
Beberapa menit kemudian , Nenek Ami masuk ke dalam. Aku kira Nenek Ami masuk ke dalam karena ingin membuat minuman untuk Nenek Ida , tetapi dia malah menghampiriku.
" Nonik, Nenek Ida kemari ingin bertemu dengan Nonik . Katanya ada yang mau dia katakan pada Nonik," ucap Nenek Ami seraya menatapku.
Aku dan Randy langsung terbelalak lebar mendengar ucapan Nenek Ami. Kami sungguh terkejut karena ternyata Nenek Ida tahu kalau aku ada di sini.
Dari mana Nenek tahu kalau aku ada di sini ? Pertanyaan itu terus muncul di pikiranku.
"Nenek , dari mana Nenek Ida tahu kalau Nonik ada di sini ?"tanya Randy dengan alis mata terangkat.
" Sebenarnya saat pertama kali kamu mengenalkan Nonik , Nenek sudah tahu kalau dia adalah istrinya Juan cucunya Nenek Ida. Nenek tahu semua itu karena Nenek Ida sering curhat pada Nenek. Dari dulu Nenek adalah teman curhatnya Nenek Ida. Sekarang ayo kita temui Nenek Ida di depan ," kata Nenek Ami mengajakku keluar.
Aku lalu mengikutinya dari belakang. Setelah sampai di depan aku lihat Nenek Ida tersenyum kepadaku. Aku lalu mendekati Nenek, meraih tangannya dan mencium punggung tangannya.
" Nenek , bagaimana kabar Nenek ? " tanyaku padanya yang saat ini ada di sampingku.
" Kabar Nenek baik-baik saja. Hanya saja kabar Juan yang tidak baik-baik saja, " kata Nenek Ida seraya menatapku
Mataku langsung membulat mendengar ucapan Nenek Ida.
" Memangnya apa yang terjadi pada Juan ,Nek ? " tanyaku dengan wajah yang panik. Saat ini aku begitu takut terjadi sesuatu pada Juan. Atau jangan-jangan Juan menjadi gila seperti tetangga Nenek Ami ?
" Juan terus mencarimu . Dia menangis dan sangat khawatir. Bahkan wajahnya juga terlihat pucat karena seharian dia tidak makan apapun.Apa kamu tidak kasihan melihat suamimu seperti itu ? " tanya Nenek Ida padaku.
__ADS_1
" Tapi aku tidak pantas bersama Juan ,Nek. "Balasku seraya menunduk. Masih teringat dengan jelas kata-kata yang di ucapkan oleh Tante Riri padaku kemarin.
" Kenapa ? Apa karena ucapan Tante Riri ? " tanya Nenek Ida seraya menatapku dengan tajam.
Aku menghembuskan nafas pelan-pelan seraya menatap Nenek Ida.
"Yang di ucapkan oleh Tante Riri memang benar ,Nek. Aku hanya orang miskin ,tidak pantas bersama Juan. Gara-gara menikah denganku Juan jadi hidup menderita,"
" Nonik,dari hati Nenek yang paling dalam ,Nenek merasa bersyukur bertemu denganmu. Berkatmu Juan jadi berubah menjadi pria yang bertanggung jawab dan mandiri. Kalau Juan tidak bertemu denganmu mungkin dia setiap hari hanya mengurung diri di kamarnya ,dan menghambur-hamburkan uangnya. Jangan terlalu kamu pikirkan ucapan Tante Riri, karena belum tentu Juan akan menerimanya. Saat Juan kehilangan kedua orang tuanya , keadaannya sangat buruk. Dia hanya menangis dan mengurung diri. Setiap Nenek mengajaknya bicara dia selalu diam. Nenek waktu itu merasa sangat bingung harus bagaimana. Selama ini Juan hanya dekat dengan almarhum orang tuanya. Dia begitu trauma kalau dekat dengan orang lain , karena saat dia berusia sepuluh tahun pernah ada yang menculiknya . Berkali-kali Nenek dan Tante Riri mengajaknya bicara tapi dia hanya diam saja. Kalau Tante Riri menyuruhnya , dia hanya menurut saja tanpa mau berbasa-basi sedikitpun. Dia sudah seperti patung berjalan bagi Nenek waktu itu. Lalu ketika kamu pertama kali datang ke rumah Nenek, malamnya Juan bertanya pada Nenek mengenai siapa Nonik. Dia memberi begitu pertanyaan pada Nenek . Dan Nenek waktu itu merasa sangat senang karena akhirnya Juan mau bicara pada Nenek. Setelah itu Nenek tidak pernah melihatnya menangis . Nenek selalu melihatnya tersenyum. Apalagi kalau kamu terlambat datang ke rumah Nenek, dia pasti mondar - mandir di depan pintu menunggu kedatanganmu. Kalau sekarang kamu menjauhi Juan , entah bagaimana keadaannya setelah ini. Mungkin akan lebih parah saat dia kehilangan kedua orang tuanya," tutur Nenek Ide dengan mata berkaca-kaca.
