Pengantin SMA

Pengantin SMA
Rumah Randy


__ADS_3

Pov Nonik.


Sebelum ke rumah Randy , terlebih dahulu aku pergi ke kosan untuk mengambil barang-barangku. Randy lalu menjelaskan pada Nenek dan Kakeknya siapa aku sebenarnya.


Setelah itu aku membantu Nenek Ami memasak dan membungkus nasi.


" Wah ! Ternyata kamu sangat pintar memasak . Bahkan masakanmu sangat enak," puji Nenek Ami seraya tersenyum padaku.


" Tidak kok ,Nek. Menurutku masakan Nenek lebih enak dari pada masakanku," balasku seraya memasukkan nasi yang sudah selesai di bungkus.


Nenek Ami menjual nasi bungkus dari daun pisang sudah sangat lama. Dia mulai jualan dari jam 07 : 00 hingga jam 21: 00 . Biasanya kalau pagi hingga sore Nenek Ami berjualan di bantu oleh suaminya, sedangkan sore hingga malam di ganti oleh Randy dan karyawan . Tapi karena hari ini karyawannya telah berhenti bekerja, jadi aku dan Randy yang di suruh menjaga warungnya .


Kebetulan warung Nenek Ami ada di depan rumahnya, jadi kalau tidak ada yang belanja Nenek Ami bisa pergi ke belakang memasak untuk persediaan nanti sore.


Saat ini Kakek Anis sedang menjaga warung di depan , sedangkan aku , Randy , dan Nenek Ami sedang menyiapkan nasi bungkus yang akan di jual sore ini.


" Randy , Nonik , bawa nasi ini ke depan ya ? " ujar Nenek Ami pada kami


Jam 19 ; 58 nasi bungkus Nenek Ami telah habis terjual, dan bahkan banyak yang tidak mendapatkan nasi bungkus.


Setelah warung tutup aku membantu Randy membersikan warung.


" Nonik, bagaimana ? Kamu suka tidak bekerja di sini ? " tanya Randy padaku.


" Suka kok, sangat menyenangkan," jawabku seraya tersenyum.


Selesai membersihkan warung aku pergi mandi , lalu belajar bersama Randy . Jujur aku merasa tidak enak menumpang tidur di sini, apalagi aku sudah memiliki suami. Mereka juga bukan keluargaku tapi aku terpaksa melakukannya. Mungkin setelah ada uang aku akan mencari kos-kosan dekat sini.


Aku lihat ponselku yang terus bergetar. Juan menghubungiku tapi aku memelih menonaktifkan ponselku. Pasti dia begitu khawatir padaku. Aku juga sengaja tidak memberitahu Tobi dan Agus kalau aku saat ini tinggal di rumah Randy. Kalau mereka tahu , pasti mereka akan memberitahu Juan. Karena saat ini aku hanya ingin sendiri dulu.


" Nonik , apa kamu tidak mau menghubungi suamimu ? Aku yakin dia pasti sangat khawatir padamu," kata Randy seraya menatapku.


" Tapi aku tidak pantas bersamanya. Aku hanya anak orang miskin , dan itupun orang tuaku tidak pernah peduli padaku, sedangkan dia adalah anak orang kaya. Randy tolong rahasiakan mengenai pernikahanku ini ya?" ujarku padanya


" Kamu tenang saja , kami tidak akan memberitahu siapapun kalau kamu sudah menikah. Nenek juga dulu seumuran kamu sudah menikah," ucap Nenek Ami seraya duduk di sampingku.

__ADS_1


" Terima kasih ,Nek," ucapku seraya menatapnya.


"Sabar ya ,Nak ? Masalah dalam berumah tangga adalah hal yang biasa terjadi. Bahkan Nenek dulu sering bertengkar dengan Kakek. Tapi pada akhirnya salah satu dari kami ada yang mengalah dan minta maaf. Kalau kita saling mencintai, lalu buat apa harus mendengarkan perkataan orang lain ? Menjauhi orang yang kita cintai belum tentu dia akan bahagia. Bagaimana kalau dia sangat menderita ? Ada tetangga di sini yang bahkan menjadi gila karena di tinggal kekasihnya," tutur Nenek Ami padaku. Dia seperti menakut-nakuti aku saja, karena mana mungkin Juan gila cuma karena cinta , tapi aku tetap merasa takut . Aku tidak ingin Juan gila. Aku sangat mencintainya.


