Pengantin SMA

Pengantin SMA
MOS


__ADS_3

Aku melihat Kak Fajar hanya menatapku sambil tersenyum. Sedangkan Juan terlihat begitu marah melihat tatapan Kak Fajar. Namun tiba  - tiba ada anak laki-laki yang mau bertanya sesuatu denganku.


" Kak ? Apa boleh saya bertanya sesuatu dengan Nonik ? " tanya seorang anak laki-laki yang satu kelas denganku.


" Ya ,silahkan ," jawab Kak Ari sambil menatapnya.


"Nonik sudah punya pacar apa belum ? Kalau belum ,apa boleh gue minta nomer ponsel lo ? " tanya laki-laki itu yang terus menggodaku.


Aku melihat Juan menatapku dengan tajam ,dan wajahnya terlihat begitu marah, bagaikan seorang iblis.Sebelah tangannya juga mengepal di atas meja.


" Maaf Kak, saya izin mau duduk. Saya tidak mau menjawab pertanyaannya, karena tidak ada hubungannya dengan kegiatan hari ini,"ucapku dengan wajah yang kesal.


" Ya ,silahkan." Balas Kak Fajar yang terus menatapku.


Aku lalu kembali ke tempat dudukku, setelah itu Kak Fajar dan Kak Ari menjelaskan mengenai kegiatan hari ini. Setelah itu Kak Ari membagikan kantong plastik warna merah berukuran 55 × 85 kepada kami.


"Adik-adik, untuk kegiatan hari ini kalian harus memungut sampah dan memasukkannya ke dalam kantong plastik yang sudah kalian bawa.Yang memungut sampah paling sedikit akan mendapatkan sebuah hukuman. Dan kalian juga di larang mengambil sampah di tempat sampah. Kalian hanya boleh memungut sampah di sekitar halaman Sekolah saja,"kata Kak Fajar menjelaskan.


Setelah itu anak gugus C berhamburan keluar dari kelas .


" Nik, ayo kita nyari sampah, " ucap Tobi yang langsung menarik tanganku.


Aku dan Tobi lalu mencari sampah.


"Nonik, kalau gue pikir-pikir kita ini sudah seperti pemulung saja ya !  " kata Tobi sambil tertawa .


" Ya kamu memang benar , tapi anggap saja kalau kita lagi training bagaimana caranya menjadi seorang pemulung," balasku yang ikut tertawa.


" Nanti kalau Papa gue bertanya mengenai kegiatan hari ini, maka gue akan bilang kepadanya kalau kegiatan hari ini adalah training cara menjadi seorang pemulung yang sukses," jawab Tobi


"Lalu kamu bilang saja ,kalau cita-citamu itu adalah menjadi seorang pemulung,"balasku yang ikut tertawa

__ADS_1


"Ha...ha..ha...pasti gue langsung di keluarkan dari kartu keluarga, " sahut Tobi tertawa terbahak-bahak hingga teman yang lain menoleh ke arah kami.


" Berhentilah tertawa, mereka memperhatikan kita terus ," balasku yang begitu malu di tatap oleh siswa lainnya. Karena begitu asik memungut sampah aku sampai tidak sadar kalau Tobi tidak ada di sampingku.


" Kemana Tobi ? " pikirku sambil celingak - celinguk mencari temanku itu. Karena tidak menemukan Tobi, aku lalu memutuskan untuk pergi ke belakang kelas mencari sampah.


Setelah sampai di belakang kelas , aku melihat Juan lagi duduk sendirian di sana. Karena disana tidak ada siapapun selain Juan , aku lalu menghampirinya.


" Kenapa baru datang ? Padahal aku sudah menunggumu dari tadi di sini, " ucap Juan dengan wajah cemberut.


" Apa kamu mengirim pesan WA untukku ? " aku bertanya sambil menatap wajahnya.


" Iya, apa kamu tidak membaca pesan dariku ?  " tanya Juan dengan alis mata terangkat


" Tidak, ponselku ada di dalam tas. Memangnya ada apa ? " tanyaku sambil duduk di sampingnya.


" Kamu pasti sangat senang karena banyak sekali pria yang menyukaimu di Sekolah ini. Tapi kamu harus ingat , kalau kamu itu sudah memiliki seorang suami. "Kata Juan menatapku begitu tajam.


