
Saat aku lagi makan ,tiba-tiba ada pesan WA dari Kak Fajar. Dan aku langsung membukanya.
📱" Selamat Siang Nonik ? Apa kamu sudah selesai makan siang ? "
Aku langsung membalas pesan itu.
📱" Selamat siang juga Kak, apakah ada informasi penting yang mau Kakak sampaikan denganku ? " tanyaku karena tidak mau berbasa-basi.
📱" Tidak ada. Aku hanya ingin tahu apakah kamu sudah makan atau belum,"
Tobi dari tadi melihatku yang sibuk dengan ponselku.
" Sibuk banget dengan ponselnya, makanannya juga sampai di anggurin begitu." Kata Tobi terus menatapku
" Kayaknya dia lagi membalas chat pacarnya ," jawab Agus sambil memasukkan makanan ke mulutnya .
" Aku lagi membalas chat Kak Fajar,"
Tobi dan Agus mendadak terdiam seperti terkejut . Dan mereka saling menatap.
" Apa Kak Fajar yang kamu maksud adalah Kak Fajar Ketua Osis kita ? " tanya Tobi dan Agus sambil melihat ke arahku
" Iya , memangnya kenapa ? " Jujur aku merasa bingung melihat reaksi sahabatku ini.
" Baru saja masuk Sekolah, tapi kamu sudah chattan dengan dia. Kok dia bisa tahu nomer ponselmu ? " tanya Tobi dengan alis mata terangkat.
" Waktu aku di panggil oleh Pak Andi , dia tiba-tiba saja meminta nomer ponselku dengan alasan agar gampang menghubungiku saat ada informasi penting."
"Terus kamu langsung percaya dengan ucapan Kak Fajar begitu ? "
"Iya , memangnya kenapa ? " tanyaku bingung.
Tobi dan Agus terkekeh dengan pelan.
" Nonik, jangan stupid deh. Itu hanya alasan dia saja agar bisa mendapatkan nomer ponselmu," terang Tobi.
"Betul kata Tobi Nik,kayaknya dia jatuh cinta denganmu. Soalnya gue pernah lihat dia merhatiin kamu terus." Ucap Agus .
Tiba- tiba ada pesan WA dari Kak Fajar dan Juan. Aku langsung membuka pesan dari Juan .
📱" Jangan di balas pesan dari Kak Fajar,"
Mataku terbelalak lebar karena terkejut membaca pesan dari Juan.
"Kenapa Juan bisa tahu kalau Kak Fajar mengirim pesan WA kepadaku," pikirku dengan begitu bingung.
📱" Kamu di mana ? Kenapa bisa tahu kalau Kak Fajar mengirim pesan Wa untukku ? " tanyaku kepada Juan.
📱" Aku ada di belakangmu , jangan di balas ,atau aku akan menyita ponselmu nanti." Balas Juan.
__ADS_1
Mataku langsung membulat dan lebar melihat balasan dari Juan.
📱" Kamu kok ngikutin aku terus sih ?" Balasku dengan wajah yang begitu kesal.
📱" Aku hanya ingin tahu apa saja yang di lakukan oleh istriku dengan sahabatnya,"
📱" Kamu menyebalkan sekali, "
Wajahku langsung terlihat marah, dan setelah itu tidak membalas pesannya lagi.
" Nonik , lebih baik tidak usah di balas pesan dari Kak Fajar, nanti kamu malah mendapatkan masalah karena dia, " ujar Tobi.
"Iya Nik, soalnya Kak Fajar itu pacaran dengan Kak Vivi . Dan Kak Vivi itu adalah Kakak kelas yang tadi gue tabrak," balas Agus.
"Hah.. !! Kenapa jadi kebetulan begitu? " tanyaku terkejut.
" Itu sih bukan kebetulan. Kak Fajar mutusin Kak Vivi setelah kamu datang ke Sekolah ini, dan sepertinya Kak Fajar mutusin Kak Vivi karena ingin mendekatimu. Makanya Kak Vivi marah-marah denganmu, dan buktinya Kak Fajar meminta nomer ponselmu dan mengirim pesan WA kepadamu." Kata Tobi menjelaskan.
" Apa yang kalian katakan memang benar sih! Tapi aku juga hanya menganggap Kak Fajar sebagai Kakak kelasku saja, dan tidak lebih dari itu, " ucapku sambil menatap sahabatku.
Setelah selesai makan ,kami langsung menuju ke kelas kami masing-masing. Tepat ketika kami sudah sampai di depan kelas , Kakak PJ menyuruh anak gugus C untuk masuk ke kelas.
Langkah kakiku begitu pelan sekali, rasanya aku tidak ingin masuk ke kelas. Aku tidak bisa melihat Juan di hukum karena kesalahanku.
"Nonik, cepatlah masuk! Kenapa langkah kakimu seperti siput ? " gerutu Tobi menarik tanganku.
