
Pagi hari.
Rasanya baru terpejam beberapa menit tapi alarm sudah berbunyi hingga suaranya sangat memekakkan telinga. Dengan mata yang teramat lengket, aku melihat ponsel untuk memeriksa jam. Ternyata sudah pukul delapan pagi.
" Hmmm , masih ngantuk," gumamku seraya memejamkan mataku kembali. Ingin bangun, tapi mataku masih sangat mengantuk sekali.
Aku melihat ke sebelah tempat tidurku, aku lihat Juan sudah tidak ada di sana.
Aku beranjak dari tempat tidurku menuju ke kamar mandi.
"Drrrrttt....drrrrttt....drrrrrttt ..."
Selesai mandi aku dengar ponselku yang ada di atas nakas bergetar . Aku mengambil ponsel itu dan aku lihat ada pesan masuk dari Juan. Aku lalu duduk dan membuka pesan itu.
📱" Nonik aku berangkat kerja jam 07:00 . Tadinya aku mau pamitan sama kamu , tapi aku lihat tidurmu begitu nyenyak jadi aku tidak tega membangunkanmu. Oh iya , aku sudah membuatkanmu sarapan . Nanti Jangan lupa untuk di makan."
Aku menghela nafas kasar sambil memikirkan Juan. Aku sungguh kasihan pada Juan. Kemarin sepulang dari bekerja dia membuat tugas sekolah hingga larut malam lalu membawaku ke rumah sakit. Hari ini dia bekerja dari pagi hingga jam 23 : 00. Pasti dia sangat kecapean sekali . Seharusnya dia tidak usah mengambil kerja tambahan.
" Kalau dia sampai sakit bagaimana ? Aku juga belum mendapatkan pekerjaan. Lebih baik aku manfaatkan hari libur ini untuk mencari pekerjaan," gumamku yang kemudian menuju ke meja makan .
Selesai makan aku langsung keluar mencari pekerjaan. Di depan kosan aku berpapasan dengan Nenek pemilik kosan ini.
" Nonik , mau kemana ?"tanya Nenek Arum seraya menyipitkan matanya ketika menatapku.
" Aku mau keluar mencari pekerjaan ,Nek. Nenek sendiri mau kemana ? " tanyaku balik
" Nenek baru saja dari Minimarket sebelah. Oh iya, kalau boleh Nenek tahu kenapa kamu ingin bekerja ? Bukannya kamu masih sekolah ? "tanya Nenek Arum seraya menaikkan sebelah alisnya.
" Dari kecil aku sudah biasa sekolah sambil bekerja ,Nek."
" Apa Juan juga bekerja ? Soalnya Nenek lihat pagi-pagi sekali dia sudah pergi,"
" Iya ,Nek. Juan bekerja di restoran ," sahutku tersenyum
" Kalian memang anak yang baik. Orang tua kalian pasti bangga memiliki anak seperti kalian . Nenek yakin kedua orang tuamu pasti orang yang sangat baik . Buktinya anak-anaknya sangat baik , sopan dan rajin. Tidak seperti cucu Nenek, setiap hari hanya bisa menghabiskan uang orang tuanya saja,"
__ADS_1
" Terima kasih ,Nek," jawabku yang langsung menunduk. Mendengar Nenek Arum menyebut orang tuaku, aku jadi ingat akan perilaku kedua orang tuaku padaku. Saat aku masih tinggal bersama mereka , hampir setiap hari Bapak memukulku menggunakan ikat pinggangnya. Bahkan aku pernah di kurung di kamar mandi sampai pagi. Dari kecil tidak ada yang pernah memperlakukan aku dengan baik di sana. Aku seperti sebuah sampah di mata mereka. Mereka juga begitu tega ingin menikahkanku dengan seorang Kakek-kakek. Tapi untung Juan menolongku dengan cara menikahiku. Kalau pria itu tidak menolongku , entah bagaimana nasibku. Dia juga rela pergi dari rumahnya agar bisa bersama denganku. Dia sudah banyak berkorban untukku dan dia adalah orang yang tulus menyayangiku. Entah kenapa ,aku jadi rindu padanya.
" Nonik, kalau kamu serius ingin bekerja, bagaimana kalau kamu bekerja di tempat Nenek.Minimarket sebelah kosan ini adalah milik Nenek. Kebetulan sekali sekarang lagi kekurangan karyawan. Kalau mau kamu bisa bekerja di sana, tapi maaf Nenek hanya bisa memberimu gajih sedikit ," ucap Nenek Arum
" Aku mau ,Nek ," balasku dengan mata berbinar-binar. Aku begitu gembira karena akhirnya aku mendapatkan pekerjaan juga.
