
Saat aku lagi makan, tiba-tiba Juan mengirim pesan WA untukku.
📱"Nonik , apa kamu di kantin ? "
📱"Iya , memangnya kenapa ? " tanyaku merasa bingung dengan pertanyaan Juan.
📱" Karena tadi buru-buru ke Sekolah, aku jadi lupa ngasi uang jajan ke kamu. Apa kamu bawa uang? Kalau kamu bawa uang , makanannya bayar pakai uangmu saja dulu , nanti aku kembalikan di rumah." Balas Juan
Mataku membulat membaca balasan pesan Juan sambil menepuk jidatku sendiri.
"Ya Tuhan ,aku juga tidak ingat," pikirku
📱"Juan, aku juga tidak ingat kalau sekarang tidak membawa uang sama sekali. Aku malah sudah memesan makanan lagi, "Â
📱" Kalau begitu sekarang aku bawakan uangnya kesana," jawab Juan
📱" Tidak usah kesini, aku akan meminjam uang sama Tobi atau Agus dulu."
📱" Baiklah kalau begitu, nanti aku kembalikan di kelas. Selamat makan sayang," balas Juan
Saat membaca pesan Juan yang terakhir, pipiku langsung bersemu merah karena tersipu sekaligus bahagia membaca pesan itu.
Tanpa aku sadari , Tobi dan Agus memperhatikanku.
"Nonik , kenapa kamu senyum-senyum sendiri ? " tanya Tobi dengan alis matanya yang terangkat sedikit, dan dia juga menatapku dengan penasaran
" Jangan-jangan kamu lagi membalas pesan Kak Fajar ya ? " tuduh Agus sambil menatapku
"Jangan asal nuduh dong! Aku lagi membalas pesan Juan ," ucapku sambil mengarahkan ponselku kepada mereka.
" Untung deh ! " ucap Tobi terlihat bernafas lega sambil mengelus dada.
" Ooh , lupa ngasi uang jajan ! Kalian itu romantis sekali sih ," puji Agus dan Tobi sambil terus membaca pesan Juan
" Nonik, apa kamu sudah melakukan malam pertama dengan Juan ? " tanya Agus berbisik
__ADS_1
Mataku membulat mendengar pertanyaan Agus.
" Kami masih kecil, jadi mana mungkin melakukan itu. " Jawabku ketus
" Apa kalian pernah berciuman ? " tanya Agus lagi sambil menatapku .
" Pernah di pipi sama kening ,emang kenapa ? " tanyaku merasa bingung dengan pertanyaan sahabatku ini.
" Hah ? Apa Juan pria normal ? Masak dia kuat seperti itu ? Apalagi tidur sekamar." Ujar Agus merasa bingung
"Kalau dia tidak normal ,mana mungkin dia mau menikah dengan Nonik,dan bahkan sampai di usir sama Omnya. Tapi menurut gue dia sangat hebat , karena kuat menahan nafsunya." Bela Tobi sambil menghabiskan sisa minumannya
" Iya juga ya, gue juga merasa bangga dengan suamimu itu," balas Agus
" Jujur ,gue bahagia karena kamu tidak jadi menikah dengan Kakek Jaya, dan bisa terlepas dari orang tuamu yang jahat itu. Saat mendengar kamu akan menikah dengan seorang Kakek-kakek kami begitu sedih,dan bahkan sampai ke tempat kerja Ibumu untuk bertanya dengannya." Kata Tobi
Mulutku sedikit terbuka,dan mataku membulat lebar karena terkejut dengan ucapan Tobi.
" Buat apa kalian menemui Ibuku ? " tanyaku sambil mengerutkan alisku.
