
Pov Juan
Pukul dua dini hari , aku merentangkan kedua tanganku lebar-lebar untuk meregangkan otot-otot tubuhku . Sepulang dari bekerja aku memilih mengerjakan tugas sekolah . Besok adalah hari minggu , dan aku ingin mengambil kerja tambahan di tempat kerja, jadi aku memilih mengerjakan tugas sekolahku yang menumpuk setelah pulang dari bekerja.
Tugasku tinggal sedikit lagi tapi aku terpaksa mengakhirinya , karena mataku sudah terasa sangat berat hingga melihat huruf saja seperti berubah menjadi dua.
Aku menyunggingkan bibirku sambil tersenyum melihat Nonik yang sudah terlelap di sofa.
Bibirnya begitu manis mengatakan akan menemaniku tapi tidak di sangka dia justru tertidur pulas.
Namun tak masalah bagiku , melihatnya tidak jauh dari pandanganku saja sudah membuatku lebih bersemangat lagi untuk melakukan semuanya.
Aku berjongkok di sisi sofa sambil mengamati Nonik yang tidur dalam posisi miring menghadap ke arah sandaran.
Alisku saling bertautan ketika melihat melihat bercak darah yang cukup banyak di bagian celananya yang berwarna putih.
"Darah ? " gumamku dengan terbelalak lebar.
" Kenapa ada darah ? Apa yang terjadi pada Nonik ? Apakah dia sedang hamil lalu pendarahan ? Tapi aku belum pernah melakukannya , jadi mana mungkin Nonik hamil . Apa aku tidak sengaja melakukannya saat sedang tidur ? Memangnya bisa seperti itu ? Apa yang harus aku lakukan ?" Begitu banyak pertanyaan yang ada di pikiranku. Aku mendadak menjadi panik, dan menggaruk kepalaku yang tidak gatal karena merasa bingung harus melakukan apa.
Tubuhku gemetar bercampur dengan rasa panik yang semakin tidak menentu.
Tanpa membangunkan Nonik terlebih dahulu dan memastikan apa yang terjadi , aku akhirnya memesan taksi terlebih dahulu. Setelah taksi datang aku membopong tubuh Nonik. Membawanya dengan langkah cepat keluar dari kosanku. Aku berencana membawanya ke rumah sakit untuk di lakukan penanganan.
__ADS_1
" Nonik , bertahanlah," ucapku
Sisa-sisa rasa kantukku langsung hilang, berganti dengan perasaan cemas hingga rahangku terlihat menegang.
Tak ada hal lain yang ada di pikiranku saat ini. Aku sangat yakin kalau Nonik sedang mengandung anakku lalu mengalami pendarahan akibat kelelahan. Pasti aku tidak sadar melakukan hubungan suami istri saat tidur.
Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika sesuatu hal yang buruk sampai terjadi pada anak dan istriku.
○○○○○○○○○○○○○○○
Rumah sakit.
Tak sampai setengah jam, akhirnya aku sudah sampai di rumah sakit. Nonik yang berada di dalam dekapanku tetap memejamkan matanya yang sangat berat untuk di buka. Gadis itu kalau sudah tidur sangatlah sulit untuk bangun.
Aku membaringkan tubuh Nonik di atas ranjang rumah sakit lalu meminta dokter untuk menangani Nonik dengan sebaik-baiknya.
Aku lihat kelopak matanya mengerjap melihat sekeliling ruangan yang serba putih. Dia terlihat bingung melihat langit - langit kamarnya yang tampak berbeda dari kamar milik kita yang ada di kosan.
" Dimana aku sekarang ? " gumam Nonik seraya beringsut untuk duduk lalu bersandar pada ujung ranjang.
" Dokter , tolong cepat periksa istriku. Sepertinya dia sedang hamil lalu pendarahan," kataku dengan nafas memburu.
Dokter itu tampak tersenyum saat mendengar kata istri yang keluar dari mulutku.
__ADS_1
Aku sudah tidak sabar melihat dokter yang sedang mempersiapkan alat-alat medis guna untuk menangani Nonik.
" Tenanglah , kami akan memeriksanya. Apakah sebelumnya istri anda beraktifitas cukup berat ? " tanya dokter yang masih berada di ambang pintu ruangan.
" Tidak ,dok," terangku
" Apakah kalian benar-benar pasangan suami istri ? Soalnya saya lihat umur kalian masih sangat muda sekali,"
" Benar ,dok. Kami terpaksa menikah muda karena masalah keluarga. Tapi saat ini kami masih sekolah kok dok," jawakku meyakinkan.
" Kalau begitu bisakah kamu memberiku jalan ? Jika kamu berada di ambang pintu maka aku tidak akan bisa masuk," kata dokter wanita itu
Aku akhirnya menyingkir, memberikan jalan pada dokter itu untuk masuk. Aku terlalu panik sehingga tidak menyadari menghalangi jalannya.
Dari raut wajahnya , sepertinya Nonik sudah menyadari kalau dirinya sekarang sedang berada di salah satu ruangan yang ada di rumah sakit. Nonik seperti ingin bertanya sesuatu padaku.
" Juan , apa yang terjadi ? Aku sempat merasakan beberapa kali tubuhku di angkat. Namun aku pikir kamu mengangkatku dari sofa lalu memindahkanku ke ranjang, tapi malah ada di rumah sakit," tanya Nonik dengan raut wajah bingung.
" Nonik, akhirnya kamu sadar," kataku sembari menatap Nonik dengan nanar. Aku segera menghampiri Nonik dengan tubuh gemetar.
" Katakan padaku, apakah kamu merasa nyeri pada bagian perutmu ? " tanyaku dengan cemas.
Dokter Lia yang berdiri di sampingku menatap Nonik dengan bingung.
__ADS_1
" Tolong, biarkan aku memeriksanya dulu,"ujar Dokter Lia padaku.
Aku akhirnya menggeser tubuhku sedikit , memberikan ruang pada dokter wanita itu untuk memeriksa keadaan Nonik.