Pengantin SMA

Pengantin SMA
Mendekati Juan


__ADS_3

Besoknya ...


Seperti biasa aku dan Juan pergi ke Sekolah.


" Hai , Juan. Ini aku bawakan makanan . Aku sengaja masak khusus buat kamu. Di makan ya ? Di jamin rasanya pasti enak," ucap Kak Vivi seraya duduk di samping Juan dan berusaha menggoda suamiku. Dia bahkan dengan sengaja menaikkan sedikit roknya. Mungkin dia melakukan hal itu agar Juan tergoda dengannya. Sungguh mur*han sekali dia. Aku ingin melihat apakah Juan akan menerima makanan Kak Vivi ?


" Maaf ,Kak. Aku tidak bisa menerima makanan kakak ," tolak Juan yang kemudian bangkit dari tempat duduknya dan pindah ke tempat lain. Kak Vivi juga bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Juan lagi.


" Juan, kenapa malah pindah sih ? Aku sudah capek-capek datang kemari ingin dekat denganmu , tapi kamu malah menjauh," gerutu Kak Vivi dengan cemberut.


" Kak, tolong jangan dekat-dekat denganku. Aku sudah memiliki kekasih. Kalau kakak mendekati aku terus , nanti kekasihku salah paham. Aku sangat mencintainya. Aku tidak ingin dia marah karena melihat kakak mendekatiku," terang Juan seraya melirik ke arahku.


" Kok kamu gitu sih ? Tega banget deh sama aku. Apa cewekmu ada di sekolah ini ? Kayaknya cewekmu jelek , soalnya cewek-cewek di sekolah ini sangat jelek, hanya aku yang cantik ," ucap Kak Vivi yang memuji dirinya sendiri.


Jujur kami merasa terganggu dengan kehadiran Kak Vivi di kelas kami. Saat ini kami sedang membuat tugas yang di berikan oleh Ibu Tika. Hari ini beliau tidak bisa mengajar karena anaknya sedang sakit. Jadi beliau hanya memberi tugas pada kami dan harus di kumpulkan sebelum jam istirahat.


" Sok cantik banget sih jadi orang. Sudah dandanan menor , nggak pernah ngaca ya ? Apa kakak lupa kalau di sekolah ini masih ada cewek yang lebih cantik dari kakak yaitu Primadona sekolah ini. Dia bahkan tidak memakai riasan apapun tapi tetap terlihat cantik," sahut Tobi dengan raut wajah yang sangat kesal melihat Kak Vivi dan temannya yang begitu berisik .


" Nggak usah ikut-ikutan deh lo, gangguin aja. Mending belajar yang bener," balas Kak Vivi sambil menatap Tobi dengan wajah yang merah padam .


" Dari tadi juga sudah belajar. Tapi kakak berisik sekali dan mengganggu kami yang saat ini sedang belajar. Aku heran deh sama kakak. Sebenarnya kakak datang ke sekolah mau belajar atau mau jadi cewek penggoda sih ? Sudah jelas-jelas Juan mengatakan kalau dia sudah punya kekasih , tapi tetap saja di rayu. Gatel banget sih jadi cewek ," sahut Tobi lagi


" Bisa diam gak lo," kata Kak Vivi dengan suara lantang.


" Bisa diam nggak ? Lebih baik kakak keluar dari kelas ini." Randy ikut bicara karena merasa terganggu dengan Kak Vivi dan teman-temannya.


Mereka juga mengganggu teman kami yang sedang belajar. Mereka memang sangat jahat. Padahal kelasnya sedang belajar , tapi mereka malah berada di sini.

__ADS_1


" Vi , balik ke kelas yuk ?" ujar temannya


" Aku masih mau disini. Aku ingin berada di dekat Juan," kata Kak Vivi sambil melirik Juan yang ada di sebelahnya.


" Lebih baik kakak keluar dari kelas ini," ucap Juan lagi dengan raut wajah kesal. Dia merasa begitu terganggu dengan Kak Vivi dan temannya.


