
Aku hanya diam saja saat Juan bertanya seperti itu.
" Kalau begitu biarkan aku bertemu dengan orang tuamu." kata Juan menatap mataku
" Untuk apa kamu ingin bertemu dengan orang tuaku ? " tanyaku dengan alis mata terangkat.
" Aku sudah dengar semua tentangmu dari Nenek,dan aku ingin bertanya sesuatu dengan orang tuamu. " Juan turun dari motornya dan berjalan menuju ke rumahku
"Memangnya kamu mau bertanya apa kepada orang tuaku ? " tanyaku dengan wajah yang terlihat panik
"Aku ingin bertanya, kenapa mereka begitu membencimu." jawab Juan sambil menarik tanganku
Akan tetapi Juan malah menarik tanganku yang terluka karena kena cambuk.
"Aaaaaa..sakit." teriakku karena merasa sangat kesakitan sambil melepas tangan Juan.
"Maafkan aku, karena aku menarik tanganmu begitu keras,hingga kamu kesakitan seperti itu." ucap Juan merasa bersalah.
"Tidak apa-apa, lebih baik kamu pulang saja ,karena ini sudah begitu malam " balasku sambil menatapnya
"Baiklah aku akan pulang ,tetapi tolong biarkan aku melihat tanganmu yang tadi aku tarik. Karena aku ingin memastikan apakah kamu terluka karena aku atau tidak." Juan bicara dengan wajah khawatir.
"Aku tidak apa-apa kok," aku mendorong Juan agar dia segera pulang.
Akan tetapi dari jauh aku melihat ada tetanggaku yang sepertinya akan lewat di pohon jambu ini. Dengan buru-buru aku menyuruh Juan untuk bersembunyi.
"Kalau tetanggaku melihat aku bersama dengan seorang laki-laki,maka dia pasti akan mengadu dengan orang tuaku," gumamku dihati
Ketika tetanggaku hampir dekat denganku,aku kemudian berjalan menuju ke rumah.
"Lho ..Nonik, kok kamu di rumah ? Apa kamu tidak ikut ke rumah Kakek dan Nenekmu ? Tadi Tante lihat orang tuamu dan saudaramu pergi. Mereka bilang katanya mau menginap ke rumah Kakek dan Nenekmu selama dua hari. Tapi kamu kok malah di rumah ? " tanya Ibu Ira
"Aku besok menyusul Tante ," ucapku berbohong.
"Apa kamu berani tidur sendiri ? " tanya Tante Ira lagi
"Berani kok Tante, " balasku sambil menunduk.
"Ya sudah, kalau ada apa-apa kamu cari saja Tante ya ? " kata Tante Ira sambil tersenyum kepadaku
"Mudah-mudahan Juan tidak mendengar percakapanku dengan Tante Ira"pikirku
Setelah Tante Ira pergi , aku berjalan menuju ke rumah.
__ADS_1
"Biar saja Juan disana, palingan lagi sebentar dia pulang. " pikirku lagi
10 menit kemudian ada yang mengetuk pintu rumahku.
"Tok.. tok...tok " pintu rumahku terus-menerus di ketuk.
"Sebentar ,"teriakku yang sekarang lagi ada di dapur.
"Baru saja aku ingin memasak mie instan,akan tetapi malah ada yang datang."gerutuku dengan wajah kesal.
"Ceklek..." pintu aku buka.
Dengan mata terbelalak lebar aku begitu terkejut melihat Juan yang datang kerumahku. Yang lebih parahnya lagi ,karena terlalu buru-buru membuka pintu,aku jadi lupa memakai masker dan jaket.
Ekspresi wajah Juan juga begitu terkejut melihatku.
" Kenapa kamu malah kemari ? Kalau ada yang melihat bagaimana ? " Aku terus bertanya ,akan tetapi Juan malah diam saja.
Aku melihat mata Juan berkaca-kaca, dia seperti ingin menangis , namun dia seperti berusaha menahan air matanya agar tidak menetes.
"Aku kesini membawakanmu makanan,karena kebetulan aku juga belum makan . Dan aku tadi sudah dengar kalau orang tuamu dan saudaramu sedang pergi. Jadi aku langsung masuk ke dalam. Apa aku boleh makan bersamamu ? " Juan bicara sambil menatapku dengan raut wajahnya yang terlihat begitu sedih.
"Lebih baik di bawa pulang makanannya , aku bisa membuat makanan sendiri kok," tolakku karena merasa tidak enak.
