
Saat aku berada di luar Restoran , aku bingung harus pergi kemana , karena kalau aku pergi ke kosan maka nanti pasti akan bertemu dengan Juan.
Aku menghembuskan nafas kasar . Rasanya dunia ini begitu kejam padaku. Apakah aku tidak berhak hidup bahagia ? Dari kecil hidupku selalu penuh penderitaan . Baru saja merasakan bahagia tapi penderitaan itu datang lagi menghapiri hidupku. Aku bingung harus pergi kemana saat ini. Apalagi aku tidak memiliki uang sama sekali. Kalau aku pergi ke rumah orang tuaku sama saja pergi ke sarang macan. Karena jika mereka tahu hubunganku dengan Juan tidak baik maka mereka pasti menyuruhku untuk menikah lagi demi uang. Pergi ke rumah Kakek dan Nenek juga tidak mungkin, kalau tetangga di sana tahu aku tinggal di sana , mereka pasti bertanya pada orang tuaku. Karena orang tuaku memberitahu para tetangga kalau aku tinggal di rumah saudaranya agar dekat dengan Sekolahku.
Rasanya kepalaku mau pecah memikirkan semuanya. Aku lalu berjalan menuju ke halte bus terdekat. Saat ini aku butuh tempat untuk menceritakan semuanya. Aku lalu mengambil ponselku dan menghubungi Tobi. Hanya dengan sahabatku aku bisa menceritakan semuanya. Setidaknya nanti aku mendapatkan sedikit saran dari mereka.
Aku menghubungi Tobi dan menceritakan semuanya. Belum selesai bicara dengan Tobi , tiba-tiba saja ada motor sport berhenti di depan halte bus. Orang yang mengendarai motor itu turun dari motornya dan menghampiriku. Aku terpaksa mengakhiri pembicaraanku dengan Tobi begitu saja . Dia berdiri di depanku sambil membuka helmnya.
" Randy ? " ujarku saat melihat wajah pria yang berdiri di depanku.
Randy adalah anaknya Tante Sari yang ada di dekat rumah orang tuaku. Dia juga adalah teman satu klub karateku. Dari sekolah dasar hingga sekarang aku tidak pernah satu sekolah dengan Randy , tapi dia orangnya sangat baik. Randy juga tahu bagaimana sifat orang tuaku padaku.
" Nonik , bagaimana kabarmu ? " tanya Randy seraya duduk di sampingku
" Kabarku baik. Lalu bagaimana denganmu dan kabar kedua orang tuamu ? " ujarku bertanya balik .
" Kabarku seperti yang kamu lihat saat ini , tapi kalau kabar orang tuaku aku tidak tahu ,soalnya aku sudah lama tidak tinggal bersama mereka," terang Randy menjelaskan
" Lalu saat ini kamu tinggal di mana ? " tanyaku seraya menaikkan sebelah alisku.
" Semenjak orang tuaku bercerai ,aku dan adikku tinggal di rumah Kakek dan Nenekku," ungkap Randy dengan wajah yang terlihat begitu sedih.
" Orang tuamu bercerai ? " tanyaku dengan wajah semakin penasaran.
__ADS_1
" Iya, Ibuku berselingkuh dengan majikannya hingga dia hamil. Awalnya Bapak merasa senang saat mengetahui kalau Ibu hamil, tapi saat Bapak mengetahui usia kandungan ibu, dia langsung marah besar. Usia kandungan Ibu saat itu berusia tiga bulan, sedangkan Bapak pulang dari bekerja sebagai TKI baru satu bulan yang lalu. Saat itu Bapak langsung bertanya pada Ibu mengenai anak yang ada di dalam kandungnya. Setelah ada pertengkaran yang cukup lama akhinya Ibu bicara jujur pada Bapak," tutur Randy dengan raut wajah sedih.
Ternyata yang aku lihat waktu di rumah Kakek Genta adalah perselingkuhan Tante Sari dengan Kakek Genta. Waktu itu aku masih sangat polos jadi belum mengerti hal yang seperti itu. Tapi sekarang aku baru mengerti semuanya. Dulu saat aku melihat Tante Sari keluar dari kamar Kakek Genta, ternyata mereka sedang melakukan hubungan layaknya suami istri. Pantas saja semua pekerjaan Tante Sari di serahkan padaku . Mereka sungguh keterlaluan sekali, bahkan aku di pecat tanpa di beri upah.
" Sabar ya, Ran. Apa sekarang Bapakmu masih bekerja jadi TKI ? " tanyaku seraya menatapnya tajam.
