
Selesai mandi Juan menghampiriku.
" Tidak usah berdandan segala , karena kamu itu sudah cantik. Kalau kamu berdandan malah membuat dadaku jadi sakit ," ucap Juan sambil menatapku yang lagi mengoleskan sunscreen di wajahku.
" Kenapa bisa begitu ? " tanyaku karena tidak mengerti .
" Karena semua laki-laki di Sekolah , pasti langsung memuji kecantikanmu, dan bahkan sahabatku juga sampai menghayal berpacaran denganmu. Membuat dadaku jadi panas saja." Balas Juan cemberut.
" Tapi aku hanya memakai sunscreen , bedak ,dan lipbam saja kok. Lagian buat apa mendengarkan ucapan mereka sih !" Sahutku
" Biar aku yang membantumu mengikat rambut ya ! " pinta Juan yang langsung mengambil sisir
" Baiklah ,tapi harus rapi." Balasku
Juan lalu menyisir rambut panjangku dan menguncirnya menjadi ekor kuda.
" Sudah selesai dan rapi, sekarang ayo kita sarapan dulu." Ucap Juan
Kami lalu menuju ke meja makan.
" Kamu masak apa ? " tanyaku sambil duduk
" Buka saja," balas Juan sambil menatapku
Aku lalu membuka tudung saji yang ada di meja makan, dan kemudian menatap dengan takjub nasi goreng buatan Juan. Nasi goreng berbentuk hati dengan sosis goreng, dan telur ceplok.
" Wah, sepertinya enak sekali ! " gumamku sambil menatap nasi goreng itu.
" Hmmm , rasanya enak sekali. Aku suka banget dengan nasi goreng buatanmu ini. Kamu bisa membuat nasi goreng seenak ini memangnya belajar di mana ? " tanyaku sambil menatap Juan yang juga lagi makan.
" Aku belajar di restoran ," jawab Juan sambil menyunggingkan senyum manis di bibir tipisnya.
"Terima kasih ya , karena kamu sudah membuatkanku nasi goreng yang sangat enak, " sahutku sambil tersenyum.
Selesai makan aku langsung mencuci piring di bantu oleh Juan.
" Nonik, ini sudah jam 06 : 50 , sepertinya kita akan terlambat. " Ucap Juan yang langsung mengambil kunci motor.
" Iya kamu benar, " balasku yang langsung mengambil tas.
" Kamu berangkat bareng aku saja, kalau ada yang nanya bilang saja ketemu di jalan." Kata Juan yang langsung menarik tanganku.
"Baiklah kalau begitu, " jawabku
Di Sekolah
Tobi dan Agus sudah menungguku dengan gelisah.
"Bi , kenapa Nonik belum datang juga ya ? " tanya Agus dengan wajah yang tampak khawatir.
" Gue juga tidak tahu,tapi tadi pagi gue sudah menghubungi nomer Nonik , dan ingin mengajaknya berangkat bareng, akan tetapi dia tidak menjawab panggilan telepon dari gue." Jawab Tobi
Tidak begitu lama aku dan Juan sampai di parkiran Sekolah. Baru saja mau turun dari atas motor,akan tetapi suara bel masuk Sekolah sudah berbunyi. Aku dan Juan langsung berlari menuju ke kelas. Tobi dan Agus yang kebetulan mau masuk ke kelas mereka masing-masing langsung kaget melihatku bersama Juan.
" Kenapa kamu bersama dengan Juan ? " tanya Tobi sambil menatapku terus
" Tadi tidak sengaja bertemu di jalan ," balasku
" Tidak sengaja apa sengaja ? " tanya Tobi menyindirku
__ADS_1
" Nonik, gue lupa bertanya mengenai pernikahanmu dengan Kakek Jaya. Apa kamu jadi menikah dengan Kakek Jaya ? Kalau jadi , lalu kenapa kamu di izinkan pergi Sekolah oleh si tua itu ? " tanya Tobi berbisik dengan alis mata terangkat.
Pertanyaan Tobi membuatku langsung terdiam begitu lama, aku bingung harus menjawab apa, dan wajahku langsung terlihat panik.
