Pengantin SMA

Pengantin SMA
Kak Loli


__ADS_3

Saat jam istirahat kami istirahat bergantian. Aku istirahat duluan dengan Kak Bayu sedangkan Kak Loli dan Kak Abi masih berjaga di toko.


Aku memilih istirahat di dalam gudang sedangkan Kak Bayu sedang makan di warung depan.


" Nonik, kenapa tidak makan ? " tanya Kak Abi yang tiba-tiba masuk ke dalam gudang.


" Aku sudah makan sebelum berangkat kerja ,Kak," sahutku berbohong . Padahal sebenarnya perutku lapar sekali di tambah terasa nyeri karena datang bulan.


" Wajahmu terlihat pucat , apa kamu sakit ? " tanya Kak Abi sambil terus menatapku. Jujur aku merasa risih di tatap terus sama dia.


" Tidak kok ,Kak. Mungkin hanya sedikit capek saja," balasku sambil membalas pesan WA tobi.


Tiba-tiba Kak Loli datang dengan wajah yang tampak merah padam.


" Abi , ngapain kamu di sini ? " tanya Kak Loli yang sudah berdiri di samping Kak Abi. Dia lalu menatapku dengan tatapan mata yang sangat tajam.


" Pasti kamu sudah merayu pacarku ? Makanya dia berada di sini," tuduh Kak Loli sambil mendorongku. Hampir saja aku jatuh , kalau sampai aku jatuh akan aku cakar wajahnya itu.


" Maaf ,Kak. Aku tidak pernah merayu pacar Kakak," balasku sambil menatapnya.


" Loli , sudah dong. Jangan membuat keributan," kata Kak Abi sambil menarik tangan Kak Loli dan membawanya keluar.


Padahal yang menghampiriku adalah cowoknya sendiri , tapi dia malah marah-marah padaku.


" Siapa juga yang tertarik dengan cowoknya. Ganteng juga tidak. Apalagi kalau dibandingkan dengan Juan sangatlah jauh berbeda," gerutuku dengan kesal.

__ADS_1


" Nonik, kamu tidak makan ? " tanya Kak Bayu yang baru saja selesai makan.


" Aku sudah makan sebelum kesini ,Kak," sahutku dengan cemberut.


" Nonik , tadi Loli marah-marah lagi ya ? Tadi aku tidak sengaja melihatnya masuk ke gudang saat aku ke kamar mandi ,"


" Iya ,Kak . Padahal Kak Abi sendiri yang menghampiriku duluan,"


"Loli bersikap seperti itu karena tadi saat kamu baru datang Abi tiba-tiba memujimu di depan Loli. Setelah itu Loli marah pada Abi karena cemburu," ungkap Kak Bayu.


" Oh , karena itu . Pantesan dia membenciku. Tapi aku sendiri kan tidak salah apapun, " ucapku dengan cemberut.


" Tidak usah di pikirkan. Mereka dari dulu memang seperti itu. Oh iya , kalau Nenek Arum ke sini kamu harus hati-hati padanya. Apalagi kalau dia masuk ke area kasir. Kamu harus mengawasi gerak geriknya," kata Kak Bayu menjelaskan


" Kenapa aku harus mengawasi pemilik toko ini ? " tanyaku seraya menaikkan sebelah alisku.


Mataku langsung membulat mendengar ucapan Kak Bayu.Rasanya aku tidak percaya dengan apa yang Kak Bayu katakan saat ini. Karena mana mungkin pemilik toko ini melakukan semua itu. Apalagi dia punya kos-kosan dan dua minimarket , jadi seharusnya dia tidak kekurangan uang.


" Masa sih Kak ? Apa Kakak punya bukti ? " ujarku sambil menatapnya.


" Tadinya mau aku rekam semua yang aku lihat , tapi karena saat bekerja tidak boleh membawa ponsel jadi aku tidak bisa merekamnya. Saat ini sudah tiga karyawan di pecat oleh Nenek Arum karena di tuduh mencuri , padahal dia sendiri yang mengambil uang itu. Lima hari yang lalu teman satu kosanku di tuduh mencuri sama Nenek Arum . Padahal aku sendiri yang melihatnya mengambil uang di laci. Waktu itu aku sedang memasukkan barang ke gudang , lalu dari jauh aku tidak sengaja melihat Nenek Arum memasukkan uang ke dalam tasnya.Awalnya aku juga tidak percaya dengan apa yang aku lihat sendiri karena mana mungkin pemilik toko ini melakukan hal itu. Lalu ketika pergantian shift kami menghitung uang yang ada di laci kemudian mencocokkannya dengan hasil penjualan yang ada di komputer. Dan aku sangat terkejut waktu itu , karena ternyata uangnya kurang empat ratus ribu," tutur Kak Bayu


" Lalu apa yang Kakak lakukan setelah itu ? Apa di sini tidak ada CCTV ? " tanyaku lagi karena penasaran.


