Pengantin SMA

Pengantin SMA
Di hukum


__ADS_3

Aku hanya bisa menunduk saat Juan di hukum. Jujur ,aku tidak tega melihatnya.


" Nonik, kamu hutang penjelasan dengan gue."kata Tobi menatapku


"Yang aku katakan tadi memang benar. Sampahku memang hilang,dan setelah itu Juan memberikan sampah miliknya kepadaku."balasku yang masih menunduk.


" Hah?! " Mata Tobi langsung membulat dan lebar karena begitu terkejut.


" Gue kira kamu bicara seperti itu cuma karena kasihan kepadanya. Kok gue seperti sedang bermimpi ya ?  Soalnya baru kali ini gue melihat seorang Nonik mau menuruti ucapan seorang laki-laki yang baru di kenalnya. Atau jangan-jangan kalian pacaran ya ? " tanya Tobi sambil menatapku


" Tidak kok,kami saja baru kenal hari ini," jawabku yang langsung salah tingkah mendengar pertanyaan Tobi.


"  Tapi gue merasa sepertinya kamu sedang menyembunyikan sesuatu, " ujar Tobi yang terus menatapku seperti ingin mencari jawaban lewat mataku ini.


Setelah Juan selesai menjalani hukuman,Kak Fajar dan Kak Ari langsung menyuruhnya duduk.


"Juan.. Nonik , apa kalian berdua berpacaran ? " tanya Kak Ari menatap kami bergantian.


Aku dan Juan saling menatap begitu lama.


" Ti_tidak Kak ," jawabku tergagap


Sedangkan Juan hanya diam saja.


" Masak sih ? Tapi kalian terlihat seperti orang pacaran ,romantis sekali." Terang Kak Ari.


" Mungkin setelah ini mereka akan pacaran Kak," sahut Tobi.


" Nik,coba kamu lihat wajahnya Kak Fajar. Wajahnya terlihat sangat marah, dan kedua tangannya juga mengepal.Sepertinya dia cemburu melihatmu dengan Juan, " ucap Tobi sambil diam-diam melirik ke arah Kak Fajar.


Yang di katakan sama Tobi memang benar. Kak Fajar menatap Juan dengan wajah yang merah padam.


" Kamu memang benar Bi, tapi mungkin saja dia marah karena hal lain , " balasku karena tidak mau berpikir negatif dulu.


" Kamu memang susah sekali di bilangin, " jawab Tobi terlihat kesal.


" Adik-adik , untuk hari ini cukup sampai di sini ,dan besok kita lanjutkan lagi." Kata Kak Ari.


Kami lalu bersiap untuk pulang .Juan berkali-kali  mengirim pesan WA , tetapi aku hanya membacanya ,dan tidak membalasnya. Jujur, aku memang sangat marah dengannya , karena  tadi dia tidak membiarkan aku menerima hukuman itu.


📱" Nonik ,apa kamu akan pulang dengan temanmu atau denganku ? "


📱" Kenapa hanya di baca saja ? Balas dong !"

__ADS_1


📱" Kamu marah denganku ? "


Aku tetap aku tidak membalas pesan itu. Saat keluar dari kelas ,tiba-tiba saja Kak Fajar memanggilku.


"Ada apa Kak ? " tanyaku sambil menatapnya


" Biar aku antar pulang ya ?"tanya Kak Fajar


" Tidak usah Kak, aku pulang dengan temanku."balasku


"Untuk hari ini saja, tolong biarkan aku yang mengantarmu pulang . Aku ingin sekali menjadi teman dekatmu," ucap Kak Fajar


Tobi yang ada di sampingku hanya diam saja. Sedangkan di depan kelas Juan sedang menungguku. Dia menunduk dan terlihat begitu sedih. Dan entah kenapa aku jadi kasihan melihat Juan yang seperti itu.


" Mohon maaf Kak, aku sudah berjanji dengan Juan akan pulang bareng." ujarku. Mata Tobi langsung terbelalak lebar karena terkejut mendengarnya. Sedangkan Juan langsung tersenyum ke arahku.


" Apa kamu pacaran dengan Juan ? " tanya Kak Fajar yang terlihat marah.


" Tidak Kak, aku baru mengenalnya hari ini. Aku bersedia di antar pulang oleh Juan ,karena tadi dia sudah menolongku. " balasku tersenyum.


Wajah Kak Fajar langsung berapi-api, namun dia seperti berusaha bersikap tenang.


" Baiklah kalau begitu, " jawabnya yang langsung meninggalkanku.


" Jujur ya Nik, gue tidak suka sama Kak Fajar . Baru melihat cewek yang lebih cantik dari pacarnya sendiri, dia langsung mutusin ceweknya sendiri. Kalau kamu pacaran dengannya, terus datang lagi cewek yang lebih cantik darimu , sudah pasti kamu akan di putusin begitu saja sama dia. Lebih baik tidak usah dekat-dekat dengan orang seperti dia." Kata Tobi dengan raut wajah yang terlihat begitu kesal.


