
Di rumah Nenek Ida...
Mulai hari ini aku tinggal di rumah Nenek Ida sebagai istri dari Juan. Walaupun kami adalah sepasang suami istri, tetapi Nenek melarang kami untuk tidur satu kamar, dan aku juga tidak ingin satu kamar dengan Juan.
Tadinya aku cuma menganggap Juan sebagai temanku, tetapi sekarang malah jadi istrinya. Rasanya aku jadi canggung kalau ada di dekat Juan .
" Nonik , ini barangmu . Isinya apaan sih ? Rasanya kok berat sekali ," kata Juan sambil meletakkan tasku .
" Terimakasih, " balasku sambil memasukkan bajuku ke dalam lemari.
" Kenapa wajahmu cemberut terus ? " tanya Juan dengan alis mata terangkat.
" Aku hanya merasa kesal karena sekarang aku sudah menikah denganmu. Padahal aku tidak ingin menikah dulu, " terangku yang masih cemberut
" Kalau kamu tidak menikah denganku, maka orangtuamu pasti menikahkanmu dengan si Kakek Jaya itu. Memangnya kamu mau menikah dengan seorang Kakek-kakek ? "tanya Juan
" Tadinya aku mau kabur dari rumah, tetapi kamu dan Nenek malah datang melamarku."jawabku marah.
" Memangnya kamu akan pergi kemana kalau sudah kabur dari rumah ? " tanya Juan menatapku.
" Aku juga tidak tahu, yang pasti tidak dengan menikah," sahutku yang langsung meninggalkannya tidur.
~~
1 bulan kemudian..
Hari ini adalah hari pertamaku masuk ke Sekolah SMA Negeri 2 Denpasar. Aku mulai bangun jam 05:00. Aku pergi ke kamar mandi dengan mata yang masih sangat mengantuk. Aku bangun jam segini karena hari ini adalah MOS pertamaku. Juan juga satu Sekolah denganku.
" Kok Juan belum bangun sih ? Jangan-jangan dia lupa menyetel alarm lagi."pikirku.
Aku lalu menuju ke kamar Juan yang ada di sebelah kamarku. Aku langsung masuk ke kamarnya ,karena kalau aku mengetuk pintu sudah pasti dia tidak akan mendengarnya.
"Juan ,ayo bangun. " aku menggoyang- goyangkan badannya agar cepat bangun. Akan tetapi dia malah menarik tanganku.
"EHHH..! "
"Gedebuk! " aku akhirnya terjatuh dengan posisi berada di atas tubuh Juan, hingga tanpa sadar aku malah menatapnya begitu lama. Dengan matanya yang masih terpejam, Juan malah memelukku dengan begitu erat.
"Juan , lepaskan aku.Apa kamu tidak mau Sekolah ? Dan aku juga harus memasak." ucapku sambil menatapnya . Setelah mendengar kata Sekolah dia langsung melepaskan pelukannya.
"Oh iya ,hampir saja aku lupa untuk pergi ke Sekolah." kata Juan yang langsung bangun ,dan menuju ke kamar mandi.
"Menyebalkan sekali sih dia. Mencari kesempatan dalam kesempitan, padahal aku tidak suka di peluk seperti itu." gerutuku dengan kepala dan alis mengarah ke bawah, dan menunjukkan muka masam.
Aku lalu pergi menuju ke dapur . Semenjak aku menjadi istrinya Juan , aku memutuskan untuk tidak menerima upah dari Nenek Ida saat sudah selesai mengerjakan pekerjaan rumah. Karena menurutku tidak pantas untuk menerima uangnya. Aku sudah jadi bagian dari keluarga ini , jadi mana mungkin aku mengambil uangnya.
Jadi saat ini aku hanya bekerja di rumahnya Dokter Angga saja, sedangkan Juan bekerja di restoran Papanya.
Baru saja selesai memasak , namun tiba-tiba Juan berteriak memanggilku.
__ADS_1
" Noniiikkk," teriak Juan dari dalam kamarnya.
" Tunggu sebentar, " kataku yang ikut berteriak .
Aku lalu pergi ke kamar Juan . Saat aku membuka pintu kamarnya, aku begitu terkejut melihat Juan.
" Aaaaaa ..., " teriakku sambil menutup mata, karena begitu terkejut melihat Juan yang hanya berbalut handuk saja.
" Kamu kenapa sih ? " tanya Juan tidak mengerti.
" Kenapa kamu tidak memakai seragam sih ? " tanyaku kesal.
" Aku tidak tahu seragamnya dimana, makanya aku memanggilmu. Kan kamu itu istriku, " jawab Juan tersenyum.
