Pengantin SMA

Pengantin SMA
Rela kehujanan


__ADS_3

Pov Nonik.


Setelah menghungi Juan aku kembali duduk di samping Kak Bayu ,namun tiba-tiba Kak Abi menuju ke arahku.


" Nonik, sepertinya Abi mau kemari. Pasti setelah ini Loli akan marah lagi denganmu,"ucap Kak Bayu berbisik di sampingku.


"Nonik, pulang dengan siapa ? Aku antar pulang ya ?" ujar Kak Abi yang sudah berdiri di depanku.


Baru saja aku mau menjawab ucapan Kak Abi, namun tiba-tiba Kak Loli datang dan sudah berdiri di samping Kak Abi.


" Abi , kamu ini apa-apaan sih ? Kenapa kamu ingin mengantar wanita ini ? Pacarmu itu aku atau dia ? " tanya Kak Loli seraya menatap tajam ke arahku.


" Loli, jangan marah-marah terus dong ! Aku cuma kasihan padanya. Di luar masih hujan deras ,sedangkan besok dia harus pergi sekolah," jawab kak Abi sambil menatap Kak Loli.


" Kalau kamu mengantar dia , lalu aku pulang dengan siapa ? "tanya Kak Loli seraya menatap intens Kak Abi.


" Pasti kamu yang minta diantar sama cowokku. Kamu memang perempuan murahan," kata Kak Loli dengan wajah berapi-api.


" Maaf ya ,Kak. Aku tidak pernah minta tolong pada pacar kakak untuk mengantarku pulang. Lagian aku juga sudah di jemput sama pacarku. Kakak tenang saja aku tidak pernah punya niat untuk merebut cowok kakak, karena cowokku lebih ganteng dari cowok kakak," seraya menatap Kak Loli dengan tajam.


" Allah, tidak usah sombong deh lu. Palingan kamu hanya simpanan om- om," cibir Kak Loli dengan pandangan mata menuduh.


" Terserah Kakak mau bilang aku apa ," balasku sambil memalingkan wajahku.


" Dasar wanita murahan ,simpanan om-om," ucap Loli lagi dengan wajah berapi-api.


" Loli sudah dong. Ayo kita keluar ! " kata Kak Abi sambil menarik tangan Kak Loli.


" Awas saja kalau kamu mendekati cowokku lagi. Akan aku buat kamu menangis sepanjang hari ," ucap Kak Loli dengan berteriak.


" Abi, lebih baik kamu bawa keluar cewekmu itu. Apa tidak malu dilihat sama customer? " ujar Kak Bayu sambil menatap tajam ke arah Kak Abi.


" Nonik sabar ya ? Sepertinya dia akan terus mencari masalah denganmu, jadi kamu harus berhati-hati dengannya," kata Kak Bayu menghiburku.

__ADS_1


" Iya Kak, terima kasih. Aku akan lebih berhati-hati dengannya," balasku sambil tersenyum.


"Nonik, lebih baik di pikir-pikir lagi deh masalah bekerja di sini. Mumpung baru bekerja sehari. Tempat ini tidak cocok untukmu. Aku takut kamu mendapatkan masalah di sini," ucap Kak Bayu yang sedikit memberiku saran.


" Kakak benar, nanti akan aku pikirkan lagi setelah sampai kos. Aku akan minta pendapat keluargaku mengenai masalah ini."


Saat sedang asyik mengobrol, aku tidak tahu kalau Juan sudah ada di depanku. Aku lalu berpamitan dengan Ka¹¹kak- kakak yang ada di sana . Namun saat aku mengajak Juan keluar , tiba-tiba saja Juan berhenti dan menatap ke arah rak yang memajang berbagai macam pembalut.


Juan mendekati rak tersebut dan mengambil salah satu pembalut yang ada di sana.


" Juan kenapa kamu mengambil pembalut ? "tanyaku seraya mengerutkan alisku.


" Bukankah pembalutmu sudah habis ? Kalau sekarang tidak membeli pembalut, lalu besok kamu akan pakai apa ? " tanya Juan sambil berbisik.


Mataku terbelalak lebar mendengar ucapan Juan. Hatiku selalu tersentuh dengan semua yang dia lakukan. Aku merasa begitu beruntung memiliki suami seperti Juan.