" Yang di katakan oleh Nenek memang benar. Kalau kamu ingin berpisah dengan suamimu , maka bicaralah padanya dengan baik-baik," kata Randy seraya menatapku.


" Kalau begitu besok aku akan bicara pada suamiku,"kataku seraya tersenyum.


" Kalau begitu lebih baik sekarang kamu tidur ya ? Bukankah besok harus pergi sekolah ? " ujar Nenek Ami padaku.


" Randy , kamu juga harus tidur. Jangan main game terus ," kata Nenek Ami pada Randy


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Besoknya


Jam 04: 00 aku bangun untuk membantu nenek Ami memasak dan membungkus nasi yang akan di jual pagi ini.


Setelah selesai aku langsung pergi mandi dan bersiap untuk pergi sekolah.


" Nonik, Randy , ayo sarapan dulu sebelum pergi ke sekolah," ucap Nenek Ami padaku.


" Nonik , ambillah uang ini," kata Nenek Ami seraya menyerahkan uang seratus ribuan padaku.


Mataku langsung terbelalak lebar menatap uang itu.


" Uang apa ini Nek ? " tanyaku seraya menatap uang itu dengan bingung.


" Ini upahmu selama membantu Nenek di sini, " kata Nenek Ami padaku.


" Tidak usah ,Nek. Lagian Nenek juga sudah mengizinkanku tinggal di sini. Di tambah lagi aku juga makan di sini," kataku menolak.


" Tapi kamu kan bekerja di sini. Di tambah lagi kamu juga ikut bangun jam 04 : 00 untuk membantu Nenek masak dan menyiapkan dagangan tadi . Dulu karyawan Nenek tidak pernah mau bangun jam segitu, jadi Nenek merasa sangat terbantu. Karyawan Nenek juga dulu tinggal dan makan di sini . Nenek mohon, terima uang ini ya ?" ujar Nenek Ami memohon.


"Tidak usah ,Nek. Lagian aku juga kemarin hanya membantu dari siang hingga malam, " tolakku lagi

__ADS_1


"Sudah terima saja. Kamu kan bekerja di sini," kata Randy yang langsung memasukkan uang itu ke dalam tasku.


Aku ingin mengembalikan uang itu , tetapi tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu rumah Nenek Ami.


" Siapa yang bertamu sepagi ini ? " ucap Randy seraya mengaduk makanannya.


Nenek Ami lalu pergi untuk membuka pintu rumahnya.


" Ami , bagaimana kabarmu ? Sudah lama kita tidak pernah bertemu ,"


Aku terdiam mendengar suara orang tersebut . Aku sangatlah kenal dengan pemilik suara ini, tapi aku merasa bingung kenapa dia bisa ada di sini ?


Terdengar Nenek Ami sedang mengobrol dengan tamunya itu di depan.


" Nonik, kenapa kamu malah diam saja ? Ayo buruan habiskan makananya , lalu setelah itu kita pergi ke sekolah,"


" Randy, tamu Nenekmu kok suaranya mirib sekali dengan suara Neneknya Juan ? " tanyaku pada Randy yang sedang meneguk air putih.


" Masa sih ? Apa kamu punya fotonya ? " tanya Randy seraya menatapku .


Aku lalu mengambil ponselku yang aku taruh di dalam tas , lalu setelah itu aku buka galeri foto .


" Ini foto Neneknya Juan . Namanya Nenek Ida," ucapku seraya memperlihatkan foto Nenek Ida yang tersimpan di ponselku.


" Hmmmm , kalau begitu kamu tunggu di sini. Aku akan melihat keluar. Mungkin saja hanya suaranya saja yang mirib," balas Randy yang langsung beranjak dari tempat duduknya.


Tak berselang lama Randy telah kembali dan duduk di sampingku.


" Lalu bagaimana ? " tanyaku dengan wajah yang tidak sabar.


Randy menghela nafas sembari menatapku.


" Wajahnya memang sama dengan yang ada di ponselmu, dan namanya juga sama. Tadi Nenek bilang kalau orang itu adalah sahabat Nenek. Mereka bersahabat dari sekolah dasar hingga sekarang,"


" Apa ? Jadi yang di depan beneran Nenek Ida ? " tanyaku dengan mata membulat.

__ADS_1


"Iya. Tapi sebelunya aku tidak pernah melihatnya kemari," kata Randy seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Lalu sekarang aku harus bagaimana ?" tanyaku dengan wajah yang sangat panik.


__ADS_2