Beberapa menit kemudian datang lima orang pria ke kelas kami. Aku sama sekali tidak tahu siapa mereka. Mereka mengganggu teman-teman kami dan memalak mereka.


" Tobi, siapa mereka ? " bisikku pada Tobi sambil sesekali melirik ke arah mereka.


"Kamu tidak tahu mereka siapa ? " tanya Tobi bertanya balik padaku.


Aku menggelengkan kepala ke arah Tobi. Aku memang tidak tahu mereka siapa.


" Mereka berandalan sekolah ini. Mereka sering memalak , dan mengganggu anak- anak di sekolah ini. Semuanya takut pada mereka , dan bahkan para guru di lawan sama mereka," tutur Tobi menjelaskan.


Sok hebat banget mereka , ke sekolah bukannya belajar malah jadi berandalan.


Namun, tiba-tiba mereka menuju ke tempat dudukku. Entah mau ngapain mereka mendekatiku , tapi aku tidak menghiraukannya.


Juan dan Randy terus menatap ke arahku. Sepertinya mereka takut kalau para berandalan ini menggangguku.


" Hai cantik, pantas saja kamu di juluki Gadis Primadona , ternyata kamu benar-benar cantik," ucap salah satu dari mereka sambil menatapku.


Aku tetap tidak menghiraukan mereka. Bahkan menatapnya juga tidak.


" Apa yang kalian lakukan di sini ? Pergi dari sini," teriak Juan kepada berandalan itu

__ADS_1


" Gue di sini ingin berkenalan dengan primadona di sekolah ini. Apa urusannya denganmu ? " ujar bos berandalan itu.


" Kalau kalian berani mengganggunya, maka kalian akan berhadapan denganku," kata Randy yang saat ini sudah berdiri dan menatap mereka.


" Berani juga lo pada kita ,"sahut mereka dengan wajah berapi-api.


" Juan ,Randy, kalian duduk saja . Biar aku yang mengurusnya ," sahutku pada mereka.


" Sok hebat banget jadi perempuan," cibir Kak Vivi padaku.


" Juan ,lebih baik kamu duduk saja . Aku tidak ingin kamu terluka cuma karena membela perempuan itu," kata Kak Vivi seraya menunjukku


" Terserah aku mau membela siapa. Dan itu tidak ada urusannya dengan kakak. Lebih baik kakak pergi dari sini,"usir Juan dengan nada ketus.


" Aku tidak akan pergi dari sini sebelum kamu mau menjadi kekasihku," sahut Kak Vivi dengan raut wajah yang sengaja di buat sedih.


Dia memang perempuan aneh. Sudah di tolak berkali-kali , tapi tetap tidak mau pergi.


Tak berselang lama datang Pak Yudi ke kelas kami. Dia adalah guru BK di sekolah ini.


" Apa yang kalian lakukan di sini ? Kalian selalu saja membuat masalah. Ayo ikut bapak ke kantor ," ucap Pak Yudi seraya menatap mereka dengan tatapan mata yang tajam.


Aku lihat Kak Vivi juga tampak ketakutan dan menutup wajahnya dengan buku, namun Pak Yudi tetap melihatnya karena tadi aku juga sempat merekamnya.


" Vivi, kamu juga ngapain berada di sini ? Teman kalian saat ini sedang belajar di kelasnya, tapi kalian malah ada di sini . Ayo ikut Bapak ke kantor," kata Pak Yudi seraya menggelengkan kepalanya.


" Tapi , Pak. Kita hanya mampir sebentar saja kok," sahutnya

__ADS_1


" Tidak ada alasan apapun . Ayo ikut ke kantor , atau bapak akan memanggil orang tua kalian ," ancam Pak Yudi


" I_iya ,Pak," balas Kak Vivi dengan wajah cemberut. Dia dan teman-temannya kemudian mengikuti Pak Yudi menuju ke kantor.


__ADS_2