" Ya masih, semenjak mengetahui ibu selingkuh Bapak tidak pernah pulang. Dia hanya mengirimkan uang saja pada kami. Kalau kami rindu padanya, kami hanya bisa mengobati rasa rindu itu melalui video call. Lalu kenapa kamu ada di sini ? Bukankah kamu sudah menikah ?" tanya Randy sambil menatapku.
" Kamu tahu dari mana kalau aku sudah menikah ? " tanyaku dengan mata terbelalak lebar. Aku begitu terkejut karena Randy mengetahui kalau aku sudah menikah. Jangan-jangan Ibu yang menyebarkan pernikahanku kepada para tetangga ? Kalau semua tetangga tahu mengenai pernikahanku, seharusnya di sekolah sudah banyak yang tahu, tapi di sekolah masih terlihat aman-aman saja. Begitu banyak pertanyaan yang ada di pikiranku, dan perasaanku mendadak menjadi tidak tenang.
" Waktu acara pernikahanmu sedang berlangsung aku tidak sengaja melihatmu memakai baju pengantin, karena saat itu aku sedang memanjat pohon mangga. Besoknya aku lalu bertanya pada Ibumu. Awalnya dia tidak mau mengatakan apapun padaku , tapi setelah aku mengancamnya akhirnya dia menceritakan semuanya. Tapi kamu tenang saja, rahasia mengenai pernikahanmu aman di tangganku. Tetangga yang lain juga tidak tahu mengenai pernikahanmu itu. Bahkan Bapak dan Ibuku juga tidak mengetahuinya," ungkap Randy menjelaskan.
Aku menghela nafas lega setelah mendengar ucapan Randy. Untung Randy dan orang tuaku merahasiakan semuanya.
" Ya sama-sama. Oh iya, kamu belum menjawab pertanyaanku. Kenapa kamu ada di sini ? Suamimu di mana ? " tanya Randy
Tiba-tiba ponselku bergetar dan aku lihat Juan menghubungiku, namun aku membiarkannya. Berkali-kali Juan menghubungiku , tapi aku tetap tidak mengangkatnya. Randy yang saat ini ada di sampingku menatapku terus - menerus.
" Nonik , kenapa tidak di angkat ? " tanya Randy dengan wajah penasaran.
" Itu hanya nomer orang iseng yang sering menggangguku, " balasku berbohong.
" Masa sih ? Aku lihat sepertinya kamu sedang punya masalah . Kalau kamu memiliki masalah kamu bisa menceritakannya padaku. Siapa tahu aku bisa membantumu," ujar Randy yang terus meyakinkanku .
__ADS_1
" Tidak ada kok , " jawabku dengan gugup.
" Tidak usah berbohong padaku. Aku sudah mengenalmu begitu lama,"
Aku menghela nafas dengan kasar.Dari dulu Randy memang sangat sulit untuk dibohongi. Dia begitu pintar membaca ekspresi wajah seseorang. Makanya selama ini aku selalu menjaga jarak dengannya.
Aku lalu menceritakan semuanya pada Randy. Pria itu diam dan mendengarkan semua yang keluar dari mulutku.
" Jadi saat ini kamu sekolah di sana ? Aku baru saja mau pindah ke sana, karena jaraknya lebih dekat dari rumah Nenekku. Jadi saat ini kamu tidak ingin pulang ke kosan begitu ?"
" Iya, aku tidak ingin putus Sekolah. Kalau aku menemui suamiku, maka Tante Riri pasti mencari cara agar aku di keluarkan dari Sekolah," terangku pada Randy
" Nonik , bagaimana kalau kamu tinggal di rumah Nenekku , dan membantu Nenekku jualan,"
" Nenekmu jualan ? " tanyaku dengan wajah penasaran.
" Iya, dia jualan nasi bungkus. Kadang banyak yang memesan nasi bungkus di tempat Nenek. Dan kemarin karyawan yang biasanya membantu Nenek jualan berhenti bekerja karena dia harus pulang ke kampungnya. Jadi bagaimana ? Kamu mau atau tidak tinggal di tempat Nenekku ? " tanya Randy seraya menatapku.
" Iya ,aku mau Ran." Sahutku seraya menyunggingkan senyum manisku.
Aku terus-menerus mengucapkan rasa syukur di dalam hatiku karena Tuhan telah menolongku lewat Randy.
" Kalau begitu ayo sekarang ikut aku. Saat ini Nenekku pasti sedang sibuk memasak," kata Randy yang kemudian naik ke atas motornya.
__ADS_1