"Lalu apa kata Ibuku ? " tanyaku merasa penasaran
"Ibumu bilang , kalau Bapakmu tidak suka anak perempuan karena seorang anak perempuan hanya akan merepotkan mereka saja. Sudah capek membesarkan dari hamil sampai besar , tetapi setelah besar malah pergi bersama orang yang dia cintai. Sudah pasti anak perempuan tidak akan mengurus orang tuanya saat nanti orang tuanya sudah lansia, dan pasti anak laki-laki yang mengurusnya. Karena seorang anak laki-laki tidak akan pernah pergi dari rumah itu . Makanya orang tuamu ingin menikahkanmu dengan seorang Kakek-kakek agar dapat uang , dan agar tidak rugi melahirkanmi. Begitu kata Ibumu." Ucap Tobi menjelaskan
" Nonik, gue tidak mengerti dengan orang tuamu. Kenapa orang tuamu bilang kalau anak laki-laki tidak akan pernah pergi dari rumah orang tuanya ? Bukannya seorang anak laki-laki jika sudah menikah dan bekerja bisa saja mereka membeli rumah baru dan pergi bersama istrinya dari rumah itu ?"tanya Agus dengan alis mata terangkat
" Adat di keluargaku memang begitu. Kalau mertua dan menantu tidak akur, dia hanya boleh membangun rumah di pekarangan rumah itu saja. Makanya halaman pekarangan rumah keluarga kami semua luas-luas, karena itu semua untuk anak menantu mereka nantinya." Jawabku sambil menatap mereka yang tampak terkejut.
" Kalau gue jadi perempuan sudah pasti tidak akan mau menikah ke sana, karena tinggal satu atap sama mertua sangatlah susah begitu kata Ibu gue," balas Agus dengan kesal.
" Oh iya Nik, orang tuamu sudah buka usaha laundry yang sangat besar di depan rumahmu. Kemarin gue dan Agus lewat depan rumahmu jadi gue tahu semuanya. Tapi ada berita buruk mengenai adikmu," kata Tobi menunduk
"Berita buruk apa ? " tanyaku dengan mata yang fokus menatapnya
" Adikmu meninggal sekitar 1 minggu yang lalu, dia tidak sengaja menjatuhkan ponsel Bapakmu hingga rusak. Ketika Bapakmu tahu , dia langsung kabur . Saat akan menyebrang jalan di depan rumahmu ,adikmu tidak memperhatikan jalan, dan setelah itu dia ditabrak oleh sebuah truk.Gue tahu dari Nenekmu ,dan dia menyuruhku untuk menyampaikan ke kamu,"ucap Tobi
__ADS_1
Mendengar hal itu air mataku langsung jatuh tanpa aku sadari, aku sunguh tidak kuat mendengar hal ini.Air mataku terus-menerus bercucuran dengan tiada berhentinya. Walaupun adikku selalu jahat denganku, tapi aku begitu kasihan dengannya. Adikku tidak pernah menjadi dirinya sendiri, dan tidak pernah Sekolah sama sekali. Dia selalu menuruti semua ucapan orang tuaku.
" Mereka bahkan tidak memberitahuku sama sekali akan hal ini,"ucapku yang terus menangis
" Nonik, sudah jangan menangis lagi. Ayo hapus air matamu," sambil memberikan tisu kepadaku
Aku langsung mengambil tisu itu dan menghapus air mataku.
"Nonik, sebagai ucapan selamat atas pernikahanmu dengan Juan, kami akan mentraktirmu setiap makan siang di kantin ini selama 1 bulan." Kata Tobi dan Agus sambil tersenyum
Mataku terbelalak lebar mendengarnya
" Tidak usah, nanti uang kalian malah habis karenaku." Sahutku merasa tidak enak
" Tidak apa-apa, kami melakukan ini karena merasa bahagia,karena akhirnya kamu tidak menikah dengan Kakek itu. Kalau kamu menikah dengannya , maka kita pasti akan kehilangan sahabat sepertimu. Kamu sudah banyak membantu kami selama ini , kalau kamu menolak maka kami akan sangat sedih," ujar Tobi dengan wajah sedih
" Baiklah , kalau begitu terimakasih banyak atas semuanya." Balasku sambil tersenyum
Selesai makan kami memutuskan untuk langsung ke kelas.
Sampai di dalam kelas Juan mengerutkan keningnya sambil menatapku. Setelah itu dia menghampiriku.
" Nonik, apa kamu habis menangis ? Apa ini perbuatan temanmu ? " tanya Juan sambil menatap Tobi
Mata Tobi langsung membulat mendengar ucapan Juan.
" Aku tidak melakukan apapun padanya," balas Tobi .
Aku lalu menceritakan kenapa aku menangis.
" Maaf ,aku sudah menuduhmu." Kata Juan kepada Tobi.
" Iya tidak apa-apa bro, gue ngerti kok ." Balas Tobi sambil tersenyum
" Matamu jadi bengkak begini," ucap Juan sambil menangkup wajahku dengan kedua tangannya.
__ADS_1
" Aku tidak apa-apa, lebih baik kamu kembali ke bangkumu, nanti di lihat sama anak yang lain." Balasku