Padahal aku saja tidak ingat kalau pembalutku sudah habis, tetapi dia malah sudah mengetahui duluan. Dia begitu berbeda dengan sosok Juan yang pertama kali aku lihat . Semua perhatian dan kasih sayang yang tidak pernah aku dapat dari orang tuaku sendiri tetapi sekarang aku dapat dari suamiku.


" Tapi aku saat ini tidak ada uang," ucapku berbisik.


Aku terdiam dengan perasaan yang bingung dan penuh pertanyaan. Aku bingung karena baru saja tadi siang Juan mengatakan kalau dia tidak memiliki uang, tapi sekarang dia sudah memiliki uang. Di mana sebenarnya dia mendapatkan uang ?


Setelah Juan mengambil satu bungkus pembalut, dia lalu pergi ke kasir untuk membayarnya.


Setelah membayar pembalut itu kami keluar dari minimarket. Kak Loli dan Kak Abi begitu terkejut melihatku bersama Juan. Aku yakin kalau Kak Loli pasti terkejut karena melihat cowokku jauh lebih ganteng daripada cowoknya.


Walaupun Kak Loli selalu marah-marah denganku, tapi aku tetap bersikap sopan padanya karena saat ini statusku adalah karyawan baru di minimarket ini.


" Kak Abi ,Kak Loli, aku pulang duluan," kataku seraya tersenyum pada mereka.


Namun mereka tidak membalas ucapanku sama sekali, tapi aku tidak peduli dengan hal itu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Sampai di kosan, aku membuat air hangat untuk di pakai mandi oleh Juan.


Juan bahkan rela hujan-hujanan karena mantelnya diberikan kepadaku. Walaupun hidup kami saat ini sangat kesusahan tapi aku merasa bahagia karena memiliki suami pengertian dan selalu membuatku tersenyum.


Rasanya aku tidak ingin berada jauh dengan Juan. Aku selalu merasa nyaman dan terlindungi jika berada di dekat Juan, berbeda dengan dulu saat aku masih tinggal bersama orang tuaku.


Saat aku tinggal bersama orang tuaku hidupku rasanya tidak tenang dan selalu di hantui rasa ketakutan.


" Nonik, sekarang giliranmu yang mandi," ucap Juan yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Aku lalu pergi ke kamar mandi, setelah selesai mandi Juan mengajakku makan. Terlihat dia sudah menyiapkan makanan yang baru saja dia bawa dari restoran.


" Nonik, maafkan aku ya ? Karena tadi siang kamu tidak makan," kata jual sambil menatapku.


" Aku juga tidak lapar kok," ucapku berbohong sambil menatap makanan yang ada di depanku.


" Kalau begitu, ayo di makan makanannya," ujarnya seraya menuangkan air.


Dari tadi siang aku menahan rasa lapar ini, dan sekarang perutku bertambah lapar setelah melihat makanan yang ada di depanku.


" Juan, kamu mendapatkan uang dari mana untuk membeli pembalut tadi ? Bukankah tadi siang kamu bilang tidak ada uang ? "tanyaku dengan wajah yang penasaran.


Juan tidak menjawab pertanyaanku. Dia menunduk sambil memasukkan makanan ke mulutnya.


" Juan, kenapa malah diam ? "tanyaku semakin penasaran


" Aku menjual jaketku . Aku terpaksa menjual jaketku,"


" Apa ? " mataku membulat dan lebar mendengarnya.


" Aku terpaksa menjualnya, karena besok kita membutuhkan uang untuk membeli buku. Kita juga butuh uang untuk makan," terang Juan.


"Kamu memang benar . Juan, maafkan aku , karena menolongku kamu jadi hidup susah seperti sekarang ini. Lebih baik kita bercerai dan setelah itu kamu kembali ke rumahmu. Aku tidak tega melihatmu seperti ini,"

__ADS_1


" Apa yang kamu katakan? Aku mencintaimu dan aku adalah suamimu. Sampai kapanpun aku tidak akan meninggalkanmu. Jika kamu menjauhiku maka aku yang akan selalu mendekatimu. Kebahagiaanku saat ini ada bersama denganmu. Harta tidak menjamin seseorang bisa hidup bahagia. Buat apa harta berlimpah jika orang yang kita cintai tidak ada di samping kita ? " ujar Juan melanjutkan makan.


__ADS_2