" Kalau begitu kamu masuk ke kamar mandi dulu, soalnya aku tidak suka melihatmu hanya berbalut handuk saja."suruhku sambil terus menutup mataku.
"Nonik, buka matanya dong ! Kita ini kan sepasang suami istri, jadi kamu harus membiasakan dirimu melihat suamimu seperti ini,"balas Juan
" Kita ini sepasang suami istri yang menikah secara terpaksa . Kalau kamu tidak mau menuruti kata-kataku, maka aku akan keluar dari kamarmu sekarang juga , " ancamku
"Iya..iya deh ," sahut Juan yang langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Aku kemudian mengambilkan seragam untuk Juan ,dan meletakkannya di tempat tidurnya.
" Juan, aku sudah meletakkan seragammu di sini. " kataku yang langsung menuju kamarku
Jam 06 : 00 Tobi sahabatku menghubungiku.
"Halo Nik, kita berangkat bareng yuk ! Nanti kirimkan saja alamat rumahmu sama gue," kata Tobi mengajakku untuk berangkat bareng ,karena kita akan masuk di Sekolah yang sama.
" Boleh juga sih, tapi jangan jemput di rumahku ya ! Soalnya aku di larang berteman dengan laki-laki," ucapku berbohong. Padahal aku hanya takut kalau mereka bertemu dengan Juan.
"Lalu kita harus menjemputmu di mana ? " tanya Tobi dari seberang telepon.
" Tunggu aku di minimarket dekat rumahku, nanti aku kirimkan alamatnya ke padamu," jawabku
" Baiklah kalau begitu,"balas Tobi yang langsung menutup sambungan teleponnya.
Baru saja aku selesai mengganti pakaian , tapi tiba-tiba saja Juan masuk ke dalam kamarku tanpa mengetuk pintu dahulu.
" Kamu itu kebiasaan sekali masuk ke kamarku tidak mengetuk pintu, menyebalkan sekali. "gerutuku merasa kesal.
Tetapi Juan hanya menatapku yang lagi menyisir rambut.
" Tidak usah berdandan segala, kamu itu sudah memiliki seorang suami, " kata Juan cemberut.
" Tidak berdandan saja hatiku merasa tidak tenang ,apalagi kalau dia berdandan . " gumam Juan di hatinya.
" Aku hanya memakai bedak saja kok," jawabku
__ADS_1
"Jangan nakal di Sekolah ya ! Dan ini uang jajan untukmu. Kalau nanti uangnya kurang kamu bisa hubungi aku, " sambil memberikan uang ke padaku.
"Tidak usah , aku masih memiliki uang kok. " tolakku merasa tidak enak.
" Ambillah , kan aku ini suamimu. Jadi sudah tugasku sebagai seorang suami memberimu uang."kataku tersenyum
" Terimakasih. Oh iya, nanti di Sekolah kita pura-pura tidak kenal ya ! Agar mereka tidak tahu mengenai hubungan kita." ucapku sambil menatapnya.
"Baiklah ,tapi dengan satu syarat." jawab Juan menatapku
"Apa syaratnya ? " tanyaku penasaran
"Biarkan aku mencium keningmu sekali saja," kata Juan
" Apaaaaaa ? " teriakku dengan mata terbelalak lebar.
" Kalau kamu tidak mau ,maka aku juga tidak mau ,"ucap Juan cemberut
" Hmm..,baiklah kalau begitu."sahutku
Juan lalu mendekatiku, dan setelah itu dia mencium keningku .
Tubuhku langsung menegang,dan jantungku berdebar tidak karuan.
" Ya sudah , ayo kita sarapan dulu ."ajak Juan
Aku lalu mengikuti Juan menuju ke meja makan .
" Nonik, kamu cantik sekali. " kata Nenek
" Terimakasih Nek," balasku tersenyum
" Juan ,kamu harus menjaga istrimu ini. Jangan sampai istrimu di ambil oleh orang lain."goda Nenek.
Tetapi Juan hanya diam saja.
" Nonik, ambillah uang ini untuk jajan di Sekolah." ucap Nenek Ida
" Tidak usah Nek,tadi Juan sudah memberiku uang jajan."balasku menolak.
" Waahhh.. ternyata Juan suami bertanggung jawab juga." kata Nenek tersenyum
Setelah selesai sarapan kami langsung keluar.
" Ayo naik, nanti aku akan menurunkanmu agak jauh dari Sekolah ." ajak Juan
" Maaf Juan, aku sudah berjanji mau berangkat bareng sama temanku . Dan sekarang mereka menunggu di minimarket ."balasku
" Ya sudah, kalau begitu aku berangkat duluan. Kalau ada masalah hubungi aku ya ? " kata Juan
__ADS_1
" Hmm..iya. " jawabku