
Setelah mengganti seragam sekolah, aku dan Juan minta izin pada Nenek Ami untuk pergi mencari Tante Riri.
" Kalian beneran mau pergi ke sana berdua saja ?" tanya Randy seraya menatap kami.
" Ya , benar. Memangnya kenapa ? " tanyaku dengan wajah bingung
" Aku hanya khawatir Tante Riri melakukan sesuatu pada kalian," sahut Randy dengan cemas.
" Tenang saja ,Ran , kita akan hati-hati." Balas Juan seraya menepuk bahu Randy
Tempat pertama yang kami tuju adalah Restoran, namun Tante Riri hari ini tidak pergi ke restoran. Lalu kami memutuskan mencari di rumahnya.
Satu jam kemudian kami akhirnya sampai di rumah Tante Riri. Aku lihat mobil Tante Riri ada di rumahnya , dan itu artinya Tante Riri ada di rumah.
" Ting tong ting tong ," Juan memencet bel rumah Tante Riri. Aku lihat rumah Tante Riri lumayan besar dan bergaya klasik eropa.
Tak berselang lama pintu rumah itu akhirnya terbuka.
" Den Juan , silahkan masuk ,Den."
" Bi Inah, apa Tante Riri ada di rumah ?" tanya Juan seraya menatap Bi Inah yang sedang menutup pintu.
" Ada kok,Den. Bu Riri ada di kamarnya. Mau saya panggilkan , Den ?"
" Boleh ,Bi," jawab Juan
Kami lalu menunggu Tante Riri di ruang tamu.
"Ternyata kalian yang datang kemari," ucap Tante Riri seraya menatap kami.
" Tante , sebenarnya apa yang Tante inginkan dariku ? Kenapa Tante menyuruh orang untuk menculikku ? " tanya Juan dengan tatapan mata yang tajam dan wajah yang merah padam.
" Menculik ? Apa maksudmu ? Tante tidak mengerti dengan pertanyaanmu itu," kata Tante Riri
" Tidak usah pura-pura deh ,Tan. Aku sudah tahu semuanya,"
" Juan, mana mungkin Tante seperti itu dengan keponakan Tante sendiri,"
Juan mengambil ponselnya , lalu mengarahkan ponselnya itu pada Tante Riri." Bukankah Tante pernah membawa pria ini saat mencariku ke kosan ? Pria ini yang ingin menculikku. Saat mereka ingin menculikku, temanku diam- diam merekam semuanya. Apa perlu aku laporkan kasus ini ke kantor polisi ? " ancam Juan
__ADS_1
" Kamu memang benar. Tante memang menyuruh mereka untuk menculikmu. Lalu kenapa ? Apa kamu terkejut mendengarnya ? Kalau kamu berani melaporkan Tante ke kantor polisi, maka Tante akan menyebarkan pernikahanmu di sosial media. Bagaimana ? " ujar Tante Riri seraya tersenyum licik.
" Tante memang sangat licik. Cuma karena harta Tante tega melakukan semua ini," ucapku dengan geram.
" Terserah kamu mau bilang Tante apa , yang penting Tante akan terus mengganggu hidupmu hingga keinginan Tante terwujud."
" Aku tidak akan membiarkan semua keinginan Tante itu terwujud," balas Juan dengan amarah yang menggebu.
Kami lalu pergi dari rumah Tante Riri dengan begitu emosi.
" Juan, sabar ya ? Kita hadapi semuanya sama-sama. Aku yakin masalah ini pasti akan ada jalan keluarnya,"
" Iya ,sayang ." Sahut Juan seraya memelukku .
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Pov Juan
Setelah dari rumah Tante Riri kami langsung pulang ke rumah Nenek Ami dan membantu beliau berjualan.
Saat belajar, aku tidak sengaja melihat Randy menatap Nonik yang sedang membantu Nenek Ami. Tatapan matanya begitu berbeda. Tatapannya itu seperti orang yang sedang jatuh cinta. Sebenarnya aku sering melihatnya, namun aku berusaha untukbberpikir positif.
"Sayang, sudah kamu masukkan semua bukunya ? " tanyaku pada Nonik yang masih duduk di depan cermin.
" Sudah kok. Aku sudah mengenceknya berkali-kali," ucapnya seraya mengikat rambutnya.
Aku menatap wajah istriku yang begitu sempurna. Aku merasa sangat beruntung karena sudah memilikinya.