" Siapa juga yang mau dekat dengan dia." Balasku


" Lebih baik kamu cepat temui si Juan. Tadi dia terlihat begitu sedih saat kamu bicara dengan Kak Fajar. Jujur gue merasa kasihan dengannya, karena sepertinya dia tipe cowok yang sangat setia. Dan juga jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih kepadanya , karena tadi dia sudah menolongmu." Ujar Tobi sambil mendorongku.


"Kamu sudah seperti seorang Ayah yang menasehati putrinya saja, "sahutku sambil tertawa meninggalkannya.


Aku langsung menemui Juan.


" Kenapa kamu menungguku ? Padahal aku bisa pulang dengan sahabatku." Ucapku sambil menatapnya.


" Kenapa tidak membalas pesanku ? Kamu marah denganku ? " tanya Juan sambil menatapku


" Kita bahas nanti saja , aku takut ada yang mendengar pembicaraan kita." Bisikku .


" Baiklah, kalau begitu ayo kita pulang sekarang, " ajak Juan sambil menggandeng tanganku.


Aku lalu mengikutinya menuju ke parkir Sekolah. Aku melihat semua anak di Sekolah ini menatap ke arah kami.

__ADS_1


" Sepertinya fans mu langsung sakit hati karena melihat idolanya bersama denganku," kataku berbisik


"Fans mu apa fansku ? Di sini aku lihat sepertinya banyak laki-laki yang membicarakanmu. Bahkan telingaku rasanya jadi panas mendengarnya." Bisik Juan.


Aku memilih diam saja, karena tidak mengerti dengan ucapan Juan.


Setelah sampai dirumah kami langsung mengganti pakaian. Aku merebahkan tubuhku sebentar karena merasa lelah.


" Nonik, ayo kita makan ! " kata Juan yang sudah duduk di pinggir tempat tidurku.


" Juan, seharusnya tadi kamu tidak membantuku. Aku sekarang jadi merasa takut , "


" Takut kenapa ? " tanya Juan sambil menatapku


"Takut ada yang tahu kalau kita sepasang suami istri.Jika mereka tahu mengenai hubungan kita, takutnya mereka malah melaporkan kita, dan setelah itu kita tidak bisa Sekolah," jawabku yang ikut menatapnya.


"Kamu memang benar sih ,"sahut Juan sambil berpikir. "Tapi kenapa tadi kamu malah bicara jujur di depan yang lain ? Kan sekarang mereka jadi curiga dengan kita." Kata Juan


" Aku tidak tega melihatmu di hukum. Dan seharusnya kamu tidak usah menolongku, karena aku sudah biasa merasakan sakit saat di hukum sama Bapakku," balasku


" Tidak usah membahas Bapakmu lagi. Aku juga tidak bisa melihat istriku di hukum.Sebenarnya aku tahu siapa yang mencuri sampahmu itu, tadi saat jam istirahat , aku tidak sengaja mendengar obrolan seseorang ." Ucapnya menunduk.


Mataku langsung membulat dan lebar mendengar Juan bicara.


" Siapa orangnya ? Cepat katakan padaku, karena aku akan membuat orang itu menyesal karena sudah mencuri sampahku," balasku dengan wajah berapi-api ,karena begitu marah mengingat kejadian tadi.


"Beneran kamu akan membalas perbuatan orang itu ? " tanya Juan yang terus menatapku.


" Iya benar dong , gara-gara orang itu temanku jadi curiga dengan hubungan kita." Sahutku dengan wajah yang masih marah.


" Orang itu adalah Kak Fajar sendiri. Aku tidak sengaja mendengar pembicaraannya dengan Kak Ari. Dia sengaja melakukan itu padamu. Jika kamu tidak memiliki sampah maka Kak Ari akan menyuruhmu mencium Kak Fajar. Jadi mana mungkin aku membiaran istriku mendapatkan hukuman seperti itu. Kalau kamu tidak percaya ,maka kamu bisa bertanya dengan sahabatku." Jawab Juan dengan raut wajah begitu marah.


" What ? " mataku langsung terbelalak lebar karena begitu terkejut. "Kenapa dia melakukan hal itu kepadaku ?" tanyaku bingung


" Karena dia mencintaimu," jawab Juan cemberut.


"Keterlaluan sekalian mereka, padahal mereka sudah tahu kalau kamu tidak bersalah,tetapi kamu tetap di hukum sama mereka." Ucapku dengan kesal.


" Mulai besok kamu tidak boleh dekat-dekat dengannya. Ayo kita makan ,aku sudah sangat lapar. " ajak Juan sambil menarik tanganku


" Kalau lapar kan tinggal pergi ke dapur." Jawabku kesal


" Tapi aku tidak mau makan sendiri, aku hanya mau makan ditemani oleh istriku ," ucap Juan tersenyum

__ADS_1


__ADS_2