" Nonik, sepertinya cowok itu suka sama kamu. Aku lihat tadi dia tersenyum kepadamu. Mending kamu pacaran dengannya. Dia juga lebih ganteng dari Kak Fajar. Tapi sayang ekspresinya selalu dingin ,hanya tadi saja gue lihat dia tersenyum denganmu.Dan tadi juga ada cewek ingin berkenalan dengannya, tetapi tidak di hiraukan sama dia." Ucap Tobi
" Masak sih ? Tapi menurutku dia tidak seperti itu," balasku
" Iya iyalah , kan gue tadi sudah bilang kalau cowok itu sepertinya suka denganmu, jadi mana mungkin dia bersikap dingin dengan orang yang dia cintai," ucap Tobi lagi.
" Apa benar yang di katakan Tobi ? Atau dia seperti itu karena melihat status kami yang sebagai pasangan suami istri ? " Aku terus bertanya dengan diriku sendiri sambil sesekali melihat ke arah Juan.
Tiba-tiba Juan mengirim pesan WA .
📱" Ada apa ? Apa ada masalah ? " tanya Juan.
Entah kenapa, Juan selalu bisa mengerti aku.
📱"Aku tidak ingin kamu di hukum ," balasku
📱" Tidak usah memikirkan itu, aku baik-baik saja ,"
"Nonik,masukkan ponselmu . Kak Fajar menuju kesini," bisik Tobi.
Aku langsung memasukkan ponselku.
" Nonik , apa kamu baik-baik saja ? Aku lihat sepertinya kamu lagi banyak pikiran. Apa ada masalah ? " tanya Kak Fajar.
__ADS_1
" Tidak Kak, aku baik-baik ," jawabku.
" Adik-adik, sekarang Kakak akan memberitahu orang yang mengumpulkan sampah paling sedikit di kelas ini. Jangankan mengumpulkan sampah sedikit saja, bahkan orang ini tidak mengumpulkan sampah sedikitpun. Menurut Kakak ,orang ini sangat keterlaluan sekali. " ucap Kak Fajar dengan wajah yang terlihat marah.
Jujur aku tidak tega dengan Juan. Aku seperti seorang pengecut saja. Tadinya aku tidak masalah mendapatkan hukuman, tetapi Juan begitu keras kepala.
" Yang bernama Juan , tolong maju kedepan." panggil Kak Ari.
Juan lalu maju ke depan . Semua anak-anak berbisik membicarakan Juan.
" Juan , kenapa kamu tidak mengumpulkan sampah sedikitpun ? " tanya Kak Fajar terlihat marah.
" Maaf Kak , saya tadi tidak enak badan."kata Juan berbohong
" Biasa Kak, orang kaya. Dia pasti tidak pernah mungut sampah. " jawab Tio teman sekelas kami.
" Betul itu Kak, hukum saja dia. " balas teman sebangkunya.
" Juan , karena kamu tidak memungut sampah sama sekali. Maka kamu akan kami hukum . Dan hukumannya adalah melakukan push-up sebanyak 50 kali. Setelah itu lari keliling lapangan sebanyak 10 kali." Kata Kak Fajar.
" Baik Kak, " jawab Juan.
Tanpa aku sadari mataku sudah berkaca-kaca. Kelopak mata bagian bawah menahan air mata yang jatuh.
" Aku tidak bisa melihat Juan di hukum karena kesalahanku," gumamku dihati.
" Kak tolong jangan hukum Juan, karena dia tidak bersalah . " Ucapku bicara sambil berdiri,dan menatap ke arah Kak Fajar dan Kak Ari.
"Jangan percaya dia Kak," kata Juan
" Nonik,apa maksudmu dia tidak bersalah? " tanya Kak Fajar
"Sebenarnya sampahku hilang saat kencing di toilet, dan Juan memberikan sampah miliknya kepadaku ,karena merasa kasihan denganku. Tolong jangan hukum dia Kak,hukum saja aku," ucapku menunduk.
Aku kemudian melangkah menuju ke depan kelas, namun Juan menghentikanku
" Nonik jangan kemari, " kata Juan.
Akan tetapi aku tidak menghiraukan ucapannya.
"Nonik , aku bilang dudukk !! " teriak Juan menatapku , hingga semua menatap kami.
" Tapi aku tidak tega melihatmu di hukum, "balasku ,dan tanpa aku sadari air mataku sudah menetes.
Juan lalu menghampiriku. "Duduklah, aku tidak apa-apa,"ucapnya sambil menghapus air mataku.
Terpaksa aku menuruti ucapannya, kalau aku terus melawan maka dia sudah pasti akan marah. Aku juga tidak bisa melawannya karena dia adalah suamiku,
Mata Tobi terbelalak lebar melihat semuanya, dan yang lainnya juga terdiam. Sedangkan Juan melanjutkan hukumannya.
__ADS_1