Pengantin SMA

Pengantin SMA
Rencana Om Yuda


__ADS_3

Pov Tante Riri.


Semenjak Juan menikah dengan Nonik , Kak Yuda selalu marah-marah padaku. Padahal pernikahan itu sudah terlanjur terjadi , tapi dia marahnya keterlaluan sekali. Juan juga cuma keponakannya , bukan anaknya dia.


Padahal dulu dia tidak pernah perduli dengan Juan. Apalagi Kak Yuda sangat membenci almarhum orang tua Juan. Dia hanya pura-pura baik di depan almarhum orang tua Juan. Rasa benci itu muncul ketika Kak Yuda ingin meminjam uang dalam jumlah banyak, tapi almarhum tidak mau memberi pinjaman karena Kak Yuda sudah sering meminjam uang tapi tidak pernah di kembalikan.


Pagi-pagi sekali saat aku akan pergi ke kantor , Kak Yuda datang ke rumahku. Pasti dia datang untuk marah-marah lagi padaku. Rasanya aku capek sekali mendengar omelannya setiap hari. Dia sudah seperti seorang emak-emak yang menceramahi putrinya . Untung suamiku sudah berangkat kerja , kalau suamiku sampai tahu bagaimana sifat Kak Yuda padaku , dia pasti akan sangat marah pada Kak Yuda. 


" Riri , kamu harus membantuku," ucap Kak Yuda seraya duduk di sampingku.


Dari dulu dia tidak pernah berubah, datang ke rumahku seenak jidatnya saja. Apalagi di tambah nyuruh-nyuruh pembantu di sini.


" Membantu apa Kak ? Kalau masalah uang aku tidak bisa membantu, karena saat ini aku tidak ada uang simpanan sama sekali," sahutku dengan wajah cemberut. Uangku saja sudah banyak dia pinjam dan sampai saat ini tidak di kembalikan. Kalau sampai suamiku tahu, pasti aku akan di marahi habis-habisan olehnya.  Apalagi dari awal dia sudah melarangku meminjamkan uang pada Kak Yuda , karena suamiku tahu kalau Kak Yuda suka main perempuan.  Tetapi di saat Kakakku ini susah aku tetap membantunya , karena aku tidak tega melihatnya susah .


" Kamu tenang saja, kali ini bukan masalah uang,"


" Lalu masalah apa ? " tanyaku seraya menaikkan sebelah alisku.


" Tolong kamu bujuk Juan agar pulang ke rumah,"


" Kenapa Kakak ingin Juan pulang ke rumah ? Bukankah kemarin Kakak sendiri yang mengusirnya ? "tanyaku semakin penasaran.


" Kemarin aku tidak berniat mengusirnya, aku hanya menggertaknya saja agar dia menceraikan istrinya, tetapi anak itu malah beneran pergi dari rumah. Aku kira anak manja seperti Juan tidak berani jauh-jauh dari kemewahan, apalagi dari kecil dia selalu di manja oleh almarhum kedua orang tuanya. Tetapi demi cinta dia rela meninggalkan semua kemewahan yang dia miliki. Yang pasti kamu harus membujuk Juan agar kembali ke rumah," ucapnya seraya menatapku dengan tajam.


" Biarkan saja ,Kak. Biar Juan bisa mandiri dan tidak manja. Biar dia tahu bagaimana sulitnya mencari uang," sahutku menjelaskan.

__ADS_1


" Kalau kamu tidak mau membantu Kakak ,maka semua rencana Kakak bisa gagal semua,"ucapnya dengan frustasi dan dengan wajah marah.


" Rencana ? Memangnya Kakak merencanakan apa ? " tanyaku dengan mata membulat. Aku begitu terkejut mendengar kalau kakakku ini sedang merencanakan sesuatu. Aku jadi penasaran dengan rencana Kakakku ini.


" Bagaimana kalau kita bekerja sama? "


" Memangnya Kakak sedang merencanakan apa ? " tanyaku semakin penasaran di buatnya.


Aku lihat dia sedang menghela nafas dengan kasar.


" Aku ingin menguasai semua harta warisan milik Juan. Bagaimana ,apa kamu mau bekerja sama denganku ? " tanya Kak Yuda memberi tawaran.


Mataku terbelalak lebar mendengarnya.


