Pengantin SMA

Pengantin SMA
Rela melakukan apapun


__ADS_3

POV Juan


Saat Om Yuda memintaku untuk menceraikan Nonik, jujur aku rasanya takut sekali. Aku takut kehilangan Nonil, karena aku begitu mencintainya. 


Dulu membersihkan kamarku sendiri saja aku tidak pernah, karena almarhum orang tuaku begitu memanjakanku, tapi setelah bertemu dengan Nonik , aku rela melakukan apapun untuknya yang penting dia bahagia dan selalu di dekatku.


Menurutku menikah muda memang tidak seindah yang kita bayangkan, walau begitu aku tidak pernah menyesal menikah dengan Nonik. Aku bahagia menikah dengannya ,dan aku akan membuktikan pada mereka ,kalau aku pasti bisa melakukan semua .


Sepulang Sekolah aku merasakan tubuhku begitu lelah sekali.


" Nonik, untuk hari ini kita tidak usah memasak ya ?Kita beli saja makanan di warung depan. Kalau memasak takutnya kamu keburu lapar." Ucapku sambil duduk di samping Nonik yang lagi membuka sepatu


" Kalau kita beli makanan , nanti malah jadi pemborosan. Tunggulah dulu, aku akan memasak," balas Nonik yang sudah pergi ke dapur


" Jangan lama-lama ya ! Soalnya perutku sudah lapar ," jawabku dengan jujur


10 menit kemudian Nonik sudah selesai memasak.


"Juan  ? Ayo bangun, kita makan dulu, " ucap Nonik


"Kok cepat banget ? " tanyaku sambil menatap Nonik


" Kan kamu yang minta cepat, " balas Nonik


" Ya sudah, ayo kita makan ! " kataku sambil menarik tangan Nonik.


" Maaf ya, aku hanya memasak tumis bayam sama telur ceplok . Kamu suka kan ? " tanya Nonik sambil menatapku


" Iya aku suka kok, "jawabku sambil tersenyum. Padahal aku tidak suka sayur, tapi terpaksa aku makan karena perutku begitu lapar. Kalau ingin membeli makanan enak juga aku tidak bisa ,karena uangku sudah semakin menipis.


" Lagian mulai sekarang kita juga harus irit , " kata Nonik sambil mengambilkan nasi untukku


" Kamu memang benar. Maaf  ya, karena aku belum bisa membuatmu bahagia." Ujarku sambil menunduk.


" Siapa bilang kalau kamu belum membuatku bahagia ? Selama ini kamu selalu membuatku bahagia kok, " balas Nonik sambil tersenyum


"Nonik, uangku tinggal 500 ribu. Beras ,air sama minyak goreng sudah habis. Keperluan mandi kita juga sudah habis,sedangkan aku gajian masih lama sekali." Ucapku menunduk


" Gajiku selama 2 bulan lebih juga belum di kasih sama Dokter Angga . Nenek bilang kalau istrinya Dokter Angga baru saja mengalami kecelakaan , dan kondisinya juga sangat parah . Kemarin Nenek menghubungi Dokter Angga karena ingin memberitahu kalau aku sudah berhenti bekerja disana, tapi nomernya tidak aktif, lalu Tante Riri bilang kalau istrinya Dokter Angga kecelakaan dan kondisinya sangat parah." Terang Nonik menunduk


"Apa kamu dapat kerumah Nenek ? " tanyaku dengan alis mata terangkat

__ADS_1


" Tidak , aku hanya bicara lewat HP saja .Mereka juga menanyakanmu, lalu aku bilang kalau kamu baik-baik saja. Apa kamu tidak merindukan mereka ? " tanya Nonik sambil menatapku.


" Rindu sih, tapi cuma sedikit. Karena rasa rinduku lebih besar untuk istriku. Asal kamu tahu ,jauh denganmu cuma beberapa jam saja aku rasanya tidak kuat." Sahutku tersenyum


" Jangan membual deh ! " jawab Nonik cemberut


" Aku bicara jujur,aku rela melakukan apapun untukmu. " Jawabku sambil terus melanjutkan makan.


Selesai makan aku membantu Nonik mencuci piring, setelah itu aku memutuskan untuk istirahat sebentar.


" Nonik, aku mau istirahat sebentar . Tolong ,bangunkan aku jam 14 : 00 ! " ujarku yang langsung memejamkan mata.


Karena tadi pulang Sekolah lebih awal, jadi aku bisa istirahat sebentar sebelum berangkat kerja.


" Juan ,ayo bangun ! Ini sudah jam 14:00," ucap Nonik sambil menggoyang- goyangkan tubuhku agar segera bangun.


"Iya ," jawabku yang langsung menuju ke kamar mandi.


Entah kenapa tubuhku hari ini begitu lemas sekali.


"Nonik, aku berangkat kerja dulu ya ?" Kataku yang langsung mengambil kunci motor.


