
Jam sepuluh malam , tempat makan kami akhirnya tutup. Namun Ayu dan Kak Andi belum pulang karena mereka masih bersih-bersih. Peraturan di sini , setelah selesai bersih-bersih mereka baru boleh pulang.
Aku ingin menghampiri Juan yang saat ini sedang bersih-bersih. Di samping Juan ada Ayu. Dari tadi aku memang sudah melihat kalau gadis itu berusaha mendekati Juan.
Setelah Agus memberitahu semuanya , aku diam-diam memperhatikan gerak-gerik Ayu. Cara bicaranya juga sengaja di buat-buat manja ketika bicara dengan Juan.
"Dasar pelakor ," gerutuku dengan darah yang sudah mendidih. Ingin sekali aku menampar wajahnya itu.
" Sabar ,Nik. Jangan menggunakan kekerasan . Lebih baik bicarakan dengan baik-baik," saran Agus
" Iya ,Nak. Lebih baik selesaikan dengan baik-baik. Kalau menggunakan kekerasan , nanti orang tua Ayu kesini dan marah-marah bagaimana ? " ujar Nenek Wati yang juga memberiku saran yang sama seperti saran Agus.
Aku menghela nafas sambil menatap mereka berdua. Yang di katakan oleh mereka memang benar. Aku harus bisa sabar dan menyelesaikan masalah ini dengan baik-baik.
Aku mendekati Juan yang saat ini sedang membersihkan meja dan di sampingnya juga ada Ayu.
" Juan , aku ingin bicara penting denganmu ," ucapku seraya menatap Juan.
" Bicara ? Apa harus sekarang ?" tanya Juan seraya menaikkan sebelah alisnya.
" Ya aku mau sekarang , karena ini masalah penting," jawabku dengan wajah yang datar.
"Saat ini aku sedang membantu Ayu. Setelah ini aku juga harus mengantar Ayu pulang karena dia tidak membawa motor.Bicaranya nanti saja ya ? " ujar Juan tanpa melihatku.
" Kenapa harus kamu yang mengantarnya ? Kan di sini masih ada Kak Andi ?" ujarku lagi sambil menatap punggung Juan.
" Dia tidak mau di antar sama Kak Andi karena Kak Andi pernah menyatakan cinta pada Ayu , tapi Ayu menolak cintanya," terang Juan lagi.
Aku yakin ini pasti akal-akalannya Ayu. Aku harus coba bertanya pada Kak Andi , biar semuanya cepat selesai.
__ADS_1
Aku lalu menghampir Kak Andi yang saat ini sedang membuang sampah.
" Kak Andi, aku ingin bertanya sesuatu pada kakak ," bisikku. Aku sengaja bicara begitu pelan agar Ayu dan Juan tidak mendengarnya.
" Bertanya apa ? Sepertinya sangat serius ," ujar Kak Andi dengan wajah yang tegang.
" Apa kakak menyukai Ayu ? Kalau iya aku bisa membantu kakak agar bisa mendapatkan Ayu," ucapku seraya menatapnya
" Hah ? Siapa yang bilang begitu ? " tanya Kak Andi dengan wajah yang tampak terkejut.
Dari raut wajah Kak Andi sepertinya Ayu berbohong. Atau Kak Andi yang berbohong ? Aku jadi bingung.
" Ayu sendiri yang bilang begitu. Katanya kakak pernah menyatakan cinta pada Ayu ,tapi Ayu malah menolak kakak," terangku sembari menatapnya.
" Mana mungkin aku melakukan itu. Aku sudah memiliki kekasih dan kekasihku jauh lebih cantik dari si Ayu. Dan sekarang aku sedang menabung agar bisa menikahi kekasihku. Kamu ada-ada saja deh," sahut Kak Andi
" Yang di ucapkan Kak Andi memang benar,Nik. Aku juga tahu siapa kekasihnya ," kata Agus yang saat ini ada sampingku
" Nonik, sepertinya Ayu ingin mendekati Juan. Kemarin aku tidak sengaja melihat Ayu diam-diam mengambil foto Juan. Lebih baik kamu berhati-hati dengan Ayu. Apalagi Neneknya Ayu seorang dukun . Lebih baik tanyakan langsung pada Ayu biar masalahnya cepat selesai," terang Kak Andi dengan raut wajah serius.
"Kakak memang benar. Kalau begitu aku akan bertanya pada Ayu ," sahutku yang kemudian meninggalkan Kak Andi.
