
Pov Juan.
Aku sungguh tidak mengerti kenapa Nonik bicara seperti itu ? Aku juga bukannya membela Ayu, aku sengaja membantu Ayu agar pekerjaan Ayu cepat selesai. Kalau semuanya sudah selesai maka aku bisa bersama Nonik. Beberapa hari ini aku sungguh merindukannya. Saat dia mengikuti lomba karate, hatiku rasanya tidak tenang memikirkannya. Aku selalu berpikir apa dia sudah makan ? Dengan siapa dia sekarang ?
Saat Nonik baru datang, aku bahkan tidak bisa bicara dan memeluknya karena teman-temanku datang ke sini. Setelah itu aku juga harus melayani pembeli. Jadi terpaksa aku menahan rasa rinduku ini hingga tempat makan ini tutup.
Tapi gadis itu tiba-tiba marah padaku dan mengira aku membela Ayu. Saat Nonik berlari ke luar, aku memang sengaja tidak mengejarya karena sebelumnya Nonik sudah izin padaku mau ke minimarket membeli pembalut .
Setelah Nonik tidak ada, Nenek Wati menghampiriku dan menjelaskan semuaya. Aku lalu mengecek ponsel Ayu dan mengecek rekaman cctv yang di pasang oleh Agus. Dan ternyata semua yang di ucapkan oleh Nonik memang benar. Ternyata selama ini Ayu jatuh cinta padaku . Dia selalu berusaha mendekatiku. Bahkan dia sampai berani menaruh sesuatu di minumanku. Tapi aku selama ini tak penah menyadarinya.
Seandainya Nenek Wati dan Agus tidak ada di rumahku, entah apa yang terjadi padaku. Mungkin Ayu sudah berhasil menjalankan niat jahatnya. Dan aku mungkin akan kehilangan Nonik setelah itu. Membayangkannya saja rasanya aku tidak bisa.
Aku menatap Ayu dengan amarah menggebu-gebu. Padahal aku sudah mengatakan pada Ayu kalau Nonik adalah kekasihku. Aku memang sengaja tidak mengatakan pada Ayu kalau Nonik adalah istriku. Aku baru mengenal Ayu jadi mana mungkin aku memberi tahu hal rahasia seperti itu. Bagaimana kalau dia membocorkannya pada orang lain ?
" Maafkan aku ,Juan. Selama ini aku memang sangat mencintaimu. Aku sudah berusaha menghapus namamu dari hatiku , tapi itu sangatlah sulit," ucap Ayu sembari menunduk. Dia terlihat takut menatapku.
" Kau kan tahu sendiri kalau aku sudah memiliki Nonik. Dan aku juga sudah mengatakan padamu kalau aku sangat mencinta Nonik. Bahkan aku rela melakukan apapun untuknya asalkan aku bersamanya. Tapi kenapa kau tidak mau mengerti ? Bahkan kau juga ingin menjebakku," terangku sembari menatapnya dengan sangat tajam .
" Maafkan aku. Aku sangat mencintaimu. Sama seperti perasaanmu pada Nonik yang begitu besar . Perasaanku juga seperti itu. Apa kau tak bisa melihatku sedikit pun ? " tanya Ayu dengan berani.
" Maaf , aku tidak bisa memilihmu. Mulai besok kau tidak usah datang ke sini lagi , " balasku. Setelah itu aku minta tolong pada Kak Andi agar mengantar Ayu pulang ke rumahnya.
__ADS_1
Ketika akan menyusul Nonik, tiba -tiba Agus datang sambil menangis. Entah apa yang terjadi padanya hingga dia menangis seperti itu. Apakah dia baru putus cinta ? Lalu kemana Nonik ? Kenapa dia tak bersama Agus ? Perasaan tadi Agus keluar menyusul Nonik , lalu kemana istriku ? Apa dia masih ada di minimarket ?
" Ada apa denganmu ? " tanyaku sembari menatapnya.
" Juan , maafkan aku," ucap Agus yang terus menangis terisak-isak. Tak henti-hentinya air matanya itu mengalir.
" Maaf ? Memangnya kau melakukan kesalahan apa ? " tanyaku seraya menaikkan sebelah alisku karena merasa bingung.
" Nonik di culik dan ini semua gara-gara aku," sahut Agus yang terus menangis.
Kedua mataku langsung terbelalak lebar mendengarnya.