" Hati-hati ya ! Jangan pergi terlalu jauh, karena kamu belum tahu daerah sini." Jawabku sambil mengusap rambut Nonik.


Aku menyuruh Nonik berhenti bekerja , karena jarak kosan kami dengan rumah Dokter Angga sangatlah jauh.


Setelah sampai di tempat kerja , aku langsung bekerja.


" Juan ? Wajahmu terlihat pucat sekali, apakah kamu sakit ? " tanya Kak Aris sambil menatapku


" Tidak Kak," jawabku berbohong. Padahal sebenarnya aku merasakan tubuhku seperti panas. Tapi aku harus tetap semangat bekerja demi istriku. Saat ini aku sudah memiliki istri ,jadi aku tidak boleh bermalas-malasan seperti dulu.


Jam 19 : 20 aku menghubungi Nonik untuk menanyakan apakah dia sudah makan atau belum , karena aku tidak akan tenang jika belum tahu keadaannya.


" Juan ? Ini sudah jam istirahat, apa kamu tidak makan malam ? " tanya Kak Aris sambil duduk di sampingku


" Aku tidak lapar Kak, apa aku boleh membawa makananku pulang ? " tanyaku sambil merebahkan tubuhku di ruangan khusus karyawan.


" Boleh kok, nanti biar aku yang memberitahu Kak Farit ." Jawabnya sambil ikut merebahkan tubuhnya di sampingku.


Aku biasanya pulang dari bekerja jam 22 : 30 , tapi sekarang aku memutuskan untuk mengambil lembur.

__ADS_1


Jam 23 : 50 aku pulang dari bekerja, kepala terasa berat ,dan badanku juga panas sekali. Tapi aku tidak boleh lemah di depan Nonik. Mungkin tubuhku mendadak lemas dan panas , karena belum terbiasa bekerja.


Aku pulang sambil membawa makanan.


Sampai kosan aku lihat Nonik lagi ketiduran menungguku di sofa.


" Nonik ,Ayo bangun ! " ucapku berbisik di telinga Nonik.


Nonik mulai mengerjapkan matanya secara berlahan lalu melihat ke arahku.


" Juan,kamu baru pulang ? Jam berapa ini ? " tanya Nonik sambil mencari ponselnya


Nonik menatap layar ponselnya dengan bola mata yang langsung membulat,dan mulutnya sedikit terbuka karena begitu terkejut.


" Ini jam 00 : 25 ? Kamu pulang jam segini ? Biasanya kan pulang jam 22:50 ? " tanya Nonik seperti tidak percaya.


" Maaf , aku lupa memberitahumu kalau tadi aku lembur ," balasku sambil membuka jaketku


" Apa kamu sudah makan ? " tanya Nonik sambil menatapku


" Belum. Oh iya, tadi kamu makan apa ?" tanyaku pada Nonik


" Aku belum makan , aku sengaja berbohong, " jawab Nonik menunduk "Soalnya aku yakin kalau kamu juga pasti belum makan . Tapi aku sudah membeli beras , telur , minyak goreng, mie ,sayur ,sama beberapa keperluan mandi ." Ucap Nonik sambil duduk di sampingku


" Kamu dapat uang dari mana untuk membeli semuanya ? " tanyaku dengan alis mata terangkat karena begitu penasaran


" Gajih yang diberikan oleh Dokter Angga sekitar 2 bulan yang lalu tinggal 400.000 ,jadi aku menggunakannya. Dan sekarang sisanya tinggal 60.000 ." Tutur Nonik


" Kalau begitu nanti aku ganti uangnya ya ? " balasku sambil tersenyum


" Tidak usah di ganti, uangku adalah uangmu juga. Uangmu kan tinggal 500.000 ,lebih baik di simpan untuk membeli bensin motormu. Soalnya kamu bekerja di restoran dan jaraknya juga tidak dekat . Jika uangnya habis, nanti kalau kamu ingin membeli bensin jadinya tidak ada uang. Kalau motornya tidak ada bensin, kamu jadinya tidak bisa bekerja. " Terang Nonik menjelaskan


" Kamu memang benar,dan aku juga gajian masih lama. "Sahutku


" Aku tadi sudah nyari pekerjaan di sekitar sini, tapi belum dapat kerjaan. Ternyata sangat sulit mencari kerja di sekitar sini." Jawab Nonik dengan sedih


" Tidak usah di pikirkan, lebih baik sekarang kita makan ," ucap Juan sambil menuju ke meja makan


"Kalau begitu tunggu sebentar ,aku akan memasak ." Kata Nonik sambil menuju ke dapur.


" Aku sudah membawa makanan dari restoran. Kita makan ini saja ,tadi aku sengaja membawa jatah makananku ke rumah ,soalnya nasi sama lauknya banyak banget ." Terang Juan sambil duduk di meja makan

__ADS_1


__ADS_2