Pengantin SMA

Pengantin SMA
Sedih


__ADS_3

Pov Juan


Setelah sampai di rumah aku langsung pergi ke kamarku, berkali-kali Nenek memanggilku, akan tetapi aku tidak memperdulikannya.


" Juan ? Nenek berkali-kali memanggilmu, tetapi kamu tidak memperdulikan ucapan Nenek. Kamu ini memang anak yang sangat nakal ," kata Nenek sambil duduk di sampingku


Akan tetapi aku masih memikirkan Nonik,dan bahkan aku tidak mendengar ucapan Nenek sama sekali.


"Juan ? Kamu kenapa nak ? "tanya Nenek sambil mengusap kepalaku dengan lembut.


Aku memeluk Nenek sambil menangis di pelukannya.


"Ada apa ? Apa kamu lagi bertengkar dengan Nonik ?" tanya Nenek sambil menatapku.


"Nek , Nonik dipukul oleh Bapaknya . Tadi orang tuanya pulang bekerja lebih awal dari biasanya ,dan setelah itu Nonik dipukul hingga terluka. "ucapku yang terus menangis.


Mata Nenek terbelalak lebar mendengar ucapanku.


"Mereka sungguh keterlaluan sekali ,dan tidak memiliki rasa kasihan sedikitpun terhadap putrinya itu. Padahal putrinya sangat baik sekali ,dan juga mandiri." balas Nenek dengan wajah terlihat kesal.


"Lalu ada lagi berita yang lebih buruk dari itu Nek,"kataku sambil menangis terisak-isak.


"Berita apa Juan ? Cepat katakan pada Nenek. " tanya Nenek yang terlihat sudah tidak sabar.


"Nonik akan di nikahkan dengan seorang Kakek-kakek." ucapku yang terus menangis.


"Apaaaaaaa ? " teriak Nenek yang tampak sangat terkejut.


"Kamu pasti bercanda, mana mungkin gadis seumuran Nonik menikah dengan seorang Kakek-kakek." kata Nenek yang tidak percaya dengan ucapanku.


"Tapi aku bicara serius Nek. Kalau Nenek tidak percaya,maka besok Nenek bisa bertanya langsung dengan Nonik."


" Sepertinya orang tuanya sudah gila, masak begitu tega menikahkan gadis yang masih kecil dengan seorang Kakek-kakek."jawab Nenek dengan raut wajah kesal.


" Itu demi uang Nek , padahal aku belum menyatakan cinta kepadanya, tetapi sudah sakit hati duluan," sahutku dengan wajah yang murung.


" Ini semua gara-gara Nenek, coba kalau Nenek tidak meminta Nonik untuk mengajari kamu bersih-bersih rumah, maka Nonik sudah pasti tidak terlalu sore pulang ke rumahnya." ucap Nenek yang merasa bersalah.


"Aku tidak mau kehilangan dia Nek, aku benar-benar mencintainya." kataku menunduk .


"Apa kamu punya solusi untuk mengatasi masalah ini ? " tanya Nenek menatapku.


"Saat ini aku tidak memiliki solusi apapun Nek," balasku

__ADS_1


"Iya sudah, lebih baik sekarang kamu tidur. Nanti biar Nenek sendiri yang mencarikan solusi."


"Iya Nek," jawabku


Setelah itu Nenek pergi ke kamarnya ,sedangkan aku terus memikirkan Nonik. Bahkan aku sampai tidak tidur ,karena memikirkan dia.


Jujur aku begitu mencintainya .Saat aku mendengar kalau dia disuruh menikah dengan seorang Kakek-kakek, hatiku begitu sedih sekali. Perasaan sedih ini begitu mirib dengan rasa sedih saat kehilangan kedua orang tuaku. Rasanya aku tidak bisa melihatnya menikah dengan orang lain.


" Kalau seperti ini lebih baik aku mati saja. "gumamku di hati


Padahal baru saja aku bisa melupakan Mama dan Papa, tetapi sekarang malah merasakan rasa sedih yang sama seperti kehilangan Mama dan Papa waktu itu.


~~


2 minggu kemudian...


Hari ini Nonik sedang libur, dan orang tuanya juga tidak bekerja.


"Tumben sekali mereka tidak bekerja ? Kalau seperti ini bagaimana caranya agar aku bisa pergi bekerja ? " pikir Nonik merasa sangat kesal.


Saat Nonik sedang asik duduk sambil membaca novel di teras rumah, dia di hampiri oleh Kakak-kakaknya.


"Selamat ya ,adikku sayang . Sebentar lagi kamu akan menikah dengan Kakek Jaya,dan hidupmu sudah pasti akan bahagia karena dia orang kaya. Nanti jangan lupakan Kakak ya ! " ucap kedua Kakaknya sambil tersenyum.