" Nanti kamu mulai bekerja jam 15 : 00 sampai jam 23 : 25 ," terang Nenek Arum sambil tersenyum
" Iya , Nek. Sekali lagi terima kasih karena Nenek sudah memberiku pekerjaan," ucapku yang terus menyunggingkan senyum di bibir tipisku.
" Kalau begitu ayo ikut Nenek ke rumah. Nenek akan memberimu seragam kerja,"kata Nenek Arum yang kemudian berjalan menuju ke rumahnya.
" Iya ,Nek," jawabku .
Aku berjalan di belakang Nenek Arum dan mengikutinya menuju ke rumahnya. Aku lihat rumah Nenek Arum lumayan besar.
" Nenek tinggal di sini dengan siapa ? " tanyaku penasaran.
" Tadinya Nenek tinggal di sini sendirian tapi mulai besok Nenek akan tinggal bersama dengam cucu Nenek. Kebetulan cucu Nenek satu sekolah dengan Nonik,"
" Ada apa ? Kenapa kamu terkejut begitu ? " tanya Nenek Arum sambil membuka pintu utama rumahnya.
" Tidak ada apa-apa kok ,Nek," sahutku yang mencoba bersikap biasa saja.
" Bagaimana ini ? Bagaimana kalau cucu Nenek Arum tahu mengenai hubunganku dengan Juan," pikirku yang sudah tidak tenang.
" Nonik , ayo duduk dulu ! Nenek mau ke dalam dulu mengambil seragam kerja," ujar Nenek Arum yang kemudian melangkahkan kakinya ke sebuah ruangan.
Aku melihat -lihat sekeliling ruangan tamu itu yang banyak terdapat koleksi barang-barang antik seperti piring , teko , gelas , vas dan ornamen - ornamen lainnya yang ada di dalam lemari.
Tiba-tiba mataku tertuju pada sebuah foto seorang pria yang selama ini selalu menggangguku di sekolah. Mataku semakin membulat melihatnya.
" Kak Fajar ," gumamku dengan mata membulat dan mulut sedikit terbuka.
" Ya ,Tuhan , kenapa bisa kebetulan begini," batinku dengan perasaan yang semakin kacau.
__ADS_1
" Nonik , maaf menunggu lama. Ini seragamnya," ucap Nenek Arum yang sudah duduk di sampingku. Aku bahkan tidak sadar kalau Nenek Arum sudah duduk di sampingku.
Setelah sampai di kosan aku langsung menghubungi Tobi dan Agus untuk mengajaknya ketemuan di taman dekat kosanku.
Aku akan memberitahu Juan jika nanti dia sudah pulang dari bekerja. Kalau aku beritahu sekarang , dia pasti tidak akan bisa fokus saat bekerja.
" Nonik , ada apa ? Tumben sekali kamu mengajak kami ketemuan," ucap Agus sambil menatapku.
" Iya ,Nik. Apa kamu lagi berantem sama Juan ? " tanya Tobi
" Tidak. Aku tidak pernah berantem sama Juan. Dan saat ini Juan lagi bekerja di restoran,"balasku dengan wajah cemberut.
" Aku bangga sama Juan. Anak orang kaya bisa berubah drastis demi Nonik. Sungguh luar biasa ," sahut Agus
"Sepertinya akan ada masalah besar yang menimpaku," ucapku dengan wajah sedih.
" Masalah apa ? Bukankah hubunganmu dengan Juan saat ini baik-baik saja ? " tanya Tobi seraya menaikkan sebelah alisnya.
" Atau jangan-jangan Juan selingkuh ? ," tebak Agus
" Bukan karena itu,"
" Lalu ? " tanya Tobi dengan wajah semakin penasaran.
" Ternyata Nenek pemilik kosanku adalah Neneknya Kak Fajar. Dan mulai besok Kak Fajar akan tinggal bersama dengan Neneknya," tuturku dengan menunduk.
" What ? " ucap Tobi dan Agus bersamaan. Mereka terlihat begitu terkejut mendengar ucapanku.
" Kenapa bisa kebetulan begitu ? " tanya Tobi sambil menatapku.
" Aku juga bingung. Kalau Kak Fajar tinggal bersama Nenek Arum , maka dia pasti akan tahu mengenai hubunganku dengan Juan," ujarku dengan cemberut.
" Kamu benar. Itu sangat bahaya sekali ," balas Agus.
Kepalaku jadi pusing memikirkan semuanya.
__ADS_1