Tak terasa air mataku langsung menetes mendengar cerita Nenek Ida. Ternyata Juan begitu mencintaiku. Tapi aku malah begitu tega ingin meninggalkannya.
" Nonik , tolong jangan tinggalkan Juan! Jangan kamu dengarkan ucapan Tante Riri. Tante Riri bicara seperti itu karena dia punya niat buruk pada Juan. Om Yuda dan Tante Riri ingin menguasai semua harta almarhum orang Juan. Dia ingin membuat Juan gila dan setelah itu membunuhnya dengan obat-obatan," ucap Nenek Ida seraya menggenggam tanganku.
" Iya ,Nek. Aku janji tidak akan meninggalkan Juan," balasku seraya menatap Nenek Ida yang terlihat khawatir.
" Saat ini Juan sedang dalam bahaya. Tante Riri dan Om Yuda pasti mencari cara lain agar bisa menyakiti Juan," ucap Nenek Ida seraya menceritakan semua yang terjadi kemarin malam.
" Nenek tenang saja, aku akan berusaha menjaga Juan," sahutku seraya menghapus air mataku.
" Kalau begitu untuk sementara waktu Juan tinggal di sini saja dulu sama kami. Karena sangat berbahaya kalau mereka tinggal di kosan," ucap Nenek Ami pada Nenek Ida.
" Iya ,Nek. Untuk sementara waktu Juan dan Nonik tinggal di sini saja dulu. Di sini tempatnya ramai , jadi kalau ada orang yang berniat buruk pada mereka maka banyak yang akan menolongnya," kata Randy pada Nenek Ida.
__ADS_1
" Apa aku tidak merepotkan kalian ? " ujar Nenek Ida seraya menatap Randy dan Nenek Ami .
" Mana mungkin merepotkan kami. Mereka juga sudah besar. Selama ini kamu selalu membantuku , jadi giliran kami yang membantumu," ucap Nenek Ami seraya menatap Nenek Ida.
" Baiklah, kalau begitu terima kasih. Nanti aku akan bicara pada cucuku. Mudah-mudahan dia mau tinggal di sini,"
Aku begitu terkejut melihat jam yang ada di ponselku. Ternyata sudah sangat siang. Aku melirik ke arah Randy yang sedang asyik mendengarkan Nenek Ami dan Nenek Ida mengobrol. Sepertinya Randy juga tidak sadar kalau ini sudah siang.
" Maaf , Nek. Aku permisi mau pergi ke sekolah . Soalnya ini sudah siang," ucapku memotong pembicaraan mereka.
" Aku hampir lupa harus pergi ke sekolah ,"kata Randy seraya menepuk jidatnya sendiri.
Tiba-tiba ponselku bergetar , aku lihat Juan menghubungiku. Aku langsung menekan icon telepon berwarna hijau untuk menerima panggilan telepon dari Juan.
📞" Sayang, kamu sekarang ada di mana ? Kenapa kemarin pergi begitu saja ? Kamu tahu ,aku begitu khawatir denganmu. Apa sekarang kamu tidak sekolah ?" tanya Juan dengan begitu banyak pertanyaan. Dari suaranya aku dapat merasakan kalau dia begitu sedih dan khawatir denganku.
📞" Maaf ,Juan . Aku saat ini sedang buru-buru mau pergi ke sekolah. Nanti saja aku jelaskan di sekolah ya ? " ucapku pada Juan
📞" Baiklah. Mau aku jemput ? " ujarnya
📞" Tidak usah. Aku saat ini bareng dengan temanku," balasku yang langsung memutuskan sambungan teleponnya begitu saja.
" Randy , ayo buruan. Lama banget sih," gerutuku dengan cemberut.
__ADS_1
" Iya..iya..sabar dong ! " balas Randy yang langsung menghidupkan mesin motornya.