" Cup, cup !" Aku mengecup pipi dan bibir istriku. Wajah Nonik langsung merona. Dia lalu memalingkan wajahnya agar aku tidak melihatnya.
" Sayang , aku tunggu di depan ya ? " ujarku seraya menatapnya dari cermin.
" Iya," sahutnya.
Aku lalu keluar dari kamar. Saat melewati kamar Randy, aku tidak sengaja mendengar percakapan Randy dan Nenek Ami. Mereka menyebut nama Nonik berkali-kali tapi, aku tidak bisa mendengar dengan jelas percakapan mereka
Aku lalu berdiri tepat di depan pintu kamar Randy .
" Randy , lupakan Nonik. Saat ini dia sudah memiliki seorang suami. Di luar sana masih banyak seorang wanita. Apa kamu tidak bisa mencintai wanita lain ? Cobalah buka hatimu pada wanita lain," kata Nenek Ami
__ADS_1
" Aku sudah berusaha melupakannya tapi aku tidak bisa ,Nek. Sulit sekali melakukannya. Nenek tenang saja , aku juga tidak ada niat untuk merebut Nonik ,kecuali Juan menyakiti Nonik baru aku akan melakukan semua itu," terang Randy
Mataku langsung terbelalak lebar mendengar percapakan mereka. Aku menjauhi kamar Randy karena takut Randy keluar kamar dan melihatku ada di sana. Aku lalu pergi ke teras dan memikirkan semua yang aku dengar tadi.
Ya, Tuhan. Ternyata apa yang aku lihat selama ini memang benar. Apa yang harus aku lalukan sekarang ? Sepertinya aku tidak bisa tinggal di sini lagi . Aku harus mencari tempat tinggal. Tidak baik juga menumpang lama-lama di sini , apalagi aku dan Nonik sudah menikah.
Tak berselang lama Nonik keluar dan di belakangnya ada Randy.
" Nonik, kamu berangkat bareng aku saja ya ? Ini udah siang, kasihan Tobi dan Agus kalau mereka harus ke sini lagi," kata Randy seraya menatap Nonik.
Nonik menatap ke arahku untuk minta pendapatku.
" Kamu tenang saja. Suamimu pasti ngizinin . Iya kan , Juan ? " tanya Randy padaku.
" Iya aku ngizinin kok. Lagian kamu juga tidak mungkin berangkat ke sekolah bareng denganku," sahutku seraya mengusap rambut Nonik.
Aku berusaha sabar dan menahan rasa cemburuku. Aku percaya kalau Nonik adalah orang yang setia. Yang penting Randy tidak berniat merebut Nonik dariku.
Saat jam istirahat aku mencoba mencari kos-kosan di google maps.
" Juan , lo ngapain di sini sendirian ? Teman lo yang kayak preman itu di mana ?" tanya Tobi seraya duduk di sampingku.
" Maksudmu si Faris ? Dia sedang sakit. Nonik di mana ? Kenapa kamu malah ada di sini ? " tanyaku bertanya balik.
" Nonik pergi ke perpustakaan sama Agus. Lo sedang nyari kos-kosan ? Bukankah lo saat ini sudah tinggal di rumahnya Randy ? " tanya Tobi seraya menaikkan sebelah alisnya.
" Aku tidak enak tinggal di sana terus- menerus, apalagi aku dan Nonik sudah menikah," terangku seraya terus menatap ponselku.
" Kalau menurutku , lebih baik lo ngekos . Gue lihat si Randy itu seperti punya perasaan sama Nonik. Soalnya gue sering melihat Randy menatap Nonik. Tatapannya juga sangat berbeda. Dia juga nyimpen foto Nonik di ponselnya. Waktu itu gue tidak sengaja melihat Randy tersenyum sambil menatap foto Nonik yang ada di ponselnya.
" Tebakanmu memang benar. Randy memang jatuh cinta dengan Nonik. Tadi pagi, aku tidak sengaja mendengar percakapan Nenek Ami dan Randy."
" Percakapan tentang apa ? " tanya Tobi seraya menatapku dengan wajah penasaran
Aku lalu menceritakan semua yang aku dengar tadi pagi pada Tobi. Dia cukup terkejut mendengar ceritaku
" Tobi, tolong jangan beritahu ini pada siapapun.Cukup kita berdua yang tahu,"
" Ya , tenang saja. Kalau begitu biar gue bantu nyari kos-kosan ya ? " ujarnya
__ADS_1
" Ya, makasi." Sahutku seraya tersenyum padanya.