" Hmm...baiklah, kalau begitu ayo silahkan masuk, " ucapku sambil terus menatapnya
" Ada apa dengannya ? Kenapa dia terlihat begitu sedih ? Apa dia habis dimarahi oleh Nenek." pikirku
"Apa kamu berani tidur di sini sendiri ?" tanya Juan sambi melihat foto keluargaku.
"Ini kan rumahku, jadi buat apa aku merasa takut." jawabku. Aku langsung mengambil piring dan air minum.
Kami lalu makan bersama dalam keheningan. Selesai makan kami duduk di ruang tamu.
"Apa aku boleh bertanya ? " Juan menatapku
"Boleh,memang kamu mau bertanya apa ? " Aku bertanya dengan alis mata terangkat.
" Apa yang sebenarnya terjadi ? Kenapa wajah dan tubuhmu terluka begitu ? Apa kamu dipukul lagi ? " Juan melontarkan begitu banyak pertanyaan untukku. Dia menunduk seperti ingin menangis.
Aku terdiam begitu lama, karena bingung mau menjawab apa.
"Aku sudah biasa di perlakukan seperti ini," ucapku menunduk.
__ADS_1
"Kenapa mereka memukulmu ? Memangnya kamu melakukan kesalahan apa ? Cerita saja padaku, anggap aku ini teman curhatmu. Lagian aku juga sudah tahu semua tentangmu dari Nenek" kata Juan sambil menatapku.
Aku menceritakan semua kepada Juan, lagian percuma juga menyembunyikan sesuatu darinya,karena dia juga sudah tahu banyak tentangku dari Neneknya.
"Apa kamu akan setuju menikah dengan Kakek Jaya ?"tanya Juan menangis.
Aku merasa bingung ,karena tiba-tiba dia malah menangis.
"Ya tidak dong, mana mungkin aku setuju menikah dengan seorang Kakek-kakek. Lagian aku juga masih ingin bersekolah. Tapi kenapa kamu malah menangis ? " tanyaku menatap Juan dengan begitu heran.
"Aku menangis karena merasa kasihan denganmu. Lalu apa yang akan kamu lakukan jika mereka tetap memaksamu menikah dengan orang itu ? "
" Aku juga tidak tahu harus melakukan apa , tapi aku akan mencari cara agar tidak menikah dengannya."
"Apa kamu sudah mengobati lukamu itu ? " Juan bertanya sambil menatap ke arah luka yang ada di wajahku.
"Sudah kok. Oh iya , terimakasih ya ? Karena kamu sudah mendengarkan curhatanku." balasku tersenyum.
" Iya sama-sama. Kamu beneran berani tidur sendiri disini ? Kalau kamu merasa takut ,maka aku yang akan menemanimu." ucap Juan
Aku tersenyum kecil mendengar ucapan Juan .
"Ya berani lah,aku sudah biasa di tinggal sendiri." kataku tersenyum
"Ya sudah,kalau begitu aku pulang dulu. Kalau ada masalah hubungi saja aku." jawab Juan yang langsung melangkah keluar.
~~
Pov Juan
Ketika melihatnya keluar dengan mata sembab, aku sebenarnya sedikit curiga dengannya.
Dan waktu mengetahui kalau dia belum makan, aku begitu kasihan kepadanya ,dan sekaligus marah dengan orang tuanya yang menurutku sangat keterlaluan terhadap anaknya sendiri.
Andai saja aku sudah bisa mencari uang sendiri, ingin rasanya aku membawa wanita yang aku cintai pergi jauh dari keluarganya.
Saat aku tahu kalau keluarganya sedang tidak ada di rumah,aku langsung membelikannya makanan.
"Mudah-mudahan dia suka dengan makanan yang aku belikan."gumamku di dalam hati
Setelah sampai di depan rumah Nonik , aku langsung mengetuk pintu rumah itu. Akan tetapi saat pintu itu di buka, aku begitu kaget melihat wajah dan tubuh Nonik yang penuh luka. Dalam seketika air mataku ingin menetes , tetapi aku berusaha untuk menahannya . Karena aku tidak ingin terlihat cengeng di depannya.
Akan tetapi,setelah aku mendengar kalau dia di paksa menikah dengan seorang Kakek-kakek dalam sekejap hatiku menjadi sangat hancur. Air mata yang tadinya aku tahan akhirnya menetes juga membasahi pipiku.
__ADS_1