"Iya tenang saja ,aku selalu mengingatnya kok. Masak itu melulu di omongin ,"gerutuku dengan raut wajah kesal.


" Juan ,aku kebelet ingin kencing. Aku ketoilet dulu ya ! " ucapku yang langsung lari menuju ke toilet sambil membawa plastik yang berisi sampah. Aku kemudian menaruh sampah itu di depan toilet, karena takut basah kalau dibawa ke dalam toilet.


Setelah selesai kencing aku langsung keluar , namun alangkah terkejutnya diriku, saat melihat plastikku kosong.


" Lho...kenapa kosong ? Kemana sampah nya ? " tanyaku di dalam hati.  Aku kemudian memeriksa semua toilet,akan tetapi tidak ada siapapun di sana. Aku lalu keluar dengan wajah sedih.


Aku menemui Juan yang masih ada di belakang kelas . Juan tampak bingung melihat wajahku yang tampak sedih.


" Ada apa ? Kenapa wajahmu terlihat sedih begitu ? Apakah ada yang mengganggumu ? Cepat katakan ,biar aku yang memberi mereka pelajaran . Lalu kenapa plastikmu kosong ?" tanya Juan yang terlihat begitu khawatir.


"Sampahku hilang, tadi aku taruh di depan toilet. Padahal aku kencing tidak lama, tapi setelah keluar dari toilet plastiknya sudah kosong." balasku dengan wajah terlihat bingung.

__ADS_1


" Sampahku juga tidak banyak, dan kalau di bagi pasti akan menjadi sangat sedikit. Di halaman Sekolah juga sudah tidak ada sampah lagi. Lebih baik kamu ambil saja sampah milikku ini."Kata Juan sambil memberikan sampah miliknya kepadaku.


" Aku tidak mau, kalau kamu tidak membawa sampah maka mereka pasti akan menghukummu,"tolakku


" Ambillah, aku tidak akan membiarkanmu di hukum sama mereka." Balas Juan yang langsung meninggalkanku.


Aku duduk di belakang kelas dengan wajah sedih, aku bingung harus berbuat apa. Sebenarnya aku tidak masalah di hukum , apalagi dulu aku sudah terbiasa di pukul oleh Bapakku , akan tetapi Juan selalu keras kepala.


📢 " Di umumkan kepada kelas gugus C untuk segera memasuki kelasnya,"suara pengumuman itu terdengar hingga tiga kali. Aku lalu pergi menuju ke kelasku.


Setelah sampai di dalam kelas, aku melihat Juan yang tersenyum kepadaku.


" Nonik , kamu kemana saja sih ? gue tadi sampai bingung nyariin kamu," kata Tobi sambil menatapku


" Maaf Bi, aku juga tidak tahu kenapa bisa berpisah denganmu,"balasku menunduk.


5 menit kemudian Kak Fajar dan Kak Ari datang , mereka kemudian mengecek semua sampah kami.


" Sekarang, silahkan kalian istirahat dulu, dan setelah selesai istirahat Kakak baru akan mengumumkan hasilnya. Dan untuk sampah ini ,bisa kalian buang di tempat sampah , karena Kakak sudah selesai mengeceknya." Terang Kak Fajar .


Aku dan Tobi lalu pergi untuk membuang sampah , dan setelah itu menuju ke kelas gugus D . Karena kelas gugus D  belum istirahat jadi aku dan Tobi menunggu Agus di depan kelasnya.  Saat sedang asik mengobrol, tiba-tiba aku di panggil sama Kak Fajar.


" Permisi dek,apakah kamu yang namanya Nonik Juwita Putri ? " tanya Kak Fajar sambil menatapku.


" Iya Kak, saya yang namanya Nonik. Memangnya ada apa ya Kak ? " tanyaku dengan alis mata terangkat.


" Kamu di panggil sama Pak Andi ,dan disuruh ke ruangannya . "


" Ruangannya Pak Andi di sebelah mana Kak ? " tanyaku


" Kalau begitu ayo ikuti aku, biar aku yang mengantarmu ke ruangannya." Jawab Kak Fajar.

__ADS_1


" Kenapa aku di panggil ?  " ucapku sambil berpikir sendiri dengan perasaan bingung. Aku lalu mengikuti Kak Fajar.


Yang aku dengar dari Tobi ,Kalau Kak Fajar ini adalah anak kelas 11¹ yang paling pintar di Sekolah ini.


__ADS_2