Dia menceritakan semua yang telah terjadi. Mendadak tubuhku langsung terasa lemas. Aku hampir terjatuh tapi untung saja aku langsung memegang tembok yang ada di sampingku. Perasaanku jadi tidak tenang karena memikirkan Nonik. Entah bagaimana keadaannya saat ini. Ya Tuhan, mudah-mudahan dia baik-baik saja.
Sudah satu jam kami mencari Nonik, tapi kami tidak menemukannya sama sekali. Bahkan semua tempat sudah kami datangi. Randy juga ikut mencari Nonik. Aku juga sempat menghubungi Nenek Ida dan menanyakan Nonik padanya, tapi dia bilang kalau Nonik tidak ada di sana. Aku juga sampai mencari Nonik ke rumah orang tuanya, tapi orang tuanya marah-marah padaku. Anehnya ,orang tua dan kakaknya ikut mencari Nonik. Wajahnya juga terlihat sangat khawatir. Baru kali ini aku melihat mereka mengkhawatirkan Nonik. Apa mereka sudah menyadari kesalahannya selama ini ? Atau mereka hanya pura-pura ? Entahlah, aku tidak peduli dengan hal itu. Yang saat ini ada di pikiranku hanya Nonik. Aku sangat mengkhawatirkannya.
Tak terasa air mataku pun menetes karena memikirkan Nonik. Apakah para penculik itu telah berhasil membunuh Nonik ? Tidak , Nonik pasti baik-baik saja. Tuhan, aku tidak bisa hidup tanpa Nonik. Tolong selamatkan dia,Tuhan.
" Nonik, dimana kau nak. Maafkan Ibu dan Bapak karena selama ini tidak pernah memikirkanmu. Bahkan kami merasa malu meminta maaf padamu," ucap Ibunya yang juga menangis.
" Lebih baik laporkan masalah ini ke kantor polisi," ucap putra memberi pendapat. Yang di ucapkannya memang benar, lebih baik aku melaporkan masalah ini ke kantor polisi.
__ADS_1
Namun tiba-tiba ponselku bergetar. Aku lihat Nenek Ida menghubungiku. Aku yakin Nenek pasti menghubungiku karena ingin menanyakan mengenai Nonik juga.
Aku menghela nafas panjang lalu mengangkat panggilan telepon itu.
📞 " Halo ,Nek."
📞" Juan, cepat datang ke rumah sakit Pondok Indah. Nonik terluka parah karena membantu Nenek, " sahut Nenek Ida dari seberang telepon.
📞" I_iya ,Nek. Aku akan segera kesana ," balasku yang langsung menutup sambungan teleponnya.
Kami langsung pergi ke rumah sakit Pondok Indah. Setengah jam kemudian kami akhirnya sampai di sana.
" Nenek , bagaimana keadaan Nonik ? " tanyaku dengan nafas ngos-ngosan. Saat mendengar Nonik berada di rumah sakit , jantungku seperti berhenti berdetak. Kenapa Tuhan begitu kejam pada Nonik ? Tidakkah dia kasihan padanya ?
" Saat ini Nonik belum sadarkan diri. Ketika Nonik mencambuk Tantemu, Nenek keluar dari kamar karena ingin melihat apa yang terjadi di luar. Tapi Nenek malah terpeleset dan hampir terjatuh. Nonik lalu berlari menolong Nenek. Tapi Tante Riri malah memukul kepala Nonik dengan Vas bunga hingga Nonik pingsan,"tutur Nenek Ida. Dia menceritakan semua yang terjadi di sana.
" Om Yuda dan Tante Riri sungguh jahat . Aku harus menemui mereka," ucapku dengan wajah berapi-api dan langsung beranjak dari tempat dudukku.Namun Nenek Ida menarik tanganku.
" Kamu mau kemana ? " tanya Nenek dengan raut wajah penasaran.
" Aku mau menemui Om Yuda dan Tante Riri," sahutku dengan raut wajah sedih.
__ADS_1
" Tidak usah menemui mereka dulu. Tadi setelah polisi datang mereka tiba-tiba bertingkah aneh. Bahkan Nenek hampir di lukai sama mereka. Sekarang mereka sedang di bawa ke rumah sakit jiwa," terang Nenek sembari mengusap punggungku.
Kenapa mereka bisa seperti itu ? Apa mereka benar-benar gila ? Atau hanya pura-pura ? Sepertinya aku harus menyelidiki hal ini secepatnya.