Aku lalu mencari Ayu yang saat ini sedang mencuci piring bersama Juan. Aku lihat ponsel Ayu ada di atas meja. Diam-diam aku mengambil ponsel milik Ayu dan membukanya. Kebetulan sekali ponselnya tidak di beri password oleh Ayu .
Yang pertama aku buka adalah galeri ponselnya. Kedua mataku langsung terbelalak lebar melihat isi galeri ponselnya. Di sana banyak tersimpan foto Juan. Ternyata yang di ucapkan Kak Andi memang benar. Selama ini Ayu diam-diam mengambil foto Juan.
Dia juga sering mengirim pesan Wa pada Juan , tapi Juan tidak pernah membalasnya. Dia memang pelakor. Aku tarik nafas dalam-dalam lalu aku dekati Ayu. Dia bahkan tidak menyadari ke hadiranku karena terlalu asyik melihat wajah Juan.
" Ayu, aku ingin bertanya sesuatu padamu ," ucapku yang berusaha bicara dengan tenang
__ADS_1
Ayu terlihat sangat terkejut karena melihatku sudah berdiri di sampingnya.
" No_Nonik , kau sudah dari tadi di sini ? " tanya Ayu sembari menatapku dengan raut wajah gelisah.
" Ya , aku di sini sudah dari tadi," sahutku dengan ketus.
" Tadi kau bilang ingin bertanya sesuatu padaku , memangnya ingin bertanya apa ? " tanya Ayu dengan raut wajah penasaran.
" Apa kau menyukai Juan ? " tanyaku sembari menatapnya dengan tajam
Juan langsung melihat ke arahku dan menatapku."Nonik , apa maksudmu bertanya seperti itu pada Ayu ? Mana mungkin Ayu menyukaiku ? Aku sudah menganggapnya seperti saudaraku sendiri , begitupun dengan Ayu. Jadi kamu tidak usah cemburu dengan Ayu," terang Juan
" Tapi Ayu diam-diam sudah mengambil fotomu . Kak Andi juga tidak pernah menyatakan cinta pada Ayu . Kak Andi sendiri yang bilang begitu .Ayu sengaja bicara seperti itu agar bisa di antar pulang sama kamu. Bahkan Ayu pernah ingin memasukkan sesuatu ke minumanmu," ucapku sambil menatap Juan.
" Nonik, aku tidak pernah menyukai Juan. Aku hanya menganggapnya seperti saudaraku. Tapi kenapa kamu menuduhku seperti itu ? " tanya Ayu dengan raut wajah sedih. Bahkan dia juga meneteskan air mata. Pasti Ayu pura-pura sedih agar Juan kasihan padanya.
" Nonik, kalau masalah foto, Ayu memang pernah secara tidak sengaja mengambil fotoku saat aku memintanya mengambil foto para pembeli yang sedang makan di sini. Jadi tidak usah berpikir buruk ya ? Dan masalah Kak Andi , mana mungkin Kak Andi mau mengakuinya, pasti dia malu. Dan masalah minuman . Kalau memang benar Ayu memasukkan sesuatu ke dalam minumanku, mungkin saat ini sudah terjadi sesuatu padaku, " ujar Juan
" Kenapa kamu malah membelanya ? Atau jangan-jangan kamu menyukainya ? Lebih baik kamu tanya sendiri dengan Nenek Wati apa yang sudah Ayu lakukan selama ini . Dan ini , kamu lihat sendiri galeri ponsel Ayu," balasku sembari memberikan ponsel Ayu pada Juan.
Aku lalu melangkahkan kakiku keluar dari rumah. Rasanya malas sekali melihat mereka. Apalagi Juan malah membela Ayu dari pada istrinya sendiri. Aku lihat Agus berlari mengejarku.
" Nonik, kau mau kemana malam-malam begini ? " tanya Agus dengan raut wajah panik.
" Aku mau ke minimarket. Ada yang harus aku beli," sahutku.
" Aku sudah memberikan rekaman cctvnya pada Juan. Mudah-mudahan Juan membukanya," ucap Agus
Tiba-tiba ada sebuah mobil hitam berhenti di belakangku. Lalu keluar delapan pria bertubuh besar. Salah satu dari mereka menarik tangan Agus dan mengarahkan sebuah pisau ke leher sahabatku itu.
__ADS_1
Mataku terbelalak lebar melihatnya. Aku lihat Agus begitu ketakutan. Aku benar-benar tidak tahu siapa mereka dan apa maunya ?