"Apa syaratnya ? " tanya Putra sambil menatap adiknya


"Aku akan setuju menikah dengan Kakek Jaya ,asalkan kalian berdua juga mau menikah dengan seorang Nenek-nenek." balas Nonik tersenyum


"Apaaaaaa ? " teriak kedua Kakaknya bersamaan. Wajahnya terlihat terkejut mendengar ucapan Nonik.


"Kenapa Kakak terkejut ? Kan biar sama denganku." jawab Nonik tanpa melihat ke arah kedua Kakaknya


"Aku sudah bicara baik-baik denganmu , tapi kamu malah bicara seperti itu. Awas ya kamu , aku akan bilang kepada Bapak." sahut kedua Kakaknya dengan wajah yang merah padam.


" Silahkan kalian mengadu dengan Bapak kalian, dasar anak Papa. Sudah besar tetapi seperti anak kecil." balas Nonik


5 menit kemudian ,datang Bapaknya.


"Nonik ? Apa maksudmu menyuruh kedua Kakakmu menikah dengan seorang Nenek-nenek ? Kamu mau membuat anak-anakku menderita ? Mau kamu setuju atau tidak ,yang penting pernikahan itu akan tetap terjadi." jawab Bapaknya sambil menendang kursi disebelah Nonik.


Akan tetapi Nonik meninggalkan Bapaknya begitu saja tanpa menatap atau membalas ucapannya.


"Dasar anak kurang ajar. Kalau aku tahu sifatmu akan seperti ini ,sudah dari bayi aku membunuhmu" Bapaknya bicara sambil berkacak pinggang.

__ADS_1


Baru saja sampai di kamar,Ibunya masuk ke kamarnya membawa baju baru untuk Nonik.


"Nonik ,tadi Ibu membeli baju untukmu. Nanti kalau Kakek Jaya datang ,kamu pakai baju ini." ucap Ibunya sambil menyerahkan sebuah baju untuk Nonik.


"Maksud Ibu apa ?" tanya Nonik dengan wajah bingung


" Ibu dan Bapak hari ini tidak bekerja karena calon suamimu akan datang kemari , dia kemari hanya ingin berkenalan denganmu. Jadi kamu pakai baju ini ,agar terlihat cantik di depan calon suamimu itu ," Ibunya langsung menaruh baju itu di samping Nonik


" Aku kira dia tulus memberikannya , ternyata karena si Kakek Jaya itu akan datang kemari. Selama ini dia tidak pernah membelikanku baju baru, dia selalu memberiku baju bekas miliknya. Aku jadi penasaran dengan rupa si Kakek Jaya ini." pikir Nonik


Setelah itu dia mengambil ponselnya untuk mengirim pesan WA kepada Juan.


📱"Selamat siang Juan,"


📱"Selamat siang juga Nonik. "


📱"Apa aku mengganggumu ?" tanya Nonik


📱"Tidak kok, aku lagi menonton TV bersama Nenek,memangnya kenapa ? "


📱" Tolong bilang ke Nenek,kalau hari ini aku tidak bisa kesana."


📱"Lho..kenapa begitu ? Apa kamu sakit ? " tanya Juan merasa khawatir.


📱"Aku tidak sakit, aku tidak bisa datang kesana, karena orang tuaku tidak bekerja hari ini. Jadi aku tidak bisa keluar."


📱"Kok tumben orang tuamu tidak bekerja ? " tanya Juan merasa penasaran


📱"Orang tuaku tidak bekerja karena Kakek Jaya akan datang kemari"


📱" Untuk apa dia datang kerumahmu ? Bukannya rencana pernikahannya masih lama ? "


📱" Kata Ibuku dia hanya ingin berkenalan denganku."


📱" Kamu harus hati-hati dengannya, jangan biarkan Kakek itu menyentuhmu"


📱" Siapa juga yang mau di sentuh oleh dia. Ya sudah, kalau begitu aku mau tidur siang dulu. Terimakasih." balas Nonik dan langsung menyembunyikan ponselnya lagi.


Jam 16 : 00


"Nonik , ayo cepat pergi mandi. Kakek Juan sebentar lagi akan kesini." kata Ibunya yang langsung menarik tangan Nonik


"Aku tidak mau bertemu dengan Kakek Juan, lebih baik Ibu saja yang menikah dengannya." jawab Nonik sambil melepaskan tangannya.

__ADS_1


" Kamu ini memang tidak bisa di ajak bicara baik-baik. " ucap Ibunya yang langsung memanggil suaminya


__ADS_2