Tobi dan Agus memang tahu mengenai sifat orang tuaku ,dan rencana orang tuaku yang ingin menikahkanku dengan seorang Kakek-kakek. Aku berani menceritakan semuanya kepada mereka , karena mereka adalah sahabat yang selalu bisa menjaga rahasia. Bahkan aku juga tahu rahasia kedua sahabatku, karena kami saling cerita ,dan saling menghibur. Hanya pernikahanku dengan Juan yang belum aku ceritakan pada mereka. Kalau mereka tahu aku menyimpan rahasia di belakang mereka,pasti mereka akan marah dan kecewa denganku.
"Kalau seperti ini aku jadi bingung harus menjawab apa, tapi sepertinya aku harus minta mendapat dari Juan," pikirku menunduk
" Nonik ,kenapa malah diam ? Kamu menyembunyikan sesuatu dari gue ?" Tanya Tobi yang terus menatapku
" Nanti aku ceritakan saat istirahat ya ! Biar Agus juga mendengarnya,"balasku
" Hemmm ,baiklah kalau begitu." Sahut Tobi
Karena belum ada Kakak PJ yang datang ke kelas, aku lalu mengirim pesan WA kepada Juan.
📱" Juan ? "
📱"Ada apa ? Sepertinya kamu lagi ada masalah? " tanya Juan
📱"Apa mereka bisa menjaga rahasia ? " tanya Juan
📱" Dari dulu mereka selalu bisa menjaga rahasia, "
📱" Kalau begitu ceritakan saja kepada mereka, karena memang sangat sulit menyimpan sesuatu dengan seseorang yang sangat dekat dengan kita. Kalau kamu percaya kepada mereka ,maka aku juga percaya kepada mereka."
📱" Baiklah , terima kasih untuk solusinya. Kamu memang selalu mengerti aku," balasku
📱" Iya, "
3 menit kemudian Kak Fajar dan Kak Ari masuk ke kelasku. Selama di kelas Kak Fajar selalu menatapku terus, dan aku jadi merasa risih di tatap terus olehnya.
2 jam kemudian...
" Teng...teng...teng..."
Bel istirahat telah berbunyi, semua siswa meninggalkan kelas mereka masing-masing.
__ADS_1
Aku dan Tobi lalu keluar kelas, dan Agus juga sudah ada di depan kelas.
" Yuk ke kantin, gue sudah lapar ! " ajak Agus.
Namun tiba-tiba, Kak Fajar menghampiriku.
" Nonik, aku ingin mengajakmu makan siang di kantin. Aku mohon jangan menolak ! " ucap Kak Fajar sambil menatapku
" Maaf Kak ,aku tidak bisa. Aku sudah janji dengan sahabatku, jadi mana mungkin aku membatalkan janjiku sendiri," balasku yang langsung meninggalkannya seorang diri.
Aku tidak ingin menerima ajakannya, apalagi aku sudah memiliki seorang suami.
Setelah sampai di kantin kami langsung memesan makanan.
" Nonik , apa kamu jadi menikah dengan Kakek Jaya ? " tanya Agus dengan suara yang sedikit pelan karena takut ada yang mendengar.
"Kalau gue jadi kamu, sudah gue tendang Kakek itu," balas Tobi.
3 menit kemudian makanan kami sudah datang.
" Nonik , kenapa malah diam? Kamu tadi sudah janji akan menceritakan semuanya kepada kami ,"ujar Tobi
" Aku akan menceritakan semuanya , tapi kalian harus berjanji tidak akan memberitahu semuanya kepada siapapun, walaupun itu orang tua kalian sendiri." Sahutku
"Ya tenang saja , kami tidak akan memberitahu siapapun,"kata Agus
"Ya Nik, kita berteman sudah lama. Memangnya kapan kami pernah mengingkari janji kami ? " tanya Tobi sambil menatapku
Aku lalu menceritakan semuanya kepada mereka. Mata mereka terbelalak lebar karena terkejut mendengar ucapanku, dan bahkan Agus sampai menyemburkan air dari mulutnya
karena saking terkejutnya.
"Jadi dia itu suamimu ? Pantas waktu itu dia melindungimu." Ucap Tobi
" Tapi gue begitu terharu dengan apa yang Juan lakukan kepadamu, sepertinya dia begitu mencintaimu,"balas Agus
" Agus benar, karena sangat sulit mencari pria seperti Juan . Dia rela menikah muda demi menyelamatkanmu . Kamu harus setia dengan dia, dan jangan pernah melirik laki-laki lain," ujar Tobi menasehatiku
Mendengar ucapan kedua sahabatku , aku jadi merindukan Juan, padahal aku baru saja bertemu dengannya.
__ADS_1