" Di sini ada kok CCTV  , tapi hanya CCTV yang ada di area kasir saja yang rusak. Setelah itu Nenek Arum marah dan langsung menuduh temanku , karena waktu itu temanku saja yang menggunakan komputer itu sedangkan karyawan lain sedang sibuk melakukan pengecekan barang. Tadinya aku ingin mengatakan semua yang aku lihat , tapi aku mengurungkan niatku itu, karena aku ingat kalau aku tidak memiliki sebuah bukti. Kalau aku mengatakan semuanya tanpa ada sebuah bukti maka Nenek Arum pasti akan memecatku secara tidak hormat. Jadi sekarang aku ingin mencari bukti kejahatan Nenek Arum , agar nama baik temanku kembali lagi,"tutur Kak Bayu sambil mengeluarkan ponselnya.

__ADS_1


Mataku langsung membulat lagi saat melihat warna ponsel Kak Bayu yang berwana pink.


" Kenapa Nenek Arum melakukan semua itu ya ? Padahal dia sudah punya dua minimarket dan kos-kosan , jadi seharusnya dia tidak kekurangan uang sedikitpun. Apalagi dia tinggal sendiri ," balasku sambil berpikir.


" Yang aku dengar dari tetangga sebelah rumahnya, salah satu putra Nenek Arum suka berjudi. Putranya itu hampir setiap hari datang ke rumah Nenek Arum untuk meminta uang. Kalau tidak di kasih uang ,putranya itu mengamuk. Aku kebetulan kos di sebelah rumah Nenek Arum ," tutur Kak Bayu.


" Kasihan juga Nenek Arum, tapi yang di lakukannya juga salah , karena merugikan orang lain," sahutku


" Mendengar cerita Kak Bayu aku jadi takut bekerja di sini . Kalau aku yang di tuduh mencuri bagaimana ya ? Apalagi kalau di suruh mengganti uang itu. Uang lima ribu saja aku tidak ada. Aku jadi ragu bekerja disini. Sepertinya aku mesti minta pendapat dari Juan," pikirku sambil merapikan rambut dan mengambil maskerku.


" Karena itu makanya aku ingin membongkar semuanya. Oh iya, jam istirahat kita sudah habis ,sebaiknya kita lanjut bekerja lagi. Nanti Kak Loli marah lagi," kata Kak Bayu yang kemudian keluar dari gudang. Aku lalu mengikuti Kak Bayu dari belakang.


" Dasar cewek gatel," ucap Kak Loli saat melewatiku.


" Sabar, biarkan saja dia seperti itu. Yuk ikut aku ke area kasir. Aku akan mengajarimu cara memakai mesin kasir ," kata Kak Bayu.


Di area kasir aku berdiri di depan komputer , dan Kak Bayu berdiri di sampingku.


" Nonik , hati-hati kalau ngasi uang kembalian pada customer ya ? Pastikan uang kembaliannya sudah sesuai dengan yang ada di komputer," ujar Kak Bayu .


" Iya ,Kak," sahutku seraya menatap layar komputer.


Beberapa jam kemudian , saat aku akan pulang tiba-tiba hujan turun begitu deras.


Aku terpaksa menunggu hujan reda di dalam toko bersama Kak Bayu, sedangkan Kak Loli dan Kak Abi berdiri di luar toko yang juga sedang menunggu hujan reda.

__ADS_1


Sambil menunggu hujan reda aku buka ponselku, namun aku begitu terkejut saat melihat ada banyak panggilan masuk dari Juan


" Pasti Juan sudah pulang , dan saat ini sedang cemas mencariku. Aku juga lupa meminta izin padanya ," batinku yang langsung tidak tenang. Aku lalu sedikit menjauh dari Kak Bayu karena ingin menghubungi Juan.


__ADS_2