" Jadi kamu mau hidup miskin begitu ? Aku tahu kalau saat ini suamimu hampir bangkrut karena kena tipu. Apa kamu tidak kasihan pada anakmu jika suamimu bangkrut ? Dulu almarhum orang tua Juan yang membantumu saat sulit, tapi saat ini mereka sudah  tidak ada , jadi siapa yang akan membantumu ? "


Apa yang dikatakan oleh Kak Yuda memang benar, tapi mana mungkin aku mengambil milik seorang anak yang yatim piatu. Tapi saat ini suamiku baru di tipu ratusan juta. Kalau suamiku bangrut maka hidup kami akan susah. Aku tidak ingin anakku hidup menderita. Aku merasa bingung memikirkan tawaran Kak Yuda. Di satu sisi aku kasihan pada Juan,  tapi di sisi lain aku memikirkan nasib anakku.


Kak Yuda terus menatapku , sepertinya dia sudah tidak sabar menunggu jawabanku.


  " Tapi aku kasihan  pada Juan , Kak," balasku menduduk.


" Kalau kamu kasihan pada Juan ,itu artinya kamu sudah siap untuk hidup miskin"


"Bailkah, Kak. Aku setuju bekerja sama denganmu, tapi aku melakukan ini demi anakku. Aku tidak ingin anakku menderita . Lalu apa rencana Kakak saat ini ? " tanyaku yang sudah tidak sabar mendengar rencananya.

__ADS_1


" Saat ini kita tidak bisa menguasai perusahan itu karena orang kepercayaannya selalu mengawasi perkembangan perusahaan itu. Bahkan mengambil uang di perusahaannya saja sangatlah sulit," kata Kakak dengan nada serius


Yang di ucapkan oleh Kak Yuda memang benar. Perusahaan itu di awasi dengan sangat ketat oleh orang kepercayaan almarhum. Dan orang kepercayaannya itu tidak pernah mau berkhianat karena dia merasa berhutang budi pada almarhum. Dulu almarhum sering merawat anak yatim piatu yang ada di jalanan, lalu almarhum menyekolahkan mereka hingga tinggi. Ada yang sudah mampu membuka usaha sendiri dan ada juga yang bekerja di perusahaan almarhum. Contohnya adalah orang kepercayaannya ini. Dia saat ini sedang mengurus perusahaan almarhum yang ada di luar negeri , sedangkan aku di suruh mengurus perusahaan almarhum yang ada di sini. Dulu pernah ada orang yang ingin mengajaknya bekerja sama untuk  menghancurkan perusahaan almarhum, tapi dia malah melaporkan orang itu ke kantor polisi.


Kemarin orang kepercayaannya itu pernah menanyakan mengenai keadaan Juan. Lalu aku ceritakan padanya kalau Juan sudah tidak memikirkan orang tuanya semenjak menikah dengan seorang gadis. Aku juga bilang padanya kalau aku sengaja mengusir Juan agar dia bisa mandiri , kuat , dan tahu bagaimana sulitnya mencari uang. Dan mereka sangat setuju dengan keputusanku itu , karena menurutnya dengan cara itu Juan bisa mengurus perusahaan orang tuanya.


" Tapi aku takut, Kak. Aku takut orang kepercayaannya itu mengetahui rencana kita," balasku


" Kamu tidak usah takut, bukankah orang kepercayaannya itu sedang sibuk mengurus perusahaan almarhum yang ada di luar negeri ? " ujar Kak Yuda meyakinkanku.


" Baiklah kalau begitu ,Kak. Aku mau bekerja sama. Dan kebetulan juga hari ini Juan akan mengajak Nonik ke restoran . Lalu apa rencana Kakak ? " tanyaku lagi.


" Aku berencana ingin membuat Juan menjadi gila, lalu membuatnya mati. Dengan begitu semua warisannya akan di berikan pada keluarganya," ucap Kak Yuda tersenyum.


Mataku membulat mendengarnya, ternyata Kak Yuda begitu kejam. Demi uang dia rela melakukan apapun.


" Tapi aku tidak tega Kak. Apa Kakak tidak kasihan pada Juan? " tanyaku dengan wajah sedih.


" Jadi kamu tidak setuju ? Kalau kamu tidak setuju lalu jika nanti kamu jatuh miskin dari mana kamu akan mendapatkan uang untuk membawa anakmu berobat ? Anakmu menderita penyakit jantung bawaan . Kalau kalian jatuh miskin , maka bagaimana dengan nasib anakmu ? " tanya Kak Yuda dengan marah.


Kak Yuda benar. Anakku membutuhkanku. Aku tidak ingin kehilangannya.


" Baiklah Kak, aku akan mengikuti semua rencana Kakak,"sahutku menunduk. Aku tidak ada pilihan lain lagi saat ini.


" Kalau begitu kamu harus memisahkan Juan dengan Nonik , lalu bawa Juan pulang kerumah," ucapnya dengan tegas

__ADS_1


__ADS_2