Pengantin SMA

Pengantin SMA
Rencana Tante Riri dan Om Yuda


__ADS_3

Kediaman Nenek Ida.


Hari ini aku senang sekali karena akhirnya aku bisa membawa Juan pulang ke rumah. Kak Yuda juga pasti akan senang kalau mendengar Juan sudah ada di rumah . Aku terpaksa setuju dengan rencana Kak Yuda, karena ini demi anakku.


Besok paginya aku langsung menghubingi Kak Yuda dan mengatakan padanya kalau Juan sudah berhasil aku bawa pulang.


Beberapa menit kemudian Kak Yuda datang ke rumah Ibu .


"Riri , sekarang Juan ada di mana ?" tanya Kak Yuda seraya menatapku yang sedang menyiapkan makanan.


" Ada di kamarnya ,Kak. Dari kemarin malam aku kurung dia di kamarnya. Ini sekarang aku mau membawa sarapan ke kamarnya,"


" Kalau begitu kamu campurkan obat ini ke makanan Juan. Jika kamu ingin memberi makanan pada Juan , jangan lupa campurkan obat ini , agar dia cepat menjadi gila," kata Kak Yuda seraya menyerahkan satu botol obat padaku.


Aku menerima obat itu . Aku lihat obat itu dalam bentuk kapsul.


" Apa obat ini bisa bekerja dengan cepat ?" tanyaku pada Kak Yuda. Aku lihat Kak Yuda sedang sibuk dengan ponselnya.


Sebelum menjawab pertanyaanku, Kak Yuda menatapku yang sedang mencampurkan obat ke makanan yang akan aku berikan pada Juan.


" Kalau kamu rutin memberikan obat ini setiap dia makan , maka dalam satu minggu dia sudah pasti akan menjadi gila," jawab Kak Yuda seraya tersenyum licik.


" Jika seandainya nanti ada yang bertanya mengenai keadaan Juan yang tiba-tiba menjadi gila, lalu kita akan jawab apa pada mereka ? " tanyaku seraya mengangkat sebelah alisku.


" Kita bilang saja pada mereka kalau Juan gila karena di tinggal oleh istrinya. Kamu tenang saja, mereka pasti akan langsung percaya . Lebih baik kamu bawa dulu makanan itu ke kamar Juan ," perintah Kak Yuda seraya menatapku.


" Oh iya,hampir saja aku lupa," ucapku seraya mengangkat nampan yang sudah berisi makanan.


Kemudian aku langkahkan kakiku ke kamar Juan. Setelah sampai di depan kamar Juan ,aku letakkan sebentar makanan yang aku bawa di sebuah meja yang tidak jauh dari kamar itu. Lalu aku buka pintu kamar itu menggunakan kunci yang sudah aku bawa.

__ADS_1


Setelah pintu kamar itu terbuka , aku langsung masuk dan meletakkan makanan yang aku bawa di atas nakas. Aku lihat kamar itu tampak kosong . Sepertinya Juan sedang berada di dalam kamar mandi.


" Tok...tok...tok...Juan...Juan... "panggilku seraya mengetuk pintu kamar itu berkali-kali. Tapi tidak ada jawaban sama sekali dari dalam. Aku juga tidak mendengar suara orang sedang mandi di dalam.


Aku terus mengetuk pintu kamar itu berkali-kali dan memanggil nama Juan, tapi tetap saja tidak ada jawaban sama sekali.


Mendadak perasaanku jadi tidak enak. Apa Juan kabur ? Tapi itu tidaklah mungkin , karena dari kemarin kamarnya sudah aku kunci. Kunci kamarnya juga aku yang bawa.


Untuk menghilangkan rasa penasaranku, aku coba membuka pintu kamar mandi itu. Dan ternyata pintu kamar mandinya tidak terkunci.


Dengan pelan-pelan aku buka pintu kamar mandi tersebut. Mataku langsung membulat saat melihat lantai kamar mandi itu yang terlihat kering. Itu artinya Juan telah kabur dari rumah ini.


" Kak Yuda...Kak Yuda.." teriakku dengan suara yang lantang.


Tak berselang lama Kak Yuda datang dan menghampiriku.


" Riri, kamu ini kenapa sih ? Kenapa harus berteriak begitu ? Untung Ibu tidak ada di rumah," ujar Kak Yuda seraya menatapku dengan tatapan mata yang tajam.


" Apa ? " teriak Kak Yuda dengan rahang menurun.


" Iya ,Kak. Juan kabur, " ucapku dengan mata membulat. Aku jadi bingung sendiri dengan semua ini. Padahal pintunya sudah aku kunci dari luar, dan kuncinya juga aku yang bawa.


" Dasar bodoh . Cuma mengurus satu anak saja kamu tidak bisa,"teriak Kak Yuda padaku. Aku begitu terkejut mendengar ucapannya itu. Ternyata dia sangat kasar.


" Kenapa Kakak jadi marah padaku ? Bukankah Kakak sendiri juga tidak bisa melakukannya sendiri ? " tanyaku dengan wajah yang merah padam .


" Bagaimana Kakak tidak marah . Padahal kamu sudah berhasil menangkap Juan, tapi kamu malah tidak menjaganya dengan baik," komentarnya seraya menatapku.


" Tapi aku sudah mengunci kamarnya semalam,"

__ADS_1


" Kalau begitu dia pasti kabur lewat jendela. Kalau begini, gagal sudah semua rencana kita," kata Kak Yuda seraya mengacak-ngacak rambutnya sendiri. Dan wajahnya terlihat sangat frustasi


" Lalu sekarang kita harus bagaimana, Kak ? " tanyaku dengan wajah bingung.


" Kamu harus bisa membawa Juan ke rumah ini lagi. Kalau sulit membawanya kemari , terpaksa kita suruh orang untuk membunuhnya," kata Kak Yuda seraya duduk di pinggir tempat tidur yang ada di kamar itu.


" Membunuhnya ? Apa tidak ada cara lain? Kalau membunuhnya rasanya kasihan Kak. Walau bagaimanapun dia adalah keponakan kita sendiri. Apa Kakak tidak kasihan dengannya ? " tanyaku seraya duduk di sampingnya. Jujur aku tidak tega kalau harus membunuhnya. Apalagi dia adalah keponakanku sendiri.


" Saat ini aku tidak punya cara lain lagi. Lalu bagaimana denganmu ? Apa kamu punya solusi ? " tanya Kak Yuda seraya menatapku


" Bagaimana kalau kita culik Juan, lalu kita sekap di kota lain ?" tanyaku seraya menatapnya yang sedang terdiam. Sepertinya dia sedang memikirkan saran yang aku berikan tadi. Aku berharap Kak Yuda setuju dengan saranku itu. Karena aku tidak tega kalau harus membunuh Juan.


" Baiklah, aku setuju dengan saranmu itu. Kalau begitu kita harus mencari sebuah rumah kecil yang lokasinya berada di tengah-tengah hutan."


" Kenapa harus di tengah hutan sih Kak ? " tanyaku dengan wajah penasaran


"Karena Juan sangat takut dengan hutan. Biar dia semakin ketakutan dan gila. Setelah menemukan sebuah rumah , kita baru bisa menculiknya."


Tiba-tiba pintu kamar itu terbuka dan aku lihat Ibu sudah berdiri di depan pintu sembari menatap kami dengan tajam. Ya Tuhan, apa Ibu mendengar semuanya ? Kalau ibu mendengar semuanya, maka dia pasti akan sangat marah dengan kami.


" Apa yang sedang kalian lakukan di kamar Juan? " tanya Ibu seraya menatap kami dengan intens


" Kami sedang mencari Juan ,Bu. Tadi malam Juan pulang kerumah , tapi sekarang tiba-tiba saja dia sudah tidak ada di kamarnya," jawab Kak Yuda dengan gugup.


" Juan pulang ke rumah ? Kenapa kamu tidak memberitahu Ibu kalau Juan kemarin pulang ? " tanya Ibu padaku dengan wajah yang tampak memerah. Sepertinya dia sangat marah padaku.


" Mungkin kemarin Ibu sudah tidur, makanya Riri tidak memberitahu Ibu," bela Kak Yuda.


" Kemarin Ibu tidur larut malam. Bahkan adikmu ini juga tahu kalau Ibu kemarin sangat kesulitan tidur karena rindu pada Juan. Tapi dia hanya diam saja,dan tidak bicara apapun," kata Ibu yang terus menatap kami.

__ADS_1


" Maaf ,Bu. Kemarin aku lupa memberitahu Ibu. Rencananya aku ingin memberitahu Ibu sekarang , tapi ternyata Juan malah tidak ada," belaku seraya menunduk. Seharusnya Kak Yuda tidak memberitahu Ibu kalau Juan kemarin ada di rumah ini. Kalau seperti ini lama-lama Ibu bisa curiga padaku. Ternyata dia juga lebih bodoh dariku.


__ADS_2